Tips Mengatur Diri – Dengan Contoh!


Banyaknya agenda dan kegiatan terkadang membuat kehidupan kita menjadi kacau balau tak beraturan. Berangsung-angsur datang berbagai macam pekerjaan, amanah, dan sesuatu yang harus kita kerjakan dan selesaikan. Jika dalam jumlah sedikit tentu tidak akan begitu menjadi masalah, tapi bagaimana jika seabrek -dalam jumlah banyak- yang datang kepada kita.

Andaikan saja tidak diatur, maka tentu sudah pasti semuanya akan kacau. Bukannya berhasil menyelesaikan sesuatu yang datang kepada kita, tapi justru membuatnya hancur tak terselesaikan dengan baik. Sedikit saya bagikan bagaimana teknik manajemen diri dikala begitu banyak amanah dan pekerjaan yang harus diselesaikan :

 

1. Kenali dan tentukan apa saja yang anda kerjakan

Sederhana sebenarnya, pertama-tama tentu anda harus mengetahui, saat ini, di waktu ini, anda sedang mempunyai amanah di bidang apa, kegiatan apa, dan lainnya. Bagaimana mungkin anda bisa mengatur apa-apa yang akan anda kerjakan jika anda sendiri tidak mengetahui pekerjaan apa yang saat ini akan memberikan anda pekerjaan, atau pos-pos mana yang akan memberikan anda beban yang harus diselesaikan.

Buatlah sebuah list yang memperlihatkan dengan jelas pos-pos mana yang sedang anda kerjakan dan lakukan, seperti kuliah, kerja, bisnis, dakwah, dan lainnya. Lebih baik lagi jika anda menambahkan waktu rentang pos-pos tersebut, berawal kapan dan akan berakhir kapan pula.

Continue reading

Mata Uang Standar Emas


Nilai rupiah makin merosot terhadap dollar, otomatis harga-harga di pasaran pun semakin naik. Semua ini terjadi karena ekspor Indonesia yang lebih kecil daripada impornya. Atau, sebenarnya jika mau cerdas, penggunaan mata uang kertas lah yang menyebabkan berbagai macam krisis ekonomi masa kini.

Seperti yang kita ketahui, alat jual beli yang digunakan di masa kini adalah uang kertas yang nilainya distandarkan pada kekuatan politik suatu negara di kancah percaturan dunia. Selain itu, jumlah ekspor dan impor juga sangat mempengaruhi tingkat nilai tukar suatu mata uang negara terhadap dollar yang di masa kini di standarkan pada dollar AS atau lebih tepatnya ‘dipaksakan’ untuk digunakan tentu oleh PBB melalui IMF dan World Bank.

Krisis inflasi seringkali terjadi karena banyaknya alat tukar yakni uang kertas sedang barang rill yang diperjual belikan tidak sebanyak alat tukarnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena uang kertas adalah sebuah komoditi umum yang dengan mudahnya bisa didapatkan. Bahkan bahan baku untuk pembuatannya pun yakni kertas sangat mudah didapatkan. Sehingga sebenarnya uang kertas tidaklah berharga ketika hanya ditopang oleh sebuah kesepakatan semu bahwa ianya mempunyai nilai sekian, sedangkan tidak ada nilainya atau tidak disokong dengan barang berharga yang riil. Continue reading

Sekilas tentang ‘Cinta’


Cinta dalam IslamJika cinta adalah satu rasa yang tak pernah berhenti untuk dibicarakan dan dibahas, maka sudah pasti bagaimana penyikapan terhadapnya pun akan terus menerus dibicarakan.

Namun, kita tak berbicara tentang penyikapan cinta yang biasa, namun berbicara tentang penyikapan cinta yang tak biasa tentu sesuai dengan Islam. Satu-satunya ideologi yang menempatkan cinta kepada tempatnya yang seharusnya. Sesuai dengan fitrah manusia!

Dalam Islam, cinta tak hanya dikecilkan pada sekedar cinta kepada lawan jenis. Cinta yang tertinggi ada pada kecintaan kepada Allah dan Rasulullah. Ya, sumber segala cinta adalah Allah, dan wajarlah jika Allah yang menjadi tempat awal cinta seorang muslim. Karena sungguh cinta akan abadi ketika sebab mencinta itu adalah sebab abadi, dan satu-satunya sebab abadi yang kuat dan tangguh itu adalah cinta kepada Allah.

