<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardiannur Ar-Royya&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ardiroyya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardiroyya.wordpress.com</link>
	<description>Mengembalikan Kehidupan Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Dec 2011 06:27:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardiroyya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3c63339a0b5a0b67a64b7cc1c8cd0cfb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ardiannur Ar-Royya&#039;s Blog</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardiroyya.wordpress.com/osd.xml" title="Ardiannur Ar-Royya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardiroyya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Barat Membajak Revolusi! Bagaimana dengan Indonesia?</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/30/barat-membajak-revolusi-bagaimana-dengan-indonesia/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/30/barat-membajak-revolusi-bagaimana-dengan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 16:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[HUtang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hutang luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam moderat]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[politik indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi industri]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi Timur Tengah yang dahsyat telah berhasil menurunkan sebagian penguasanya yang diktator dan antek Barat. Penguasa Tunisia, Mesir dan Libia sudah dipaksa turun. Yang sedang menunggu ajal politik kini adalah penguasa di Suriah dan Yaman. Sungguh, perjuangan ini tentu patut &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/30/barat-membajak-revolusi-bagaimana-dengan-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=524&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><img class="alignright" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/revolution.jpg?w=380&#038;h=380" alt="" width="380" height="380" />Revolusi Timur Tengah yang dahsyat telah berhasil menurunkan sebagian penguasanya yang diktator dan antek Barat. Penguasa Tunisia, Mesir dan Libia sudah dipaksa turun. Yang sedang menunggu ajal politik kini adalah penguasa di Suriah dan Yaman. Sungguh, perjuangan ini tentu patut disyukuri dan dihargai. Namun pertanyaannya, sudahkah perubahan ini menuju arah yang benar sesuai Islam?</p>
<p>Perubahan yang hakiki di negeri-negeri Islam seharusnya mengandung 2 (dua) unsur utama agar arahnya benar; <em>Pertama</em>, menjadikan Islam, baik aqidah maupun syariahnya, sebagai panduan ideologis untuk mendirikan negara Khilafah, yang akan menerapkan Islam secara utuh di dalam negeri dan menyebarkan Islam dengan jihad ke luar negeri. <em>Kedua</em>, menolak secara total segala bentuk intervensi asing ke negeri-negeri Islam dan tidak minta bantuan kepada asing. (<em>Al-Waie</em> [Arab], No 291, Rabiul Akhir 1432/ Maret 2011, hlm. 4).</p>
<p>Kedua unsur tersebut tidak terpenuhi dalam revolusi Timur Tengah hingga akhir 2011 ini. Yang terjadi hanyalah perubahan sosok penguasa, bukan perubahan sistem menjadi negara Khilafah. Artinya, unsur pertama tidak terpenuhi. Unsur kedua juga tidak terpenuhi karena intervensi Barat, khususnya dari Amerika, Inggris, dan Prancis telah berlangsung baik di Tunisia, Mesir, Libia maupun; juga di negeri-negeri yang sedang bergolak kini, yaitu di Yaman dan Suriah.</p>
<p>Maka dari itu, boleh dikatakan perubahan Timur Tengah kini menjadi tidak jelas lagi arahnya. Semua ini akibat ulah Barat yang dengan segala kecanggihan politiknya berhasil membajak arah perubahan Timur Tengah ke arah yang sesuai dengan kepentingannya.</p>
<p>Berbagai cara digunakan Barat untuk membajak arah perubahan ini. Yang terpenting ada 5 (lima) cara. <em>Pertama</em>: memanfaatkan politisi boneka. <em>Kedua</em>: memberikan bantuan ekonomi (utang). <em>Ketiga</em>: melakukan intervensi militer. <em>Keempat</em>: mempropagandakan Islam moderat. <em>Kelima</em>: mengendalikan media massa guna mempengaruhi opini publik.<br />
<strong><span id="more-524"></span></strong></p>
<p><strong>Politisi Boneka/Agen </strong></p>
<p>Barat selalu memanfaatkan para politisi lokal untuk melayani kepentingannya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai intervensi politik negara-negara Barat di masing-masing negeri Timur Tengah. Intervensi politik ini tak akan berjalan, kecuali ada peran para politisi lokal yang menjadi kepanjangan tangan Barat. Timur Tengah memang sejak lama telah menjadi ajang rivalitas politik yang keras di antara negara-negara imperialis Barat.</p>
<p>Di Tunisia, perubahan dikendalikan Eropa (Inggris dan Prancis), jauh dari pengaruh Amerika, karena Tunisia sejak lama memang berada di bawah Eropa. Di Mesir, Amerikalah yang memegang kendali lewat militer Mesir, karena tak ada pengaruh Eropa yang efektif di sana. Di Libia dan Yaman, kekuatan Amerika dan Eropa hadir bersamaan, meski kekuatan Eropa lebih kuat daripada kekuatan Amerika. Di Suriah, keadaan lebih rumit. Amerika berkali-kali menegaskan tidak akan melakukan intervensi, karena posisi Suriah yang sentral dan krusial bagi kepentingan Amerika di Timur Tengah, seperti kepentingan Amerika di Israel dan Irak. Eksistensi Inggris di Suriah juga masih ada lewat agen-agennya yang dibina sejak lama (<em>Al Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 137).</p>
<p>Bagaimanakah intervensi politik Barat ini dapat berlangsung di negeri-negeri tersebut? Ya, semua berjalan utamanya lewat para politisi-politisi lokal yang menjadi boneka Barat. Di Mesir, misalnya, kepentingan Amerika dalam revolusi Timur Tengah ini dijalankan oleh Jenderal Sulaiman yang secara <em>de facto</em> menjadi pemimpin Mesir untuk sementara pasca turunnya Hosni Mubarak. Sulaiman tak ubahnya seperti Presiden Hosni Mubarak, atau Presiden Anwar Sadat, yang menjadi boneka politik Amerika pada masanya masing-masing.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Bantuan Ekonomi</strong></p>
<p>Barat juga memanfaatkan cara ekonomi untuk mengendalikan arah perubahan Timur Tengah. Dalam pertemuan negara-negara G-8 yang berlangsung 26-27 Mei 2011 yang lalu Prancis, disepakati pemberian utang berbunga kepada Tunisia dan Mesir guna mengarahkan kedua negara itu untuk menerapkan Kapitalisme di bidang ekonomi, dan demokrasi di bidang pemerintahan.</p>
<p>Negara-negara kapitalis G-8 itu telah menyiapkan dana lebih dari 20 miliar dolar AS untuk membendung Tunisia dan Mesir serta mengikatnya dengan berbagai syarat yang mematikan. Tujuannya agar kedua negara itu tetap berada dalam dominasi ekonomi kapitalis ribawi di bawah pimpinan Amerika dan Eropa.</p>
<p>IMF juga telah memberikan utang ribawi sebanyak 3 miliar dolar kepada Mesir (dari 12 miliar dolar AS yang dibutuhkan menurut perhitungan IMF) dengan bunga 3% untuk menutup defisit APBN dan mengatasi defisit perdagangan luar negeri. Mesir mengalami pelonjakan inflasi hingga 20% dan defisit APBN-nya mendekati 10% dari nilai GDP.</p>
<p>Di Tunisia, perdana menterinya telah meminta bantuan kepada G-8 sebanyak 25 miliar dolar AS dalam jangka waktu 5 tahun, guna mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang dikatakan dapat menyuburkan ekstremisme. Inilah cara Barat mengendalikan arah perubahan Timur Tengah melalui jalur bantuan ekonomi (<em>Al Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 138).<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Intervensi Militer</strong></p>
<p>Intervensi militer juga menjadi cara untuk membajak arah perubahan Timur Tengah. Di Libia, contohnya, terdapat dua kekuatan politik yang berpengaruh, yaitu Amerika dan Eropa. Eropa lewat NATO berkepentingan untuk segera melenyapkan Qaddafi. Adapun Amerika berusaha untuk mempertahankan Qaddafi dalam rangka melenyapkan pengaruh Eropa di Libia. Inilah yang mungkin membuat Amerika agak lamban berpartisipasi dalam operasi penggulingan Qaddafi.</p>
