*Tulisan ini aku dedikasikan untuk adik-adik kelasku yang sebentar lagi akan menempuh UAN dan memasuki dunia perkuliahan serta sebagai renungan ulang bagi kawan-kawanku yang sekarang sedang menjalani dunia perkuliahan.
~Tidak lulus UAN adalah sebuah kiamat dan kematian~
Ini mungkin yang menjadi filosofi kebanyakan siswa kelas XII SMA yang akan menghadapi UAN. Bagi mereka, UAN ini yang nantinya akan sangat menentukan nasib mereka. Karena, jika mereka tidak lulus maka akan banyak masalah yang akan mereka dapatkan dan hadapi. Bahkan tertanam dalam pikiran mereka bahwa, “Ga lulus UAN, dunia bakal kiamat deh!”, “Ga lulus UAN artinya kematian bagiku, aku ga sanggup hidup deh!”, “Mending ku mati deh daripada ga lulus UAN, ga sanggup aku nahan malunya!”, dan anggapan lainnya. Anggapan ini ternyata memberikan implikasi yang buruk dalam diri mereka, akibat pola pikir bahwa tidak lulus UAN = Kematian maka muncullah budaya ”Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.”
Yap, budaya ini kerap kali berkembang di kalangan remaja-remaja SMA yang akan menghadapi UAN. Pola pikir yang ada adalah mereka takut akan kengerian jika tidak lulus dalam UAN. Sehingga, otomatis mereka dituntut harus lulus dalam UAN yang nantinya akan mereka hadapi dan atas alasan ini akhirnya membuat mereka menempuh segala macam cara, mekanisme untuk bisa lulus UAN ini. Termasuk cara-cara dan mekanisme yang tidak fair, terlebih lagi tidak dibolehkan oleh Islam.