Continue reading

Ramadhan Dulu, Kini, dan Nanti


“Mimpi adalah suatu realita yang belum menjadi kenyataan. Namun, kenyataan adalah mimpi terbaik yang pantas untuk hadir di dunia. Bermimpilah, namun jangan sekedar bermimpi yang biasa, bermimpi lah yang luar biasa yang kehadirannya ditunggu dunia dan bermanfaat bagi yang lainnya.”

IMG_0761

Rasanya, Ramadhan kali ini sungguh sangat berbeda dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Masih tetap di Malang, tapi banyak sekali perubahan luar biasa yang terjadi pada diri ini, setahun terakhir ini. Bukan hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tapi juga kehidupan yang menyangkut diri orang lain.

Sungguh syukur yang tak terhingga kepada Allah karena apa yang telah diberikan hingga tahun ini. Banyak sekali karunia yang diberikan, tak cukup untuk dihitung karena tentu tak terhitung. Tapi jelas bisa untuk disyukuri sekuat tenaga, sekuat jiwa, dan sepenuh hati.

|||=|||

Mimpi itu Hadir bersama AMD (Al-Fatih Muslim Drenalin)

Masih ingat ketika diri ini menorehkan mimpi di kertas-kertas yang bertebaran di berbagai tempat. Salah satunya mimpi besar untuk menjadi seorang Ketua Lembaga Dakwah Kampus. Biarkan saya bercerita sedikit tentang mimpi ini! Ianya hadir dengan sebuah kesadaran bahwa dakwah adalah yang paling utama dalam kehidupan, menjadi poros untuk setiap urusan kehidupan, dan bagi saya kenikmatan yang tak pernah bisa ditandingi oleh tiap aktivitas apapun.

Ketika berada di kampus, maka tentu bersentuhan dalam dakwah kampus. Dan sudah tentu di kampus, perjuangan yang dilakukan tidak hanya sekedar koar-koar tidak jelas mengkritik kebijakan kampus ataupun kebijakan pemerintah, tapi juga memberikan solusi yang sesuai dengan Islam -sesuatu yang jarang dilakukan oleh mahasiswa yang lain-. Lembaga dakwah seharusnya menjadi poros untuk mengawal perubahan untuk menuju tatanan Islami, sayangnya sepertinya kebetulan di kampus saya lembaga-lembaga dakwah yang ada kebanyakan justru sedikit tumpul jika berhadapan dengan hal seperti ini. Ketika berusaha mengubah hal ini, bukannya disambut dengan baik tapi justru diberikan perlakuan yang menarik.

Continue reading

Image

Pergerakan : Sikapi dengan Bijak!


Kebangkitan Islam adalah sebuah kepastiaan, jelas sekali Allah telah berjanji di dalam Al-Qur’an pada surah An-Nur ayat 55. Di sisi lain, hal ini pun diperkuat dengan hadits-hadits dari Rasulullah berkaitan dengan akan berkuasanya kaum muslimin di muka bumi ini. Bisyarah (kabar baik) dari Rasulullah itu seperti berita penaklukannya Kontantinopel, yang kemudian akan disusul oleh Kota Roma, dan tentunya kabar akan berdirinya Khilafah Islamiyah ala Min Haj Nubuwwah As Tsaniyah.

Karena itu pulalah, sudah menjadi sunnatullah ketika lahir berbagai macam pergerakan islam yang -Insya Allah- bertujuan untuk menegakkan kembali hukum-hukum Allah dengan berbagai penafsiran dan ijtihadnya tentang bagaimana itu kebangkitan Islam dan metode atau cara seperti apa yang harus ditempuh untuk mencapai hal tersebut. Lahirlah pergerakan-pergerakan seperti Ikhwanul Muslimin, Salafi, Jamaah Tabligh, Hizb Ut Tahrir, dan lainnya. Semuanya dengan varian masing-masing, melengkapi kehidupan kaum muslim masa kini.

Adanya pergerakan-pergerakan ini hampir mirip kondisinya dengan adanya madzhab-madzhab pada zaman-zaman Imam Ahmad, Imam Syafi’I, dan lainnya. Sehingga bisa dikatakan ini adalah sebuah perbedaan atau justru Sunnatullah. Mengingat tentunya, kemampuan intelektualitas tiap manusia yang berbeda dalam menafsirkan dalil-dalil yang ada -tentunya dalil-dalil yang memang meniscayakan adanya perbedaan di sana-.