<p>Di Yaman juga terdapat persaingan kekuatan Amerika dan Eropa. Amerika ingin segera menurunkan Ali Abdullah Saleh, sedangkan Inggis justru ingin mempertahan-kannya. Inilah yang membuat revolusi Yaman tidak segera berakhir.</p>
<p>Intervensi militer di Libia jelas hanya bertujuan untuk mewujudkan kepentingan Barat, bukan membantu umat Islam menuju arah perubahan sesuai tuntutan Islam. Tujuan intervensi militer Barat itu ada dua. <em>Pertama</em>: membalas dendam kepada Qaddafi yang selama ini dianggap belum cukup membayar ganti rugi bagi korban peledakan pesawat Lockerby. <em>Kedua</em>: untuk menguasai minyak Libia yang sangat berlimpah.</p>
<p>Dampak intervensi militer ini menjadi musibah yang amat buruk bagi rakyat Libia. Selain tewasnya 25 ribu orang akibat perang saudara sejak Pebruari hingga Oktober 2011, dampaknya juga akan terasa dari segi ekonomi. Rakyat Libia akan jatuh ke dalam penjajahan ekonomi yang sangat eksploitatif. Semua harta Qaddafi yang disimpan di bank-bank Barat akan disita Barat untuk membayar ongkos intervensi militer ini. Pemerintahan Libia selanjutnya juga akan dipaksa menjual minyak dan gas Libia dengan harga amat murah kepada Barat, khususnya Amerika dan Prancis (<em>Al Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 156).<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Islam Moderat</strong></p>
<p>Barat juga memanfaatkan ide dan gerakan Islam moderat untuk mengubah haluan perubahan Timur Tengah. Ini dilakukan Barat karena terdapat opini umum yang kuat tentang Islam di Timur Tengah. Karena itu, Barat berusaha menggunakan isu Islam moderat untuk membentuk rezim-rezim baru berbaju Islam, sehingga seolah-olah sudah sesuai dengan Islam, padahal sebenarnya hanya bungkus untuk ideologi Barat. Tujuannya agar umat Islam tertipu dan menyimpang dari arah perubahan hakiki menuju penerapan Islam secara total dalam negara Khilafah.</p>
<p>Cherryl Bernard dkk dari RAND Corporation, sebuah lembaga kajian strategis di Amerika, pada tahun 2007 telah menggagas strategi untuk memanfaatkan Islam moderat dalam merekonstruksi Dunia Islam. Kajian ini memberi rekomendasi kepada Amerika agar menyokong orang-orang Islam moderat guna terjun dalam perang ideologis untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai kelompok jihadi fundamentalis dan kelompok Islam radikal.</p>
<p>Amerika merealisasikan strategi itu dengan dua langkah utama. <em>Pertama</em>: menyuplai ide-ide sekular kepada kelompok-kelompok Islam. Beberapa tokoh kelompok Islam di Kuwait dan Mesir pun kemudian menyuarakan ide Barat ini, antara lain orang non-Muslim boleh menjadi anggota partai Islam, atau anggapan bahwa seruan penegakan syariah hanyalah ajakan emosional belaka dan sudah ketinggalan zaman. <em>Kedua</em>:<em> </em>mengadakan kontak dengan gerakan-gerakan Islam di Mesir, Suriah, Kuwait, Lebanon, Palestina, dan lain-lain. Langkah Amerika ini juga diikuti oleh Eropa yang mengadakan kontak dengan kelompok-kelompok Islam, baik kontak terbuka maupun rahasia.</p>
<p>Tokoh yang dapat menjadi contoh representasi ide Islam moderat adalah Hasan Turabi (Sudan) dan Rasyid al-Ghanusyi (Tunisia). Hasan Turabi, seorang doktor lulusan Sorbone Prancis, mendukung apa yang disebutnya “demokrasi islami”. Rasyid al-Ghanusyi, pimpinan Hizbun Nahdhah (Partai Kebangkitan) di Tunisia, sangat akomodatif terhadap nilai-nilai Barat. Rasyid antara lain menyatakan tidak setuju dengan Khilafah. Dia juga menyatakan jika partainya berkuasa, tak akan melarang <em>khamr</em> (minuman keras) dan tak akan melarang wanita berpakaian bikini di pantai (<em>Al Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 178).</p>
<p>Contoh tokoh Islam moderat lainnya adalah Tayyip Erdogan, pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Turki). Erdogan pernah mengatakan, “Kami menentang ide negara agama. Kita tak perlu bicara tentang Negara Islam dalam pengertiannya yang luas. Yang kita serukan adalah sebuah negara demokrasi yang hakiki, yang memberikan kebebasan, kemuliaan dan aqidah kepada masyarakat tanpa perbedaan dan diskriminasi.” (<em>Al Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 179).</p>
<p>Jelas, melalui tokoh dan gerakan seperti inilah akhirnya Barat dapat membajak arah perubahan di Timur Tengah. Umat Islam yang menghendaki syariah Islam dalam negara Khilafah, jika tak memiliki kesadaran sempurna akan ideologi Barat, akan dapat dibelokkan dan disesatkan oleh berbagai propaganda ide-ide sekular dari tokoh-tokoh Islam moderat yang menjadi corong negara-negara kafir penjajah, semisal Hasan Turabi, Rasyid al-Ghanusyi, dan Tayyip Erdogan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Media Massa</strong></p>
<p>Media massa juga menjadi salah satu alat yang digunakan Barat untuk membajak arah perubahan Timur Tengah. Keliru jika kita menganggap bahwa media massa, khususnya televisi, selalu menayangkan realitas apa adanya secara objektif. Yang benar, mereka menayangkan apa yang mereka inginkan, sesuai dengan kepentingan mereka dan kepentingan negara Barat.</p>
<p>Media massa bisa saja membesar-besarkan apa yang sebenarnya kecil atau mengecilkan sesuatu yang sebenarnya sangat dahsyat. Bahkan bisa juga media tidak memberitakan suatu realitas sama sekali, padahal sesungguhnya realitas itu ada atau tampak dengan jelas.</p>
<p>Dalam revolusi Timur Tengah, kesan yang ditangkap kuat bagi penonton televisi adalah slogan-slogan perubahan sesaat, seperti “Pergilah Mubarak!” (<em>Irhal Mubarak!</em>). Padahal seruan-seruan yang ideologis dan mendasar seperti tuntutan penegakan Khilafah, sebenarnya cukup banyak, tetapi tak mendapat liputan yang memadai. Misalnya saja, aksi yang terjadi di Homs (Suriah). Sekelompok pemuda menyerukan kembalinya Khilafah dalam sebuah <em>masirah</em> (<em>long march</em>) yang dilaksanakan di malam hari. Stasiun <em>Aljazeera</em> yang biasanya meliput kejadian seperti ini bahkan tidak menyebut-nyebutnya sama sekali. Demikian juga dalam revolusi Tunisia, terdengar seruan-seruan islami seperti “<em>Al khilafah Hiya al-Hall</em>” (Khilafah adalah Solusi). Namun, tak ada satu televisi pun yang menayangkan seruan seperti ini. Ketidakadilan media massa ini banyak sekali terjadi dalam revolusi Timur Tengah belakangan ini (<em>Al-Waie</em> [Arab], No 295-297, hlm. 216).</p>
<p>Semua ini tiada lain karena media massa telah diarahkan dan dikendalikan secara langsung atau tidak oleh Barat, khususnya Amerika. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, pernah memberikan peringatan (<em>warning</em>) pada 13 Januari 2011 kepada para kepala negara-negara Arab, agar tidak memberikan kesempatan kepada kelompok ekstremis untuk memanfaatkan kondisi politik yang ada.</p>
<p>Memang, kadang televisi menampilkan sosok-sosok aktivis Islam beserta tuntutan-tuntutannya. Namun, mereka yang muncul itu adalah tokoh-tokoh yang sudah diseleksi dan disenangi Barat, yaitu mereka yang disebut tokoh-tokoh kelompok Islam moderat.</p>
<p>Dengan demikian, jelas ada upaya Barat untuk mengendalikan media massa, sehingga arah perubahan Timur Tengah tidak lagi sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, yaitu menuju tegaknya Khilafah, melainkan menuju arah yang sesuai dengan kehendak negara-negara kafir penjajah</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Indonesia?</strong></p>
