“Waktu tak pernah berbelas kasih, ia senantiasa beranjak dari satu tempat ke tempat lain. Menghinggapi berbagai skenario kehidupan manusia hingga kemudian skenario kehidupan itu habis. Namun waktu senantiasa beranjak, ia melebihi skenario kehidupan yang berbatas, karena waktu tak pernah ada yang tahu batasannya. Hanya Ia, Sang Pencipta Alam lah yang tahu batas waktu yang mampu membatasinya. Aku, kamu, kita, mereka, semuanya tidak ada yang tahu! Hingga sadar bahwa waktu telah meninggalkan semua!”
Untaian sedikit kata-kata ini mengajakku untuk memikirkan lebih dalam lagi, apa yang sudah terjadi selama satu tahun ini. Kesadaran bahwa mungkin waktu semakin menipis telah memukulku untuk ber-muhasabah tentang diri ini. Hah, ternyata sudah selama ini hidup di dunia ya?