Sayangnya, terkadang banyaknya pergerakan-pergerakan Islam ini justru menimbulkan dampak negatif pada hubungan silaturahim pada umat muslim zaman modern kini. Kenapa? Continue reading

Korupsi, Partai Politik, dan Utopia Demokrasi


korupsiKorupsi –lagi-

            Kalau ada yang mengatakan bahwa Indonesia adalah surganya para koruptor, bisa jadi hal itu adalah benar. Setidaknya di sinilah para koruptor bisa mendapatkan lahan untuk melakukan ‘aksi’ nya. Tentu lahan-lahan basah yang penuh dengan keuntungan dalam jumlah yang luar biasa besar.

Indonesia dapat disebut sebagai negara dengan tingkat korupsi yang masuk dalam kategori paling luas (pervasive) di dunia. Salah satu indikatornya adalah laporan dari Transparansi Internasional yang selalu menempatkan Indonesia termasuk negara paling korup di dunia. Indeks tingkat korupsi di Indonesia tahun 2012 dilaporkan naik dari peringkat 100 menjadi 118. Tingkat korupsi tersebut merupakan laporan hasil survei lembaga Transparansi Internasional (TI) yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Dari situs resmi TI, Indonesia dilaporkan mendapat nilai 32 dari 0 yang terkorup. Sementara angka 100 merupakan negara terbersih. Survei tersebut dilakukan terhadap 176 negara di seluruh dunia.

Peringkat baru tersebut telah menempatkan Indonesia sebagai “jawara” korupsi di Asia. Peringkat korupsi Indonesia 2012 tersebut lebih buruk dari negara Asia Tenggara lainnya. Tingkat korupsi Malaysia berada di peringkat 54 dengan nilai 49. Adapun, Thailand dan Filipina menduduki peringkat negara terkorup di posisi masing-masing 88 dan 105. Singapura menjadi negara Asia dengan tingkat korupsi paling baik. Tingkat korupsi Singapura berada di posisi 5, mengalahkan negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang yang masing-masing menduduki peringkat 80 dan 17.

Baru-baru ini saja, kasus korupsi kembali marak di Indonesia, seolah mengatakan bahwa ia tidak mungkin dibasmi dan diberantas. Disebutlah Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Demokrat yang ‘akhirnya’ ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam kasus Hambalang oleh KPK. Semenjak awal kasus ini mencuat, sebenarnya Anas mengaku yakin tidak akan terjerat. Ia merasa apa yang disampaikan oleh M. Nazaruddin hanya tuduhan yang tidak akan terbukti. Namun, nyatanya Nazaruddin terus ‘berkicau’ seolah tidak mau sendirian masuk bui dan akhirnya mulai menyebutkan satu per satu nama rekan separtainya. Mulai dari Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga yakni Andi Alifian Mallarangeng serta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusnidar. Dan tentunya Anas pun tak luput dari tudingan Nazaruddin. Kepada media, Nazaruddin menuding Anas menerima aliran dana dari PT Adhi Karya, BUMN Pemenang tender untuk Proyek Hambalang. Menurut dia, ada aliran dana Rp 100 miliar dari proyek tersebut untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat dalam kongres di Bandung pada Mei 2010. Nazaruddin juga mengatakan bahwa mobil Harrier yang sempat dimiliki oleh Anas adalah pemberian dari PT Adhi Karya.

Walaupun begitu, Anas tetap saja membantah tudingan-tudingan Nazaruddin tersebut. Dia mengatakan bahwa Kongres Demokrat bersih dari politik uang. Anas bahkan mengatakan bahwa ia rela digantung di Monas jika terbukti menerima uang dari proyek Hambalang.

“Saya yakin. Yakin. Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas,” ujar Anas pada awal Maret tahun lalu seperti yang dilansir oleh kompas.com.

Setelah ditentukan statusnya sebagai tersangka dalam Kasus Hambalang, Anas pun mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Demokrat dan kini partai politik yang memenangkan pemilu periode sebelumnya itu sedang berada pada kondisi kevakuman kepemimpinan.