<p>Fenomena ini pun terjadi di Indonesia, bedanya adalah perubahan yang secara nyata belum nampak dalam kancah perpolitikan di Indonesia terlepas perubahan apapun itu, walau jelas suara-suara perubahan itu ada dan eksis di Indonesia. Namun, 5 cara membajak arah perubahan tadi ternyata juga efektif untuk menjaga keberadaan dan hegemoni barat di negara-negara jajahannya khususnya di Indonesia. Secara umum memang hegemoni AS lebih kuat di Indonesia dibandingkan dengan hegemoni dari negara-negara imperialis Eropa. Maka wajarlah segala macam bentuk interaksi perpolitikan dan “niat baik” yang ada hanya antara Indonesia dan AS. Banyak cara yang dilakukan AS untuk mempertahankan hegemoninya di Indonesia.</p>
<p>Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak sekali undang-undang dan kebijakan pemerintah yang justru lebih menguntungkan pihak asing. Ini bukanlah sebuah ketidak sengajaan atau sebuah kebetulan, tapi ini adalah sebuah  strategi politik yang tersistematis dari orang-orang yang memiliki kepentingan di dalamnya, dan dalam hal ini bisa kita sebutkan sebagai pihak asing. Jika dilihat, undang-undang yang seringkali bermasalah adalah undang-undang yang berhubungan dengan hal-hal vital yang ada di Indonesia. Maka jika melihat fakta, tidak berlebihan jika pemerintahan Indonesia disebut sebagai pemerintahan bonekanya AS.</p>
<p>Anggota DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan, ada campur tangan asing terlibat dalam penyusunan puluhan undang-undang di Indonesia. “Ada 76 undang-undang yang draft-nya dilakukan pihak asing,” kata Eva saat dihubungi Tempo, Jumat (20/8). Eva mengatakan, temuan ini diperolehnya dari sumber Badan Intelijen Negara. Puluhan UU dengan intervensi asing itu dilakukan dalam 12 tahun pasca reformasi. Inti dari intervensi ini adalah upaya meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Contohnya, UU tentang Migas, Kelistrikan, Pebankan dan Keuangan, Pertanian, serta sumber Daya Air. Menurut dia, semua undang-undang tersebut adalah usulan pemerintah. “Tidak ada yang dari DPR,” kata politikus PDIP ini. Eva menyesalkan mengapa pemerintah lebih mengakomodasi kepentingan asing dalam undang-undang tersebut. Padahal, pemerintah telah berpengalaman selama 65 tahun kemerdekaan. “Di sana juga berkumpul orang-orang pinter,” ujarnya. Eva mengakui meskipun pada akhirnya undang-undang tersebut juga dibahas bersama di DPR, kalangan Dewan tidak bisa banyak diharapkan mencegah intervensi asing itu. “Secara kapasitas, kapabilitas, belum balancing antara DPR dengan pemerintah,” ujarnya.” Apalagi kebanyakan anggota Dewan adalah orang baru yang mungkin belum terlalu berpengalaman.” Menurut Eva, akibat intervensi itu telah dirasakan masyarakat kini. Contohnya, dalam industri perbankan dan pertanian. Di industri perbankan, aset bank nasional masih miskin. Pada bidang pertanian, nasib petani makin rentan. “Kita sangat tergantung pada impor akibat liberalisasi yang dilakukan,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, salah satu mekanisme dan juga usaha AS dalam menjaga kepentingannya di Indonesia adalah dengan memberikan berbagai bantuan ekonomi, baik dalam bentuk uang maupun bentuk-bentuk lainnya. Dalam kunjungan Presiden AS yang baru saja berlalu, SBY mengatakan, hubungan Indonesia dan AS meningkat secara signifikan dalam sejumlah bidang. Dalam bidang keamanan, telah dilakukan <em>security dialog</em>, pendidikan militer, dan hibah beberapa pesawat F-16 dari AS untuk Indonesia. Dalam bidang ekonomi, kata SBY juga tercapai sejumlah kemajuan sehingga ekonomi di kawasan ini tumbuh makin kuat dan membuat perekonomian global yangg makin berimbang. &#8220;Indonesia berterima kasih kepada AS dengan diluluskannya Millennium Comprehensive Partnership senilai 600 juta dolar AS yang dikaitkan dengan pembangunan ramah lingkungan,&#8221; kata SBY.</p>
<p>Tercatat jumlah utang luar negeri Indonesia sampai kwartal I 2011 mencapai 214,5 miliar dolar AS, meningkat 10 miliar dolar AS dibanding posisi akhir 2010. Jumlah tersebut terdiri atas utang Pemerintah sebesar 128,6 miliar dolar AS dan utang swasta 85,9 miliar dolar AS. Utang luar negeri ini dijadikan sebagai tali kekang bagi negara-negara imperialis untuk menjaga negara-negara bonekanya agar tetap patuh dan tunduk terhadap segala macam kemauannya, termasuk AS terhadap Indonesia.</p>
<p>Dalam bidang militer atau pertahanan dan keamanan negara, permainan asing untuk mengintervensi Indonesia sungguh sangat manis dan licik. Tidak melalui kekerasan, dls tapi melalui gerak tersembunyi dan yang jelas titik pentingnya ada  pada undang-undang pertahanan dan keamanan serta kemiliteran Indonesia. Sederhana faktanya adalah seperti ini misalnya, terjadinya tragedi WTC pada 11 September 2002<strong>,</strong> tragedi ini menjadi legitimasi AS untuk jualan Terorisme dimana-mana di dunia. Tidak lama setelah itu satu lokasi yang dikenal internasional di Indonesia dijadikan sasaran juga yakni Bali. Terdapat dua hal yang janggal dalam kedua kejadian ini. Pada peristiwa pertama, tidak mungkin kedua gedung WTC tersebut runtuh sejajar jika dengan hanya dikarenakan hantaman 2 pesawat. Mesti ada pihak lain yang ikut bermain di dalam gedung, dan menempatkan beberapa bom di bagian rangka-utama tegak gedung WTC. Kemudian bom ini diledakkan bersamaan dengan hantaman pesawat ke gedung WTC. Selain itu Yahudi tidak ada yang menjadi korban dalam tragadi tersebut. Dalam kasus kedua, bom mikronuklir yang digunakan di Bali, menghasilkan ledakan seperti cendawan, tidak diproduksi oleh Indonesia, melainkan oleh 2 negara saja di dunia yakni Israel dan AS. Selain itu tidak ada satupun warga AS yang menjadi korban pada tragedi Bom Bali tersebut. Jelas bahwa hal ini merupakan konspirasi tingkat tinggi. Kedua hal ini berkaitan dengan sangat jelas. Secara sederhana, selang waktu antar kejadian hanyalah 1 bulan, dan isu yang dilemparkan adalah sama yakni jaringan terorisme internasional. Selain itu, Bali adalah lokasi yang dikenal di dunia, sehingga sangat efektif untuk menekan pemerintah Indonesia. Dengan kata lain Indonesia memang direncanakan untuk menjadi target oprerasi konspirasi tingkat tinggi tersebut.</p>
<p>Kemudian, baru-baru ini di Indonesia telah disahkan UU Intelijen yang secara nyata merupakan proyek BIN dan BNPT yang notabene disetir dan dimainkan oleh hegemoni asing. Permainan intervensi terhadap militer Indonesia yang dilakukan dengan sangat cantik kalau tidak disebut sebagai permainan yang licik.</p>
<p>Isu lain yang seringkali digunakan barat untuk menjaga kepentingannya di Indonesia adalah isu gerakan Islam Moderat yang diopinikan sebagai gerakan aman dan bersahabat bagi masyarakat Indonesia khususnya para umat muslim. Tugas mereka jelas, menyampaikan berbagai petuah yang mengatasnamakan Islam walau pada faktanya apa yang mereka sampaikan adalah tidak lain ajaran-ajaran murni dari Islam yang telah mereka putar balikkan sesuai dengan keinginan dari tuan mereka, negara asing dalam hal ini AS. Ambillah salah satu contoh Gus Dur, yang sangat getol menyuarakan tentang pluralisme. Bahkan Presiden SBY pun telah masuk dalam lumpur Islam Moderat ini : &#8220;Indonesia akan menjadi model bahwa tidak perlu ada konflik antara Islam dengan modernitas dan demokrasi,&#8221; jawab Presiden SBY. Untuk memastikan tujuan menjadi model Islam moderat, Indonesia berkomitmen menekan radikalisme dengan cara yang tidak melanggar HAM dan menjujung demokrasi. Mengingat sebaran umat Islam di Indonesia yang sangat luas, pasti bukan pekerjaan mudah mencapi target tersebut. &#8220;Kami harus mempertahankan Islam kami yang moderat,&#8221; tegas SBY.</p>
<p>Media massa yang sebenarnya sangat berperan dalam mengarahkan opini publik pun kebanyakan hanya menayangkan apa yang menjadi pendukung bagi kepentingan asing. Yang ditayangkan adalah kerja baik pemerintah bahkan hubungannya dengan asing. Tapi jarang bahkan tidak pernah ditayangkan bagaimana rusaknya Indonesia akibat intervensi asing.</p>
<p><strong>Menuju Perubahan Hakiki</strong></p>
