Wah, sudah lama nih saya ga nulis, berbagai macam kesibukan dan kegiatan sepertinya benar-benar menyita bahkan menyedot habis waktu saya untuk menulis. Tak apa-apa, walau sudah lama tidak bercengkrama dengan keyboard laptop dan membiarkan jari-jari tangan menari indah di atasnya, saya akan menulis lagi, doakan saja saya masih bisa menelurkan, atau melahirkan, atau apalah, tulisan-tulisan yang bermutu, bagus, menarik, dan lucu –yang ini tidak masuk dalam kategori utama sebenarnya-.
Yah, setidaknya untuk mengisi mading Forkalam kali ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman, kisah, cerita, dan wejangan. Nah, tulisan ini saya khususkan untuk orang-orang yang bersemangat, banyak kegiatan, dan jelas belum nikah –eh, ga ding! Bercanda. Hehe- atau dalam bahasa yang lebih sederhana, saya lebih mengkhususkan tulisan ini pada orang-orang yang bernama PEMUDA!
Jelas, jika pemuda pasti umurnya masih yah kira-kira antara 17-20 tahun lah! Jadi, bagi mereka yang berumur di bawah 17 masih dikatakan anak-anak dan kalau yang berumur di atas 20, kalian tentu tahu mereka dikatakan apa! Tapi, bukan berarti tulisan ini tidak boleh dibaca oleh mereka yang tidak tepat berumur yang saya definisikan sebagai pemuda, silahkan dibaca tapi tanggung sendiri akibatnya ya?
Baik-baik, mari kita mulai serius! Kebanyakan bercanda bisa-bisa baru 50-an lebih halaman baru selesai nih tulisan. Yang baca aja ga nahan bacanya, apalagi yang nulis –atau mungkin kebalik yah? -_-a
Udah deh, let’s cekidot!
Pemuda, pemuda, dan pemuda
Pemuda, banyak orang yang mungkin sudah mendefinisikan kata ini. Karena itulah, saya juga ingin mendefinisikannya lagi. Perlu diingat, bahwa ini adalah definisi yang saya buat sendiri, jadi kalau misalnya kurang berkenan atau mungkin tidak sependapat dan punya pendapat yang lebih baik silahkan hubungi pihak yang berwenang –yang jelas bukan polisi tapi penulisnya J-
Bagi saya, pemuda adalah mereka-mereka yang memiliki kemampuan yang lebih diantara sekian banyak elemen masyarakat yang ada. Merekalah yang memiliki semangat pergerakan tertinggi, semangat perubahan yang paling membara, juga tingkat kepintaran yang tidak bisa dibilang remeh. Pemuda lah yang memiliki kekuatan baik ketika kita berbicara kekuatan fisik maupun kekuatan batin atau jiwa. Menilik sejarah, khususnya Indonesia tentu kita akan menemukan begitu banyak hal yang bisa kita kaitkan dengan pemuda. Terlepas hal itu adalah hal yang baik dan membanggakan atau sebaliknya. Ambil saja contoh bagaimana sejarah keruntuhan rezim otoriter dari Soeharto, yang mana juga ditumbangkan karena aktivitas mahasiswa yang sungguh luar biasa. Mereka yang memprakarsai perubahan pada saat itu, para kaum cendekiawan dari para pemuda yang benar-benar menoreh sebuah sejarah yang tidak bisa dikatakan biasa-biasa aja.
Walau begitu, bagi saya tetap saja sejarah para pemuda yang luar biasa ada pada para pemuda Islam. Pemuda Islam atau dalam bahasa arab disebut sebagai syabab, benar-benar menorehkan sejarah yang saya bisa katakan dan jamin tidak akan pernah bisa ditandingi oleh peradaban manapun kecuali oleh para syabab Islam generasi sesudahnya yang Insya Allah juga mampu menorehkan hal yang sama bahkan mungkin lebih hebat lagi.
Manusia dan hidup
Warga v.s. Ahmadiyah