Sebelumnya, Indonesia sempat dikejutkan pula oleh penetapannya seorang pimpinan sebuah partai politik –berlabel- islam yang dianggap paling bersih dan benar serta amanah sebagai tersangka sebuah kasus korupsi. Ya, Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dugaan kasus penyuapan impor daging sapi di Kementrian Pertanian. Kasus daging sapi impor ini kembali mencuat ketika KPK menggelar operasi tangkap tangan, Selasa malam, 29 Januari 2013 di Hotel Le Meredian. KPK telah menetapkan tersangka Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dari PT Indoguna Utama serta Ahmad Fathanah, staf khusus Luthfi Hasan Ishaaq. Fathanah ditangkap di hotel tersebut saat bersama Maharani Suciyono.

KPK menangkap Maharani Suciyono bersama Ahmad Fathana dengan keadaan tanpa berbusana di kamar hotel. Menurut sumber yang diambil dari Koran Tempo, Ahmad saat diinterogasi mengaku berinisiatif membawa perempuan tersebut ke dalam hotel. Ia menyatakan membayar Maharani senilai Rp 10 juta yang dia ambil dari duit suap tersebut. “Rp 10 juta untuk (Maharani) bersama saya dua jam,” ucap Ahmad seperti ditirukan penyidik. Namun sayangnya, tak sampai dua jam, Ahmad tertangkap. Operasi ini kemudian menyeret Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, sebagai tersangka pula dalam kasus korupsi tersebut. Ia diduga menerima suap dari PT Indoguna Utama terkait izin impor daging sapi sebesar Rp 1 miliar.

 

Wajah Banyak Partai Politik Indonesia

            Biasanya ketika pada masa-masa kampanye, perwakilan dari berbagai macam partai politik yang ada di Indonesia pasti akan menyampaikan visi-misinya termasuk komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas pemerintahan Indonesia dan tentunya kualitas hidup rakyat Indonesia. Ada yang berjanji akan memberantas korupsi, atau mungkin berjanji tidak akan pernah memakan uang rakyat, bekerja keras untuk rakyat, dan lain sebagainya. Hal ini kemudian dijadikan sebagai sebuah alasan mengapa rakyat harus memilih mereka dan mempercayakan partainya untuk memimpin rakyat. Ya, karena mereka akan bekerja untuk rakyat dan tidak akan pernah menghianati rakyat dalam bentuk apapun!

Continue reading

Pesan untukmu, Anugerah Terindah dalam Hidupku….


Screen_20121211_153329Sore baru saja usai berdansa dengan hujan
Malam pun datang menggantikan
Gemerlap bintang tersembunyi di balik awan
Gelap pekat nan tersimpan

Dingin datang menyergap
Andaikan kulit punya sifat
Tentu ia akan berdiri tegap
Menghadapi kedatangan sang dingin kilat

Manusia hidup dan mati
Suratan takdir yang tersimpan di antara detak jam
Bergantian mengiringi
Tak tau kapan menghampiri dengan kejam

Wahai Allah, Sang Pemilik Segalanya
Nan tak tertandingi dengan apapun
Bertahta di tempat termulia
Sumber segala kebahagiaan

Simpuh sujud syukurku kepadaMu
Untuk segala yang telah Engkau anugerahkan
Nan tak terbatas waktu
Bahkan tak kan pernah terhitung oleh matematikawan

Kali ini satu dari begitu banyak anugerahMu telah hadir
Membelai diri di tengah badai ujian tak berkesudahan
Mengingatkan dengan pasti bahwa semua belum berakhir
Menguatkan diri yang lemah di peraduan

Syukur tak berujung ku haturkan
Atas anugerahmu akan hadirnya seorang yang begitu berharga
Yang oleh hambaMu ini begitu dinantikan
Ia yang akan mewarisi tugas mulia

Ya Allah, ia kuberi nama Muhammad Fatih An-Nur
Nama yang kelak menjadi kekuatan besar bagi dirinya
Yang membuat ia tahu bahwa ia adalah An-Nur
Dan warisan para pejuang Islam ada pada namanya
============================================
Wahai Adinda Muhammad Fatih An-Nur,

Continue reading

Image

Look Beyond The Glory!