<p>Itulah tadi berbagai mekanisme ataupun cara yang dilakukan oleh para asing untuk menghalangi perubahan yang ada di Indonesia. Dan tentunya juga untuk menyetir perubahan-perubahan yang ada di negeri-negeri timur tengah agar sesuai dengan apa yang barat kehendaki. Begitupula di Indonesia, walau perubahan itu belum terjadi seperti di Mesir, Libya dan lainnya namum suatu saat Indonesia pun akan mengalami perubahan yang sama, tidak mungkin tidak.</p>
<p>Memang dewasa ini suara perubahan itu semakin lama semakin menggaung keras dan nyaring, entah apakah itu perubahan yang ishlah maupun taghyir. Hanya saja kita semua sadar bahwa perubahan yang sebenarnya bukanlah perubahan ishlah yang sekilas seperti menyelesaikan permasalahan yang ada namun ternyata justru hanya sebatas bayangan semu dan memberikan masalah yang lebih besar lagi. Kita pun tidak ingin perubahan yang nantinya hadir akan mengulang sejarah kelam seperti bangkitnya era reformasi yang juga tidak menyelesaikan masalah umat namun memperparah dan memperumitnya.</p>
<p>Perubahan di Indonesia pasti terjadi, hanya masalah waktu saja dan itupun sebentar lagi jika melihat bagaimana tingginya tingkat ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintahan saat ini dan titik jenuh yang semakin meninggi masyarakat terhadap berbagai problematika kehidupan yang tidak pernah bisa terselesaikan. Mau tidak mau, ketika perubahan itu datang maka kita harus siap untuk memfasilitasinya dan menjaganya menuju perubahan yang hakiki, sama sekali harus dihindari agar perubahan yang terjadi akan disetir barat kembali untuk mempertahankan kepentingannya di negeri ini, sama seperti yang terjadi para perubahan menuju reformasi dahulu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>Maka tidak ada pilihan lain selain mendidik umat dengan politik Islami dan menyadarkan umat betapa rusaknya kondisi saat ini termasuk sistem kapitalis-demokrasi yang saat ini tengah mencoba menghancur-leburkan kehidupan manusia, bukan malah mengelolanya. Dan jelas perubahan yang ada pun adalah perubahan secara taghyir menuju diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyah setelah kedua ideologi lainnya yakni Kapitalis-Sekularis-Demokrasi dan Sosialis-Atheis-Komunis telah gagal total untuk menyelesaikan segala macam problematika kehidupan yang ada.</em></p>
</blockquote>
<p><em>Wallahu a’lam bi ash shawab</em></p>
<p align="center"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/29/barat-membajak-revolusi/"><em>http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/29/barat-membajak-revolusi/</em></a><em></em></p>
<p><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/20/brk,20100820-272793,id.html"><em>http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/20/brk,20100820-272793,id.html</em></a><em></em></p>
<p><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/13/172921/1766525/10/sby-indonesia-pertahankan-islam-moderat"><em>http://www.detiknews.com/read/2011/11/13/172921/1766525/10/sby-indonesia-pertahankan-islam-moderat</em></a></p>
<p><a href="http://beritapolitik.150m.com/skenario/Hankam/Pertahanan_dan_Keamanan-2.htm"><em>http://beritapolitik.150m.com/skenario/Hankam/Pertahanan_dan_Keamanan-2.htm</em></a></p>
<p><a href="http://id.berita.yahoo.com/utang-indonesia-sudah-rp-1-900-triliun-pemerintah-042139850.html"><em>http://id.berita.yahoo.com/utang-indonesia-sudah-rp-1-900-triliun-pemerintah-042139850.html</em></a></p>
<p><strong>By : Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<p><strong>Malang &#8211; Rabu, 30 Nopember 2011 @ R-8 disampaikan dalam Halaqoh Syahriyyah ed. November ‘11</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/'>Analisis</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/politik-analisis/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/demokrasi/'>demokrasi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hutang-indonesia/'>HUtang Indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hutang-luar-negeri/'>hutang luar negeri</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam-moderat/'>islam moderat</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/kapitalisme/'>kapitalisme</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah/'>khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/politik/'>politik</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/politik-indonesia/'>politik indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/revolusi/'>revolusi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/revolusi-industri/'>revolusi industri</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=524&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/30/barat-membajak-revolusi-bagaimana-dengan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/revolution.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pra KMII Ja-tim (Sebuah Catatan Kecil)</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/27/pra-kmii-ja-tim-sebuah-catatan-kecil/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/27/pra-kmii-ja-tim-sebuah-catatan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 19:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[4000 mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[gor kertajaya]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[kmii]]></category>
		<category><![CDATA[kmii jatim]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[  &#8220;Tugas itu selalu ada, terlebih sebagai seorang pengemban dakwah. Tugasnya tidak akan pernah berakhir hingga kedua kakinya berada tepat dan pasti di surga.&#8221; Hari ini tepat H-1 sebelum sebuah Hari Bersejarah yang kembali akan diukir oleh para pengemban dakwah &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/27/pra-kmii-ja-tim-sebuah-catatan-kecil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=522&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><address><strong><span style="color:#ff0000;"><img class="alignleft" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/381595_1609992426609_1740200021_788713_866874522_n.jpg" alt="" width="678" height="479" /></span></strong></address>
<address> </address>
<address><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;Tugas itu selalu ada, terlebih sebagai seorang pengemban dakwah. Tugasnya tidak akan pernah berakhir hingga kedua kakinya berada tepat dan pasti di surga.&#8221;</span></strong></address>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Hari ini tepat H-1 sebelum sebuah Hari Bersejarah yang kembali akan diukir oleh para pengemban dakwah yang Insya Allah selalu dan senantiasa tsiqoh dalam mengemban sesuatu yang saya katakan sangat berat dan terkadang tidak semua orang yang tahan untuk memperjuangkannya. Karena inilah yang membuat manusia paling mulia dimusuhi, dibenci, dan dihina secara luar biasa oleh bangsanya sendiri, inilah yang membuat seorang Mush&#8217;ab bin Umair dengan keelokan parasnya dan tutur katanya meninggalkan harta-hartanya yang melimpah ruah, inilah yang membuat seorang budak berkulit hitam rela tetap mempertahankan apa yang dia yakini walau dadanya remuk di hujam batu besar dan punggungnya yang terbakar oleh panasnya padang pasir, inilah yang membuat sebuah peradaban yang luar biasa yang tidak pernah muncul sekalipun di dunia dan tak ada duanya di kancah peradaban dunia. Inilah Islam, dengan seperangkat peraturannya yang sempurna dan para pengembannya yang tak pernah berpaling sedikitpun dari yang haq.</p>
<p>Sayang, ia kini tenggelam oleh zaman, dihancurkan oleh mereka para musuh sejatinya dan yang lebih menyedihkan lagi justru dihancurkan oleh mereka-mereka yang mengaku sebagai pengembannya. Ya inilah fakta yang sangat menyedihkan, nyata dan ada serta jelas sekali. Inilah kondisi saat ini, kondisi Islam yang telah dicampakkan oleh sebagian besar pengembannya sendiri. Menyedihkan&#8230;.</p>
