Dari Mimbar Dakwah ke Mimbar Porno

Ketika awal masuk parlemen, Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin memberikan taujih  (arahan) kepada kader-kadernya yang duduk di parlemen untuk menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah.

Menyampaikan nilai-nilai dakwah illallah, dan mengajak serta mengarahkan parlemen menjadi wasilah (sarana) untuk melakukan ishlah (reformasi) terhadap kehidupan bernegara. Sehingga, tercipta perbaikan terhadap negara, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti yang dicita-citakan.

Alih-alih melakukan ishlah (reformasi) terhadap kehidupan bernegara seperti yang dicita-citakan, sehingga kehidupan negara dan bangsa bersuaian dengan nilai dan prinsip Islam, tetapi  sesudah menjelang memasuki periode kedua (2009-2014), PKS bukan hanya  tidak  berhasil mengubah kondisi dan kehidupan yang ada, justru kadernya mengukir sejarah yang hitam kelam dalam parlemen Indonesia. Di mana salah satu anggota parlemen yang merupakan kader PKS membuka situs porno, saat paripurna yang akan membahas masalah yang sangat peka dan menjadi perdebatan masyarakat yaitu pembangunan gedung baru DPR yang akan menelan biaya Rp 1.123 triliun.

Continue reading