Ismail Yusanto: Dulu Kita Merdeka Atas Nama Allah, Kenapa Sekarang Meninggalkan Tuntunan Allah?


Pada bulan Ra’jab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.

“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.

Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.

”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.

Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.

Continue reading

Konferensi Rajab HTI : Hutang Indonesia 3 Juta Kali Lipat Luas Stadion Lebak Bulus


Dalam kesempatan Konferensi Rajab yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kemarin, Ketua DPP HTI, MR. Kurnia mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Dengan membacakan makalah berjudul “Indonesia Dalam Cengkeraman Kapitalisme Global”, ia menyatakan hutang Indonesia saat ini sudah mencapai angka Rp. 1117 Triliun. Maka lewat hitungannya, ia memprediksi hutang Indonesia akan berjuta kali lipat luas lapangan sepak bola Lebak Bulus.

“Hutang Indonesia 3.357.504 kali kipat (luas) stadion Lebak Bulus.” Ujarnya secara rinci lagi berapi-api.

Menurutnya lagi, akibat cengkeraman hutang Indonesia maka tiap bayi di Indonesia akan membawa beban hutang sebesar 7,5 juta rupiah. Sedangkan dalam bidang moral, omset bisnis pornografi di Indonesia mencapai Rp. 18 juta per detik.

Continue reading

Revolusi Timur Tengah: Umat Tidak Diam Terhadap Kezaliman Diktator

Malang- HTI Press. Revolusi Timur Tengah yang telah dan sedang terjadi kini semakin jelas tidak mengarah pada perubahan sistem. Hanyalah akumulasi kemuakan rakyat pada rezim semata. Menurut Ismail, jubir HTI yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi publik bertajuk Hidup Sejahtera Dalam Naungan Khilafah Islamiyah di Aula Sport Center UIN Maliki Malang, ini menjadi bukti bahwa umat tidak diam dengan ulah kezaliman para rezim diktator.

Pada titik klimaks kemarahannya, rakyat akan melampiaskan kekecewaan dan kebenciannya kepada para rezim diktator dan pemerintahan yang korup dengan menggulingkannya. Penguasa zalim pasti tumbang.

Dalam kesempatan diskusi publik pada Ahad (10/4) itu Ismail juga menegaskan betapa hipokritnya Barat. Ia memberi contoh penolakan Perancis atas permohonan suaka presiden Tunis Ben Ali. Penolakan Perancis dan Amerika atas permohonan suaka Presiden Mesir Husni Mubarak. Bahkan Amerika membajak citra revolusi Mesir dengan mendatangkan Hilllary Clinton ke lapangan Tahrir Mesir.

Continue reading

Seruan Khilafah di tengah Krisis Tunisia

Seruan khilafah menggema saat krisis Tunia. Meskipun nyaris tidak diekspos oleh media asing, sebuah video menunjukkan diantara para demonstran saat krisis Tunisia terdapat sekelompok umat Islam yang menyerukan Khilafah (lihat : www.hizb.org.uk). Sebelum pawai dimulai , pembicara utama mengingatkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan Muslim untuk tidak merusak pohon bahkan dalam kondisi perang, Islam juga melarang merusakan barang-barang milik orang lain. Terdapat seruan yang tegas menyerukan perjuangan non kekerasan yang berdasarkan Islam.

Continue reading

Keunikan Hizbut Tahrir – Sebuah Analisis Politik

Oleh : Dr. Ing Fahmi Amhar*

Hizbut Tahrir (“Partai Pembebasan”) adalah sebuah fenomena politik Indonesia yang unik. Dari seratus lebih parpol yang mewarnai pentas nasional sejak reformasi 1998, HT adalah “partai” yang barangkali tertua. Didirikan 1953 di Jordania, HT dari awal menyebut dirinya partai politik, bukan sekedar gerakan dakwah. Sifatnya yang kosmopolit dan internasional, membuat HT berada di mana-mana. Di Indonesia HT eksis dengan legalitas sebagai organisasi massa dengan nama HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Untuk memahaminya, berikut sekilas “yang unik” dari HT.

1. Da’wah Group – but also Political Party HT adalah kelompok dakwah, yang diperintahkan menasehati siapa saja (QS 3:104), sedang yang paling berhak dinasehati itu adalah penguasa, yang mengurusi segala masalah ummat (tanpa dibatasi). Maka dakwah seperti ini bisa disebut aktivitas politik, dan kelompoknya bisa disebut partai politik.

2. Politics – but smart & smarting the people Namun aktivitas politik HT adalah “high-politics” atau “smart and smarting politics”. HT mendidik masyarakat agar sadar hak dan kewajiban islaminya, sehingga mereka bisa mengawasi penguasanya, agar memerintah sesuai dengan Islam. Bagi HT sudah cukup bahwa masyarakat bersama penguasanya berjalan islami, tanpa harus berkuasa sendiri.