<p>Tapi cahaya kebangkitan itu masih ada, walau kecil tapi sinarnya jelas dan nyata. Berasal dari para pejuang yang benar-benar ikhlas memperjuangkannya, hanya mengharap ridha Ilahi bukan yang lain! Kali ini, dan sekali lagi sinar-sinar kebangkitan itu akan bersinar lebih dan lebih terang lagi. Untuk menyampaikan pesan mulia dalam balutan iman yang menghujam. Besok, tepat pada hari Ahad, 27 November 2011 di GOR Kertajaya Surabaya sebuah sinar perjuangan akan kembali muncul dan lebih terang dan selalu akan lebih terang. Salah satu elemen masyarakat, para intelektual akan menyatukan langkah, menyatukan visi dan misi, menyatukan tujuan dan menyatukan apa yang akan diperjuangkan hingga akhir hayat. Inilah KMII-Kongres Mahasiswa Islam Indonesia se-Jatim yang Insya Allah akan dihadiri 4000 intelektual khususnya mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur.</p>
<p><span id="more-522"></span>Bukan sekadar perhelatan biasa, acara kumpul-kumpul tanpa tujuan, tanpa ruh. Bukan! Tapi di sinilah para intelektual menyatukan langkah kemudian mengukir janji terlebih sejarah untuk memperjuangkan satu-satunya yang patut diperjuangkan! Tegaknya syariat Islam dalam bingkai Khilafah! Tidak ada yang lain dan tidak akan pernah ada pilihan lain, percayalah!</p>
<p>Maka satukan niat, satukan tujuan, satukan langkah bahwa besok bukanlah untuk acara reunian, acara kumpul-kumpul tidak jelas, tanpa tujuan dan hanya main-main! Besok adalah waktunya kita menyatukan langkah, pikiran, dan tujuan perjuangan untuk menyelesaikan segala macam problematika kehidupan yang ada dengan syariat dan khilafah! Mungkin yang menjadi EO dari acara ini adalah Hizbut Tahrir, tapi saya katakan bahwa acara ini bukanlah milik Hizbut Tahrir, terlebih ide tentang syariat dan khilafah juga bukan ide dan milik Hizbut Tahrir, Bukan! Tapi kesemuanya adalah milik umat muslim, umat Nabi Muhammad! Maka bukan hanya Hizbut Tahrir yang mencoba menyukseskannya, tapi seluruh komponen umat yang mengaku umat Islam dan umat Nabi Muhammad karena ini adalah milik umat!</p>
<p>Terakhir, mari kita semua, dimananapun kita berada, dari golongan apapun kita, siapapun dan apapun status kita! Mari kita berdoa kepada Sang Pemilik Kekuatan dan tiada kekuatan apapun selain dariNya agar besok disukseskan oleh Allah, dan mempercepat lahirnya nashrullah dalam perjuangan ini, dan terlebih menjadi salah satu sebab untuk kembali jayanya Islam dengan diterapkannya syariat dalam setiap lini kehidupan serta dalam bingkai Khilafah Islamiyah Ar Rasyidah ala min haj nubuwwah as tsaniyah. Aamin ya rabbal alamin,
</p>
<blockquote><address><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;Karena sungguh tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah maka mintalah kepadaNya dan hanya kepadaNya, dan lihatlah apa yang akan terjadi.&#8221;</span></strong></address>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:right;"><strong>By : Ardiannur Ar-Royya </strong><br />
<strong>dalam sebuah bis dan di perjalanan dari Malang-Surabaya bersama dua orator luar biasa dari Malang untuk mempersiapkan acara besok. </strong></p>
<p><strong>Malang-Surabaya, Sabtu, 26 November 2011 pukul 07.20 pm</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/kampus/'>Kampus</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/4000-mahasiswa/'>4000 mahasiswa</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/akhwat/'>akhwat</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/gor-kertajaya/'>gor kertajaya</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ikhwan/'>ikhwan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah/'>khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/kmii/'>kmii</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/kmii-jatim/'>kmii jatim</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/surabaya/'>surabaya</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=522&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/27/pra-kmii-ja-tim-sebuah-catatan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/381595_1609992426609_1740200021_788713_866874522_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jika Memang Cinta Maka&#8230;. -Sebuah Renungan Sederhana-</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/25/jika-memang-cinta-maka-sebuah-renungan-sederhana/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/25/jika-memang-cinta-maka-sebuah-renungan-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 20:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[arti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta ikhwan akhwat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[~Sebuah fitrah yang jelas ada pada tiap diri manusia, ia akan hadir tanpa dikomando dan tanpa dipaksa walau terkadang tidak pernah disadari. Sayangnya banyak orang yang salah menyikapinya termasuk mereka yang menyebut dirinya sebagai seorang Hamilud Dakwah~ Yap yap, saya &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/25/jika-memang-cinta-maka-sebuah-renungan-sederhana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=512&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/ikhwan-akhwat-85b15d.jpg?w=413&#038;h=287" alt="" width="413" height="287" /></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>~Sebuah fitrah yang jelas ada pada tiap diri manusia, ia akan hadir tanpa dikomando dan tanpa dipaksa walau terkadang tidak pernah disadari. Sayangnya banyak orang yang salah menyikapinya termasuk mereka yang menyebut dirinya sebagai seorang Hamilud Dakwah~</em></p>
<p>Yap yap, saya sedang berbicara cinta dan cinta. Udah sekian lama tidak menghadirkan tulisan ginian, tapi entah ada badai apa jadi pengen nulis tentang ini. Semoga bisa bermanfaat dah..</p>
<p>Sesungguhnya cinta itu ada dan pasti, sekarang saya lebih spesifiknya berbicara tentang cinta kepada lawan jenis -laki v.s. perempuan atau sebaliknya-</p>
<p>Siapa sih yang ga pernah tertarik dengan lawan jenisnya? Entah waktu kuliah, SMA, SMP, SD, atau mungkin TK -luar biasa banget nih anak2 TK sekarang kalo bisa gini- Hayo ngaku deh, saya yakin semuanya pasti pernah kan merasakan atau mengalami peristiwa menggemparkan ini?</p>
<p>Macam2 dah ceritanya, ada yang berawal dari sms, ada yang berawal dari interaksi di kelas alias cinlok, kalopun cinlok bisa macam2 deh tempat dan kejadiannya, ada juga yang tiba2 pada pandangan pertama langsung srek -katanya sih first sight-, ada juga yang dari pinjam buku, ngerjain PR bareng, bangunin shalat tahajud, ingetin buat ngaji, ingetin buat mandi dan makan juga -apaaa coba?- de el el dah pokoknya, banyak macamnya! -yang ngebaca udah pada merah wajahnya smbil mengingat skenarionya masing2,,, ngaku ngaku ^_^-</p>
<p>Yah saya sih bilangnya itu wajar ada cuman ,, -kata pamungkas nih!-</p>
<p><span id="more-512"></span>Cuman yah penyikapannya aja nih yang &#8220;rada bermasalah&#8221; wabil khusus, saya mau obrol2 tentang cintanya para hamilud dakwah nih.</p>
<p>Sejaim-jaimnya ikhwan, secuek-cueknya akhwat jelas saya bisa katakan mereka bisa juga &#8220;jatuh cinta&#8221;,, -Ikhwan akhwat juga manusia bro, jangan lupa- yang udah paham tentang ngaji, tentang Islam sedikit lebih banyak dari teman-temannya, yang bahkan juga udah paham tentang aturan interaksi antar lawan jenis&#8230;</p>
<p>Tapi yang menariknya adalah model percintaan mereka ini khas dan ajaib loh, kalo di sms akrabnya bukan main bro&#8230;di chat, di email, di FB, dll tapi kalo dah ketemu cueeeeknya minta ampun,, ga pernah bilang langsung dengan kata2 muda-mudi sekarang kyak &#8220;I luv u&#8221; , &#8220;I heart u&#8221; , &#8220;I kill u&#8221; -eh, salah ding! sorry2- yah pkoknya sjenis itu lah,, Ai ai yg lain pkoknya, termasuk Aishiteru,, dlam interaksi mreka! -coba aja tanya? kalo ketemu yah.. hehehe-</p>