Menjadi sebuah kewajaran ketika manusia hidup dengan seabrek dan banyak masalah-Ya kalau ga ada masalah berarti mati donk-. Dimana pun ia berada, kapanpun, berperan sebagai apapun, sedang melakukan apapun pasti di sana ada masalah. Tak dapat dipungkiri, masalah ini pasti akan selalu menemaninya hingga akhir hayatnya dan tepat ketika ia meninggal maka masalahnya di dunia akan berakhir.

Di sisi lain masalah ini pula yang kerap kali membebani manusia. Ia bisa dilelahkan, disulitkan, bahkan dibunuh dengan masalah yang ada ini. Bahkan psikologi mereka yang sedang memiliki banyak masalah adalah merasa bahwa mereka adalah seseorang yang memiliki masalah paling besar dan sulit untuk diselesaikan dan tentunya tidak ada seorangpun di dunia ini yang mengerti tentang dirinya. Ya, inilah yang kerap kali dipikirkan oleh mereka yang memiliki banyak masalah walau tentu kita tahu jelas bahwa anggapan seperti ini adalah keliru.

Manusia kerap kali kalah terhadap masalah yang ada? Menjadi down dan tak mampu berpikir solusi yang tepat untuk masalah yang sedang ia hadapi apa. Itupun kalau ia mampu memikirkan masalah tapi ada satu kondisi dimana justru yang bisa ia lakukan hanyalah meratap dan bersedih.

Baik, coba kita lihat alam semesta ini. Pernahkah kita pergi ke sebuah pantai kemudian memandang ke arah laut lepas dan di sana Sang Maha Pencipta menghadirkan sebuah pemandangan luar biasa? Sebuah pemandangan yang sangat luas hingga kemudian sejauh mata memandang maka tak ada habisnya pemandangan tersebut. Muncullah sebuah ungkapan yakni di atas langit masih ada langit, di belakang gunung masih ada gunung, dan seterusnya.

Dari sini seharusnya kita bisa belajar bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan alam yang sedemikian luar biasa luas. Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari sini bahwa masalah-masalah yang ada pasti selalu ada solusinya. Jika satu solusi tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada maka pasti ada solusi yang lain yang bisa. Seperti layaknya alam yang terbentang begitu luas maka tentu Allah pun menyediakan solusi yang sedemikian banyak dan luas untuk tiap permasalahan kita. Ingat, bahwa Allah tak mungkin memberikan ujian yang tidak mampu dilampaui hambaNya. Setiap masalah pasti ada solusinya, pertanyaannya adalah maukah kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai solusi tersebut?

Orang yang visioner adalah orang yang selalu melihat kepada tujuannya bukan hambatan yang menghalangi tujuannya dan ialah orang yang akan berhasil.

Sebaliknya,

Orang yang lemah adalah orang yang selalu fokus pada hambatan dan senantiasa mencari alasan atas sesuatu yang tak bisa ia lakukan sebagai sebuah pembenaran. Ialah orang yang akan gagal.

Jadi, mau menjadi yang manakah kita?

But to Look Beyond The Glory is The Hardest Part but It doesn’t mean that It was Impossible

By Ardiannur Ar-Royya
Rumah Sakit UNISMA Malang pukul 11.00 pm usai operasi adik kos yang alhamdulillah berjalan lancar

Posted from WordPress for BlackBerry

Khilafah untuk Palestina


Andaikan ia ada di sini
Tentu ia akan berteriak
Menyampaikan kemarahannya
Kepadaku, kamu, dan kita

Ingatkah engkau ketika mereka berlari
Kesana kemari tak tentu arah
Menghindar dari tembakan membabi buta
Dari kaum kaum yang buta mata dan hatinya

Mereka berteriak kepada kita
Membumbung tinggi membelah angkasa
Walau tahu tidak terdengar
Hanya berharap semoga Allah menyampaikannya

Darah dan daging menghambur di bumi mereka
Saksi bisu atas kekejian bangsa tak tau adab
Namun juga menjadi saksi heroik atas perjuangan tertinggi
Mencari ridho ilahi

Tangisan menggores dunia
Kehilangan atas orang tercintanya
Bukan kesedihan hadir di sana
Justru sebuah janji yang terpatri makin kuat dan dalam

Janji untuk melanjutkan perjuangan
Janji untuk bertemu di surga
Janji untuk mengorbankan semuanya
Janji suci nan sakral tak tergantikan
Continue reading

Hukum Jabat Tangan dengan Wanita Non Mahram


Wanita selalu menggoda, namun kadang pula godaan juga karena si pria yang nakal. Islam selalu sendiri mengajarkan agar tidak terjadi kerusakan dalam hubungan antara pria dan wanita. Oleh karenanya, Islam memprotek atau melindungi dari perbuatan yang tidak diinginkan yaitu zina. Karenanya, Islam mengajarkan berbagai aturan ketika pria-wanita berinteraksi. Di antara adabnya adalah berjabat tangan dengan wanita non mahram.

