
Isu-isu hangat kok aneh?
Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak sekali berbagai kejadian di Indonesia yang jika kita hubungkan dengan keberadaan dan eksistensi Islam di sini tentu lah akan menghasilkan suatu kesimpulan yang memang bisa dikatakan sebagai sebuah hal yang aneh. Isu-isu seperti terorisme, pengeboman, kekerasan, dan lainnya selalu dihubungkan dengan Islam. Isu terorisme atau bom misalnya, langsung saja tanpa analisa yang bersifat intelektual kemudian dihubungkan dengan Islam sebagai sebuah agama keras, kejam, dan lainnya. Bahkan definisi dari jihad pun menjadi terdistorsi hingga dianggap sebagai sebuah hal yang sangat mengerikan. Banyak lagi berbagai isu dan juga kejadian yang notabene membuat Islam menjadi tersudutkan.
Belum lagi kasus NII yang kemudian mencuat setelah bertahun-tahun tidak muncul. NII KW 9 atau lebih tepatnya NII palsu ini memang sebuah isu yang sengaja dipelihara oleh pemerintah untuk mengalihkan perhatian rakyat Indonesia dari berbagai kejadian yang seharusnya mendapat perhatian serius dari rakyat seperti misalnya korupsi, Gayus, dls. NII memang sengaja dibangkitkan kembali isunya oleh pemerintah sebagai sebuah counter attack akan perkembangan Islam yang sungguh sangat luar biasa dewasa ini, terlebih lagi masyarakat semakin sadar bahwa Islam lah yang satu-satunya bisa menjadi solusi praktis dalam setiap permasalahan hidup yang ada sekarang. Isu yang dibawa NII, yakni Negara Islam Indonesia adalah sebuah isu yang memang sengaja dibawa dan diangkat juga sebagai counter attack atas mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menegakkan Syariat dan Khilafah atau Negara Islam, Daulah Khilafah Rasyidah Min Haj Nubuwwah Ats Tsaniyah. Tentu bukan yang dimaksud dengan Negara Islam versi NII, namun Negara Islam dalam bentuk Daulah Khilafah Rasyidah Min Haj Nubuwwah Ats Tsaniyah yang tidak hanya menjadi pemersatu bagi kaum muslim di Indonesia saja tapi juga di seluruh dunia.
Isu-isu seperti terorisme, pengeboman, dan lainnya. Juga isu NII KW 9 yang akibat tindakannya dalam hal menculik, memeras, bahkan berzina dan lainnya membuat satu blunder yang sungguh sangat tidak baik di masyarakat khususnya kalangan mahasiswa. Akibatnya para masyarakat Indonesia terlebih mahasiswa pasca mendengar kejadian mahasiswa-mahasiswa yang diculik oleh NII KW 9 itu menjadi takut dan phobia dengan Islam. Bahkan hanya sekedar ikut pengajian umum saja takut, terlebih ikut kajian khusus atau intensif. Kelompok-kelompok studi Islam ditakuti keberadaannya bahkan ada yang langsung mem-black list kelompok-kelompok ini. Lebih jauh, masyarakat termasuk kalangan mahasiswa pun semakin takut dan juga menjauh terhadap agamanya sendiri.
Islam, Cinta berkawan!
Benarkah wajah Islam begitu mengerikannya? Begitu menakutkannya? Begitu kejam dan beringasnya?
Lalu bagaimana dengan AS yang telah membantai ratusan bahkan jutaan muslim di Irak, Pakistan, pun di Palestina?
Bagaimana dengan Israel yang pun juga melakukan hal yang sama?
Atau mungkin Densus 88 yang tidak kenal siapapun, dalam keadaan apapun langsung main tembak saja? Tidak peduli orang yang dimaksud atau bukan? Pokoknya asalkan sudah membunuh orang, mereka sudah puas!
Pertanyaannya, siapa yang lebih pantas disebut teroris? Islam atau mereka?
Kita semua harus mengerti bahwa tidak semua pemberitaan di media yang ada itu proporsional dengan fakta sebenarnya, bahkan bisa jadi salah. Sebagai seorang muslim, dalam statusnya sebagai seorang mahasiswa tentu harus mampu bersikap kritis dan cerdas termasuk mampu memilih yang mana berita yang memang isinya bisa kita ambil dan yang tidak.