<p>Mreka cman kasih tanda2 yg mreka &#8220;HARAP&#8221; dipahami oleh si TARGET -ikhwan or akhwat tertentu-! gmn tandanya? yah banyak, mcam dan jenisnya,, bisa lewat sms-an, chat-an, email-an, atau apalah.. misalnya nih -mohon jangan ditiru- ngirim hadits tentang wanita shalehah ke si Akhwat yang jadi target, terus si Akhwat bales ngirim &#8220;aamin&#8221; sambil ditambah dalil 4 kriteria wanita yang dipilih pria dan yang mana pilihan terbaik,,, wah kalo dah gini, pada lupa lautan apalagi daratan tuh dua-duanya,, terus tau ga? status FB, tweeter, de el el juga bisa loh biasanya mereka jadikan tempat buat ngirimin tanda, noh yang ngerasa statusnya lebay, isinya galau mulu, de el el,, bisa jadi tuh. Emang mau ngasih tanda apa bro? Lampu merah, kuning, apa hijau? -kayak lampu jalan aja-</p>
<p>Kecanggihan teknologi memang membuat tantangan tersendiri untuk mempertahankan agar diri kita senantiasa terikat kepada hukum syariat, sulit tapi bukan berarti tidak bisa kan?</p>
<p>Cinta itu wajar bro, sis&#8230; jelas bakalan datang di diri kita msing-masing! cuman pertanyaannya adalah gimana nih penyikapannya?</p>
<p>Kalo udah tau pacaran itu ga boleh, terus interaksi antar lawan jenis itu sudah jelas luar biasa terbatas yah berarti jangan dilanggar! Kalo udah tau kok dilanggar? Inget loh , Allah itu lebih mengutuk orang yang tetap melakukan kemaksiatan padahal ia tau kalo itu perbuatan maksiat daripada orang2 yang melakukan kemaksiatan karena ga tau yang dia lakukan itu sebuah kemaksiatan. Jelas kan bro?</p>
<p>Lagian gini deh fren, wajar cinta itu ada loh cuman ya sebagai seseorang yang paham bahwa cinta itu hanya dan boleh karena Allah maka sikapilah sesuai dengan hal itu. Iya pa iya?</p>
<blockquote><address><em>Jika benar2 cinta dan serius maka tak perlu lama, tak perlu beralasan apapun, tak perlu interaksi2 yang tak syar&#8217;i.. melangkahlah meraih ridha Ilahi, menyempurnakan separuh agama..</em></address>
<address><em>Jika benar2 cinta maka saat engkau belum mampu melangkah, simpan lah perasaan itu hanya untukmu dan Allah. Jangan diumbar dan jangan dipedulikan kepada yang lain, jika suatu saatnya nanti Allah akan memberikan yang terbaik untukMu. Sampai saatnya tiba jagalah kesucian hati, jadikanlah lawan jenismu sebagai layaknya &#8220;seorang musuh&#8221;-dalam tanda petik ya! d^_^d-&#8230;</em></address>
</blockquote>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bi ash shawab</em></p>
<pre style="text-align:right;"><strong>by : Ardiannur Ar-Royya</strong></pre>
<pre style="text-align:right;"><strong>Malang, 26 November 2011 pukul 2.43 am</strong></pre>
<pre style="text-align:right;"><strong>di tengah insomnia.. -_-"</strong></pre>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/akhwat/'>akhwat</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/arti-cinta/'>arti cinta</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cinta-ikhwan-akhwat/'>cinta ikhwan akhwat</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/dakwah-2/'>dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ikhwan/'>ikhwan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/menikah/'>menikah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/muslimah/'>muslimah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariat-islam/'>syariat islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=512&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/25/jika-memang-cinta-maka-sebuah-renungan-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/ikhwan-akhwat-85b15d.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Alasan Berhenti Dakwah? HENTIKAN!</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/23/alasan-berhenti-dakwah-hentikan/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/23/alasan-berhenti-dakwah-hentikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 07:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah kampus]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam itu indah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi hidup.motivasi dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan mempertahankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah dakwah dan dakwah. Wah, ini nih sesuatu yang benar-benar hampir terpisah dan ditinggalkan kalangan kaum muslim saat ini. Tenggelam dengan zona nyaman, kenikmatan dunia beserta dengan aktivitas-aktivitasnya! Tau sih kalo dakwah itu wajib, dicontohkan Rasulullah dan memang hal yang &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/23/alasan-berhenti-dakwah-hentikan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=487&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://mujahid666.files.wordpress.com/2010/03/jihad.jpg?w=405&#038;h=250" alt="" width="405" height="250" />Dakwah dakwah dan dakwah. Wah, ini nih sesuatu yang benar-benar hampir terpisah dan ditinggalkan kalangan kaum muslim saat ini. Tenggelam dengan zona nyaman, kenikmatan dunia beserta dengan aktivitas-aktivitasnya!</p>
<p>Tau sih kalo dakwah itu wajib, dicontohkan Rasulullah dan memang hal yang tidak boleh sama sekali ditinggalkan sampai kapanpun! tapiiiii&#8230; -nah ini kata-kata pamungkasnya-</p>
<blockquote><p><em>saya sedang sibuk kerja nih,,</em></p>
<p><em>sedang sibuk nyari penghasilan..</em></p>
<p><em>lagi skripsi,,</em></p>
<p><em>lagi a, b, c, d sampai z dah pokoknya!</em></p></blockquote>
<p>Semua alasan dibuat, yang tak logis dilogiskan, yang tak pantas jadi alasan akhirnya dipaksa untuk dipantaskan! berbagai jalan dan cara dilakukan untuk memberikan alasan yang bisa diterima untuk menghindar dari dakwah!</p>
<p><em>Tapi, bukankah tidak ada alasan apapun yang bisa digunakan untuk tidak berdakwah?</em></p>
<p><span id="more-487"></span>Toh Rasulullah di akhir hidupnya juga masih saja berdakwah, toh kita lihat ada orang tua yang umurnya jauh di atas kita juga berdakwah, dan lainnya..</p>
<p><em>Kenapa sih ga jujur aja, ga perlu lah mengkambing hitamkan pekerjaan, kuliah, keluarga, kondisi hidup, apalagi sampai menyalahkan takdir -enak banget bilang ga berdakwah karena takdir! aneh bin ajaib!-</em></p>
<p>Jujur saja dan katakan kalau memang tidak mau berdakwah lagi, ga mau berada dalam barisan perjuangan lagi! Jujur fren, jujur! ga perlu banyak alasan!</p>
<blockquote><p><em>Dakwah itu bukan takdir, bukan pula suatu kebetulan walau memang hidayah itu yang memberikan Allah! dakwah itu pilihan bro dan tidak ada paksaan apapun di dalamnnya, kebebasan untuk memilih menjadi seorang hamilud dakwah dan tidak atau tetap istiqomah dan keluar dari jalan dakwah adalah kebebasan kita, manusia, makhluk ciptaan Allah dan jelas pilihan ini akan dipertanggung jawabkan kepada Allah!</em></p></blockquote>
<p>Jadi, kalau tahu itu sebuah pilihan dan akan dipertanggung jawabkan, kenapa masih saja mau memilih pilihan yang buruk? bukannya malah memilih pilihan yang terbaik? pikirin bro,,,</p>
<p>Tua muda, kaya miskin, laki perempuan, siswa mahasiswa, kerja pengangguran atau apapun kondisi hidup kita, yang namanya dakwah ya tetap wajib dan itu adalah satu perkara, tidak ada hubungannya dengan perkara lain!</p>
<p>&#8220;Aduh sepertinya saya tidak bisa berdakwah lagi karena banyak kerjaan nih, dikerjaan dikejar deadline terus jadi ga bakalan sempet deh buat dakwah!&#8221;</p>
<p>&#8212;woi, emang apa hubungannya kerja sama dakwah? apa selama 24 jam elu hidup itu semuanya buat kerja hah? Ga kan!.. lagian apa lama kelamaan elu entar bakal bilang, aduh aku lagi sibuk puasa nih jadinya ga sempat buat shalat! Gaaaaa logis bro&#8230;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dakwah itu satu perkara, kuliah itu satu perkara, nikah itu satu perkara, dan perkara-perkara lainnya! jadi apapun aktivitas kita ya seharusnya tidak akan sama sekali mengganggu dakwah apalagi menyingkirkannya, seharusnya justru malah saling mendukung!</p>