3. Political party – but extra parlementary Meski HT adalah partai politik, namun HT memilih berjalan di luar parlemen. Karena itu HT juga tidak berminat turut dalam Pemilu, sekalipun memiliki massa yang banyak. Ini karena HT memandang, parlemen dalam sistem demokrasi tidak sepenuhnya kompatibel dengan Islam, dan tidak akan mampu memberi jalan bagi tegaknya Islam di manapun. Dan fakta sejarah di berbagai negara menunjukkan bahwa perubahan yang revolusioner tidak pernah, tidak bisa dan tidak perlu melalui jalan parlemen. Meski demikian HT membolehkan seorang muslim yang memperjuangkan Islam via parlemen untuk muhasabatul hukkam (menasehati penguasa) atau untuk menguak hukum-hukum atau perilaku penguasa yang bertentangan dengan Islam.

Continue reading

MABIT bersama MABA 2010 UB

Sabtu, 7 Agustus 2010 merupakan hari terakhir dari rangkaian acara orientasi pendidikan masing-masing fakultas di Universitas Brawijaya. Sejak tanggal 4-7 Agustus 2010, para mahasiswa baru angkatan 2010 melalui berbagai macam rangkaian acara orientasi pendidikan. Pada hari Sabtu bisa dikatakan merupakan hari kemerdekaan bagi mereka semua mengingat acara yang sangat melelahkan selama empat hari itu sudah berakhir. Apalagi hingga tanggal 22 Agustus nanti, kampus masih libur. Waktu yang cukup panjang untuk pulang bagi mereka-mereka yang berasal dari luar kota Malang.

Sebelum para MABA 2010 pulang ke daerah mereka masing-masing, saya bersama beberapa orang teman dari angkatan di atas 2010 mengadakan acara tafakur alam ke sebuah objek wisata kota Batu atau mungkin lebih pantas disebut sebagai daerah pegunungan. Minggu, 8 Agustus 2010 setelah shalat ashar kami bersama para rombongan beberapa MABA 2010 kenalan kami berangkat menuju sebuah villa milik seorang ustadz kami di daerah Batu sana. Berangkat menggunakan angkot seraya membawa berbagai macam peralatan terutama pakaian-pakaian hangat karena di sana udaranya sangat dingin.

Continue reading

Pernyataan HTI Terkait Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir

PERNYATAAN

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir

Berkenaan dengan penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir pada 9 Agustus lalu di daerah Banjar Jawa Barat oleh Densus 88 Mabes Polri dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan kegiatan terorisme, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

  1. Mengecam penangkapan itu sebagai tindakan dzalim, apalagi dengan cara-cara penangkapan yang terlihat sangat kasar seolah-olah benar Ustadz Abubakar Ba’asyir adalah seorang penjahat besar. Beliau adalah seorang ustadz yang tempat tinggalnya jelas. Jelas juga kegiatan sehari-harinya. Maka tidak semestinya beliau diperlakukan sebagai orang yang seolah telah melakukan kejahatan besar dan hendak melarikan diri.
  2. Sangat meragukan tudingan Densus 88 Mabes Polri bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir terlibat dalam perkara yang dituduhkan, yakni merencanakan, mendanai dan melaksanakan kegiatan terorisme di Aceh, mengingat pelatihan yang disebut itu sesungguhnya adalah pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka persiapan Jihad di Jalur Gaza sebagai respon atas serangan brutal Israel terhadap wilayah itu pada akhir tahun 2008 lalu.
  3. Menengarai bahwa penangkapan itu tidak lebih untuk menyenangkan pihak asing (AS dan sekutunya) mengingat Ustadz Abubakar Ba’asyir selama ini memang telah diposisikan sebagai Amir Jamaah Islamiyyah. Tidak puas rasanya bila sang Tokoh ini tidak juga segera ditangkap. Maka dibuatlah rekayasa, termasuk rekayasa keterlibatan Ustadz Abu dal;am pelatihan di Aceh, untuk menjadi bukti seolah benar bahwa memang beliau terlibat dalam kegiatan terorisme. Ini juga dilakukan agar seolah War On terrorism adalah benar, padahal itu hanya kedok saja untuk memerangi Islam, sementara pelaku terorisme sebenarnya, yakni AS dan sekutunya, sebagaimana terlihat di Irak, Afghanistan, Palestina dan di tempat lain, tidak tersentuh sama sekali. Ini menunjukkan pemerintah Indonesia tidak merdeka secara politik.
  4. Penangkapan itu juga sebagai usaha untuk mengalihkan pandangan masyarakat dari kasus-kasus besar yang melibatkan para petinggi polri seperti Markus, Rekening gendut dan sebagainya. Polisi alih-alih segera menuntaskan kasus-kasus itu malah membuat langkah dzalim dengan menangkap Ustadz Abu
  5. Percayalah bahwa setiap kedzaliman pasti akan berakhir. Kedzaliman juga tidak akan bisa menghentikan perjuangan Islam bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Allahu Akbar!

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796  Email: Ismailyusanto@gmail.com