Pertanyaan Besar dalam Hidup

Manusia dan hidup

Dua hal yang tidak pernah bisa dipisahkan, manusia dan hidup. Dua hal ini lah yang kemudian memiliki hubungan yang sangat erat dalam tatanan yang ada di sekitar kita ini. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang kemudian memiliki kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa daripada makhluk hidup lainnya. Kemuliaan yang dimiliki manusia adalah ketika ia dianugerahi akal oleh Allah yang tidak pernah dianugerahkan Allah kepada makhluk ciptaanNya yang lain. Kemudian hidup yang tentunya menyimpan rahasia yang sungguh sangat hebat dan misterius, dari hidup lah semuanya bermula. Manusia dan hidup, terkadang manusia menjadi subjek pelaku adanya hidup bahkan juga terkadang ia bisa menjadi objek untuk berjalannya hidup.

Akal yang diberikan Allah kepada seorang manusia bukan hanya pemberian sia-sia semata, akal dihadirkan Allah sebagai sebuah jalan bagi manusia untuk menemukan berbagai rahasia kehidupan yang telah disediakan oleh Allah. Akal pun diberikan Allah agar manusia mampu meresapi berbagai fakta yang ada di kehidupannya, terlebih akal menjadi sangat penting agar manusia mampu memahami perintah pencipta dirinya mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidup ini.

 

Uqdatul Kubra, fitrah manusia

Menjadi sebuah kewajaran yang merupakan akibat dari adanya akal pada diri manusia, ia akan senantiasa membuat pertanyaan dan juga mencari jawaban mengenai kehidupan yang saat ini tengah berlangsung dan berhubungan dengan dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang kemudian akan menentukan cara dirinya hidup, cara dia membangun ranah pemikirannya, cara ia memutuskan suatu hal, dan cara-cara lainnya yang berhubungan dengan hidupnya.

Setidaknya ada tiga pertanyaan kunci yang akan membuka dan mengawali lembaran hidup seorang manusia. Pertanyaan yang sudah coba dijawab semenjak dahulu, tentunya dengan berbagai jawaban dan juga berbagai dasar yang melandasi jawaban-jawaban tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :

1.      Darimana manusia berasal?

2.      Untuk apa manusia hidup di dunia?

3.      Kemana manusia akan pergi setelah kehidupannya?

Ketiga pertanyaan inilah yang kemudian akan menentukan bagaimana cara hidup seorang manusia. Yang akan senantiasa menjadi landasan hidup manusia dalam seluruh aspek kehidupannya.

Continue reading

Renungan 19 Tahun

Ardiannur Ar-Royya“Waktu tak pernah berbelas kasih, ia senantiasa beranjak dari satu tempat ke tempat lain. Menghinggapi berbagai skenario kehidupan manusia hingga kemudian skenario kehidupan itu habis. Namun waktu senantiasa beranjak, ia melebihi skenario kehidupan yang berbatas, karena waktu tak pernah ada yang tahu batasannya. Hanya Ia, Sang Pencipta Alam lah yang tahu batas waktu yang mampu membatasinya. Aku, kamu, kita, mereka, semuanya tidak ada yang tahu! Hingga sadar bahwa waktu telah meninggalkan semua!”

Untaian sedikit kata-kata ini mengajakku untuk memikirkan lebih dalam lagi, apa yang sudah terjadi selama satu tahun ini. Kesadaran bahwa mungkin waktu semakin menipis telah memukulku untuk ber-muhasabah tentang diri ini. Hah, ternyata sudah selama ini hidup di dunia ya?

Continue reading

Senyum Kesedihan

Waktu mengalir perlahan

Meninggalkan bekas jejak hidup nyata

Kadang hilang ditelan kehidupan di depan

Namun tetap bertahan dalam singgasananya

 

 

Sang merah berjalan dalam terang gelap hidup

Berjuang tanpa kenal lelah

Hinggap di satu adegan hidup

Dihiasi berbagai bahagia dan masalah Continue reading