<p>Inget fren, hidup ini cuman satu kali dan itupun cuman sebentar, kita dikasih kesempatan buat berdakwah itu cuman di dunia. Emang kalo misalnya kita entar ada di akhirat terus masuk neraka gara-gara ga dakwah di dunia, kita mau dakwahi siapa di neraka hah? setan, jin, penghuni neraka? Gileee, ya jelas ga bakalan berhasil dakwah kita wong penghuninnya semua tukang maksiat kepada Allah! Dan yang lebih jelas lagi semua itu GAAAA MUNGKIN fren,,,</p>
<p>Cuman di dunia nih kesempatan kita buat berdakwah, ga ada lagi yang lain! yang belum menjadi aktivis dakwah ayo secepatnya gabung dalam barisan para pejuang Islam, para pendakwah! Ya Alhamdulillah bagi yang sudah aktif dalam aktivitas dakwah, dan tetap istiqomah selalu!</p>
<p>Tanamkan semangat dan prinsip, &#8220;Lebih baik mati daripada mundur dari barisan dakwah!&#8221; &#8212;&#8211;Siiiiip,,d^_^d</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bi ash shawab</em></p>
<p><em><strong>by : Ardiannur Ar-Royya</strong></em></p>
<p><em><strong>Rabu, 22 Nov 2011 pukul 2.30 pm @ Ruang kerja di rumah perjuangan <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/dakwah-islam/'>dakwah islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/dakwah-kampus/'>dakwah kampus</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam-itu-indah/'>islam itu indah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/motivasi-hidup-motivasi-dakwah/'>motivasi hidup.motivasi dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/perjuangan/'>perjuangan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/perjuangan-mempertahankan/'>perjuangan mempertahankan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=487&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/23/alasan-berhenti-dakwah-hentikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mujahid666.files.wordpress.com/2010/03/jihad.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Mereka yang Muda –merasa tua dilarang membaca- ^_^</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/untuk-mereka-yang-muda-merasa-tua-dilarang-membaca-_/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/untuk-mereka-yang-muda-merasa-tua-dilarang-membaca-_/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 18:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[abu ayub]]></category>
		<category><![CDATA[al fatih sang penakluk]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad al-fatih]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda islam]]></category>
		<category><![CDATA[syabab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Wah, sudah lama nih saya ga nulis, berbagai macam kesibukan dan kegiatan sepertinya benar-benar menyita bahkan menyedot habis waktu saya untuk menulis. Tak apa-apa, walau sudah lama tidak bercengkrama dengan keyboard laptop dan membiarkan jari-jari tangan menari indah di atasnya, &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/untuk-mereka-yang-muda-merasa-tua-dilarang-membaca-_/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=500&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://adirioarianto.files.wordpress.com/2010/05/camp-pemuda-remaja3.jpg?w=395&#038;h=304" alt="" width="395" height="304" />Wah, sudah lama nih saya ga nulis, berbagai macam kesibukan dan kegiatan sepertinya benar-benar menyita bahkan menyedot habis waktu saya untuk menulis. Tak apa-apa, walau sudah lama tidak bercengkrama dengan keyboard laptop dan membiarkan jari-jari tangan menari indah di atasnya, saya akan menulis lagi, doakan saja saya masih bisa menelurkan, atau melahirkan, atau apalah, tulisan-tulisan yang bermutu, bagus, menarik, dan lucu –yang ini tidak masuk dalam kategori utama sebenarnya-.</p>
<p>Yah, setidaknya untuk mengisi mading Forkalam kali ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman, kisah, cerita, dan <em>wejangan</em>. Nah, tulisan ini saya khususkan untuk orang-orang yang bersemangat, banyak kegiatan, dan jelas belum nikah –eh, ga ding! Bercanda. Hehe- atau dalam bahasa yang lebih sederhana, saya lebih mengkhususkan tulisan ini pada orang-orang yang bernama PEMUDA!</p>
<p>Jelas, jika pemuda pasti umurnya masih yah kira-kira antara 17-20 tahun lah! Jadi, bagi mereka yang berumur di bawah 17 masih dikatakan anak-anak dan kalau yang berumur di atas 20, kalian tentu tahu mereka dikatakan apa! Tapi, bukan berarti tulisan ini tidak boleh dibaca oleh mereka yang tidak tepat berumur yang saya definisikan sebagai pemuda, silahkan dibaca tapi tanggung sendiri akibatnya ya?</p>
<p>Baik-baik, mari kita mulai serius! Kebanyakan bercanda bisa-bisa baru 50-an lebih halaman baru selesai nih tulisan. Yang baca aja ga nahan bacanya, apalagi yang nulis –atau mungkin kebalik yah? -_-a</p>
<p>Udah deh, let’s cekidot!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemuda, pemuda, dan pemuda</strong></p>
<p><strong>            </strong>Pemuda, banyak orang yang mungkin sudah mendefinisikan kata ini. Karena itulah, saya juga ingin mendefinisikannya lagi. Perlu diingat, bahwa ini adalah definisi yang saya buat sendiri, jadi kalau misalnya kurang berkenan atau mungkin tidak sependapat dan punya pendapat yang lebih baik silahkan hubungi pihak yang berwenang –yang jelas bukan polisi tapi penulisnya J-</p>
<p>Bagi saya, pemuda adalah mereka-mereka yang memiliki kemampuan yang lebih diantara sekian banyak elemen masyarakat yang ada. Merekalah yang memiliki semangat pergerakan tertinggi, semangat perubahan yang paling membara, juga tingkat kepintaran yang tidak bisa dibilang remeh. Pemuda lah yang memiliki kekuatan baik ketika kita berbicara kekuatan fisik maupun kekuatan batin atau jiwa. Menilik sejarah, khususnya Indonesia tentu kita akan menemukan begitu banyak hal yang bisa kita kaitkan dengan pemuda. Terlepas hal itu adalah hal yang baik dan membanggakan atau sebaliknya. Ambil saja contoh bagaimana sejarah keruntuhan rezim otoriter dari Soeharto, yang mana juga ditumbangkan karena aktivitas mahasiswa yang sungguh luar biasa. Mereka yang memprakarsai perubahan pada saat itu, para kaum cendekiawan dari para pemuda yang benar-benar menoreh sebuah sejarah yang tidak bisa dikatakan biasa-biasa aja.</p>
<p>Walau begitu, bagi saya tetap saja sejarah para pemuda yang luar biasa ada pada para pemuda Islam. Pemuda Islam atau dalam bahasa arab disebut sebagai <em>syabab, </em>benar-benar menorehkan sejarah yang saya bisa katakan dan jamin tidak akan pernah bisa ditandingi oleh peradaban manapun kecuali oleh para <em>syabab </em>Islam generasi sesudahnya yang Insya Allah juga mampu menorehkan hal yang sama bahkan mungkin lebih hebat lagi.</p>
<p><span id="more-500"></span>Teringat saya dengan kisah seorang <em>syabab </em>Islam, Muhammad Al-Fatih 1453! Ia adalah seorang <em>syabab</em> yang sungguh sangat luar biasa, semenjak kecil ia sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak pernah terbiasa oleh para <em>syabab </em>lainnya. Hingga kemudian saat baligh pun ia sungguh sudah melakukan hal-hal yang begitu mencengangkan. Al-Fatih, ia adalah seorang <em>syabab </em>yang semenjak ia baligh tidak pernah ketinggalan untuk shalat tahajud juga shalat sunnah rawatib. Selain itu, ia pun selalu shalat berjamaah di mesjid dan tiap kali shalat berjamaah di mesjid, ia tidak pernah melihat punggung orang lain –artinya ia selalu di depan dan selalu menjadi imam serta selalu paling dahulu berada di mesjid-</p>
<p>Dan prestasi terhebat yang tercatat dalam sejarah emas Islam adalah dalam usianya yang terbilang sangat muda, ia telah berhasil menaklukkan Peradaban Konstantinopel yang selama ribuan tahun telah diusahakan berkali-kali oleh Daulah Khilafah Islamiyah dan para Khalifah Islamiyah serta para <em>syabab </em>Islam untuk menguasai. Perjuangan yang dimulai oleh seorang <em>syabab </em>Islam bernama Abu Ayub Al-Anshari berumur 70 tahun pada masa Kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan, ia lah yang pertama kali melakukan usaha untuk menaklukkan Konstantinopel dalam rangka membuktikan janji Rasulullah dan mendapatkan kemuliaan dari sana.</p>
