Malam begitu gelap
Begitu hening senyap
Kedamaian menyelimuti alam
Menorehkan rasa cinta terdalam
Bulan mengintip malu
Anggun dengan pesona tanpa batas waktu
Berkawan awan-awan indah
Tiada luka sampah
Bersimpuh di bawahnya
Menengadah kehadapnya
Menerawang jauh hingga ke langit sana
Menembus hari tak terkira
Tak sempat meraba
Hilang jatuh ke bumi fana
Kembali bangkit
Walau nyawa sudah setitik ikat
Melihat segaris warna merah di atas sana
Tajam, tegar, kuat tak hampa
Mengembara di hadir hati
Tanpa kelu ungkapan diri
Tidak sombong
Tidak pula angkuh temaram
Hanya menjaga cahayanya nan rindang
Dari ganasnya malam
Tanpa lelah
Terus menunggu
Tanpa mengeluh
Temani cahaya padu
Mata coba melihat
Tangan usaha menggapai
Pikiran ingin sampaikan semburat
Badan menyatakan gelisah diri
Continue reading →