Pendapat Ulama Madzhab Tentang Berjabat Tangan dengan Non Mahram

Mengenai hukum bersalaman atau berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, hal ini terdapat perselisihan pendapat di antara para ulama. Ada di antara mereka yang membedakan antara berjabat tangan dengan wanita tua dan wanita lainnya.

Bersalaman dengan wanita tua yang laki-laki tidak memiliki syahwat lagi dengannya, begitu pula  laki-laki tua dengan wanita muda, atau sesama wanita tua dan laki-laki tua, itu dibolehkan oleh ulama Hanafiyah dan Hambali dengan syarat selama aman dari syahwat antara satu dan lainnya. Karena keharaman bersalaman yang mereka anggap adalah khawatir terjerumus dalam fitnah. Jika keduanya bersalaman tidak dengan syahwat, maka fitnah tidak akan muncul atau jarang.

Ulama Malikiyyah mengharamkan berjabat tangan dengan wanita non mahram meskipun sudah tua yang laki-laki tidak akan tertarik lagi padanya. Mereka berdalil dengan dalil keumuman dalil yang menyatakan haramnya.

Sedangkan ulama Syafi’iyyah berpendapat haramnya bersentuhan dengan wanita non mahram, termasuk pula yang sudah tua. Syafi’iyah tidak membedakan antara wanita tua dan gadis.

Sedangkan berjabat tangan antara laki-laki dengan gadis yang bukan mahramnya, dihukumi haram oleh ulama madzhab yaitu Hanafiyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hambali dalam pendapat yang terpilih, juga oleh Ibnu Taimiyah. Ulama Hanafiyah lebih mengkhususkan pada gadis yang membuat pria tertarik. Ulama Hambali berpendapat tetap haram berjabat tangan dengan gadis yang non mahram baik dengan pembatas (seperti kain) atau lebih-lebih lagi jika tidak ada kain. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 37: 358-360)

Dalil yang Jadi Pegangan

Pertama, hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha

‘Urwah bin Az Zubair berkata bahwa ‘Aisyah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata,

عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَتِ الْمُؤْمِنَاتُ إِذَا هَاجَرْنَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُمْتَحَنَّ بِقَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ (يَا أَيُّهَا النَّبِىُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لاَ يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلاَ يَسْرِقْنَ وَلاَ يَزْنِينَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ. قَالَتْ عَائِشَةُ فَمَنْ أَقَرَّ بِهَذَا مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ فَقَدْ أَقَرَّ بِالْمِحْنَةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَقْرَرْنَ بِذَلِكَ مِنْ قَوْلِهِنَّ قَالَ لَهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « انْطَلِقْنَ فَقَدْ بَايَعْتُكُنَّ ». وَلاَ وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ. غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ – قَالَتْ عَائِشَةُ – وَاللَّهِ مَا أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى النِّسَاءِ قَطُّ إِلاَّ بِمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى وَمَا مَسَّتْ كَفُّ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَفَّ امْرَأَةٍ قَطُّ وَكَانَ يَقُولُ لَهُنَّ إِذَا أَخَذَ عَلَيْهِنَّ « قَدْ بَايَعْتُكُنَّ ». كَلاَمًا.

“Jika wanita mukminah berhijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka diuji dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina ….” (QS. Al Mumtahanah: 12). ‘Aisyah pun berkata, “Siapa saja wanita mukminah yang mengikrarkan hal ini, maka ia berarti telah diuji.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkata ketika para wanita mukminah mengikrarkan yang demikian, “Kalian bisa pergi karena aku sudah membaiat kalian”. Namun -demi Allah- beliau sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun. Beliau hanya membaiat para wanita dengan ucapan beliau. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah menyentuh tangan mereka.  Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku telah membaiat kalian.” (HR. Muslim no. 1866).

Continue reading