<p>Prestasinya pun tak bisa dibilang biasa, dengan tubuhnya yang renta, dan sakit-sakitan ia berangkat ke medan perang. Ketika beberapa hari perang, ia merasa azalnya sudah dekat hingga kemudian ia memanggil para pasukannya sebelum perang terakhir esoknya, ia ingin jenazahnya nanti dikuburkan di depan kaki pasukan terdepan. Akhirnya, besoknya usai ia meninggal dan perang dilakukan, jenazahnya benar-benar berhasil dimakamkan di depan kaki pasukan terdepan, tepat di bawah tembok benteng kokoh yang menjadi lambang Peradaban Konstantinopel saat itu. Seolah-olah ia ingin mengatakan kepada orang-orang yang nantinya akan melanjutkan perjuangannya khususnya para <em>syabab, </em>para pemuda untuk menaklukkan Konstantinopel bahwa kakek-kakek umur 70 tahun yang sakit-sakitan pun bisa berjuang untuk menaklukkan Konstantinopel hingga menyentuh dinding bentengnya, kalaulah yang lebih muda tidak bisa melebihinya atau setidaknya menyamainya maka sungguh memalukan hal tersebut.</p>
<p>Abu Ayub Al-Anshari ini pun saya golongkan sebagai seorang <em>syabab</em> walau umurnya yang sudah 70 tahun. Karena aktivitas, semangat, dan juga perjuangannya yang sungguh luar biasa untuk seseorang dengan umur seperti dirinya –coba bandingkan dengan kakek-kakek umur 70 tahun zaman sekarang! Apa yang mereka lakukan?- bahkan mungkin untuk para <em>syabab</em> yang umurnya relatif lebih muda daripada dirinya. Karena bagi saya seorang pemuda atau <em>syabab </em>tidak pernah mengenal umur, Abu Ayub Al-Anshari telah membuktikan dan memberikan pelajaran kepada kita bahwa kakek-kakek berumur 70 tahun pun mampu melakukan hal yang luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan oleh orang-orang seperti dirinya bahkan oleh mereka yang menyebut dirinya seorang <em>syabab </em>atau pemuda yang tentu biasanya identik dengan mudanya umur mereka.</p>
<p>Masih banyak lagi kisah para pemuda, para <em>syabab </em>yang heroik, luar biasa, dan menggugah. Andai saya tuangkan di sini, tentu tidak akan cukup. Teman-teman bisa langsung mencari referensinya atau silahkan hubungi penulis jika ingin bertanya dan ingin tahu berbagai kisah luar biasa lainnya. ^_^</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemuda Sekarang?</strong></p>
<p><strong>            </strong>Jika tadi kita cukup panjang lebar berbicara tentang para pemuda yang sudah mencatat prestasinya dengan tinta emas pada sejarah dunia, maka saatnya kita berbicara tentang pemuda saat ini. Karena tujuan saya menuliskan ini adalah ingin mengembalikan arti pemuda sebenarnya, terlepas secara subjektif ataupun objektif.</p>
<p>Kalau kita berkaca pemuda sekarang, tentu banyak yang bisa kita katakan tentang mereka, tentang kisah-kisah yang telah mereka ukir, termasuk mungkin tentang diri kita yang tentunya hingga saat ini masih mengidentifikasikan diri kita sebagai seorang pemuda –termasuk saya salah satunya-</p>
<p>Ada banyak prestasi yang mungkin telah ditorehkan oleh para pemuda ini, namun dibalik torehan prestasi yang gemilang tersebut ternyata mayoritas pemuda justru berada pada fase yang mungkin bisa saya katakan sebagai sebuah fase pencarian diri, kalau tidak mau disebut sebagai fase kegelapan atau merosotnya nilai intelektualitas, yang sebenarnya diharapkan lebih dari para pemuda ini. Bagaimana tidak? Kita melihat masih menjadi mayoritas bahwa banyak mereka-mereka yang mengatakan dirinya pemuda yang seharusnya mampu melahirkan prestasi-prestasi yang luar biasa ternyata malah banyak melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Hati-hati kawan, jangan sampai kita merasa bahwa kita selamanya menjadi seorang yang bisa santai dalam melakukan sesuatu, tanpa beban dan seolah hidup yang kita jalani masih layaknya seperti hidup kita ketika kita masih kecil. Kita bersama harus ingat bahwa ada satu fase ketika kita benar-benar harus menghadapi permasalahan hidup, dan segala macam problematikanya yang merupakan konsekuensi atas meningkatnya taraf berpikir kita sebagai seorang manusia.</p>
<p>Pemuda sekarang, kebanyakan masih berkutat pada hal-hal yang seharusnya ia sadari hal itu tidaklah akan membawa suatu kebaikan ataupun prestasi pada dirinya. Khususnya untuk para pemuda Islam, <em>syabab </em>Islam, yang mengaku beragama Islam. Kenapa justru ketika ada suatu masa dimana para pemudanya sungguh luar biasa dan menorehkan prestasi dan kisah yang juga luar biasa namun di masa lain, masa kini justru mengapa pemuda Islam itulah yang saat ini menjadi orang-orang yang belum mampu menghasilkan prestasi yang luar biasa layaknya seperti seorang pemuda Islam sebenarnya?</p>
<p>Kita melihat dan tentu mengetahui dengan jelas fakta-fakta yang tidak mengenakkan dari para pemuda, yang notabene mereka adalah para pemuda yang mengaku beragama Islam. Lihatlah bagaimana kasus tawuran, perzinahan, narkoba, kejahatan, dan lainnya seringkali menghiasi media dan diberitakan para pelakunya adalah orang yang relatif muda atau yang mungkin mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang pemuda bahkan beragama Islam. Betapa menyedihkannya!</p>
<p>Belum lagi begitu jauhnya para pemuda itu dengan agama mereka sendiri, Islam! Padahal di banyak hadits Rasulullah seringkali meninggikan peran para pemuda, bagaimana Rasulullah lebih suka dengan seorang pemuda yang banyak beribadah daripada seorang yang sudah berumur lanjut. Karena memang benar, orang yang umurnya muda namun rajin beribadah adalah sangat luar biasa, ketimbang orang tua yang rajin beribadah –wajar kan mereka beribadahnya rajin karena umur sudah tua dan merasa sudah dekat dengan kematian-</p>
<p>Saya yakin jika saya menuliskan semua hal yang menyedihkan dari para pemuda saat ini tentu akan sangat banyak dan lebih banyak daripada prestasi-prestasi yang mereka ukir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemuda Islam, Kembali dan Bangkitlah!</strong></p>
<p><strong>            </strong>Ada sebuah ungkapan, <em>“Negara barat maju karena meninggalkan agamanya, Umat Islam <strong>mundur </strong>karena <strong>meninggalkan agamanya</strong>!”</em></p>
<p>Ungkapan yang menurut saya tepat, karena begitulah keadaannya saat ini! Umat Islam khususnya para pemudanya, para <em>syabab</em>nya telah menepiskan Islam dan hanya menjadikannya sebagai ibadah ritual semata. Padahal Islam hadir dengan serangkaian aturan yang lengkap tentang semua aspek kehidupan, tidak hanya aspek ritual saja! Politik, sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya diatur oleh Islam. Kita semua bisa membuktikannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang ada dan juga hadits Rasulullah ditambah dengan sejarah peradaban Islam yang terukir rapi namun tersembunyi dalam sejarah dunia. Hati-hati kawan, ketika kita hanya menyempitkan makna Islam sebatas pada ritual semata maka jelas kita telah merubah makna dari Islam itu sendiri, dan tentu pertanggung jawabannya akan berat dihadapan Allah!</p>
<p>Yang jelas, jika ditanya bagaimana cara membangkitkan <em>syabab </em>Islam maka tidak ada cara lain selain menempatkan Islam di tempat yang seharusnya, yakni sebagai pedoman hidup. Bukan hanya pada tataran ritual semata, karena para <em>syabab </em>Islam terdahulu telah melakukan hal seperti itu, dan lagipula inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan wajib kita ikuti! Jika tidak, saya bisa jamin kebangkitan itu tidak akan pernah datang! <em>Wallahu a’lam</em></p>
<p align="right"><strong>Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<p align="right"><strong>Ilmu Komputer ‘09</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/kampus/'>Kampus</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/abu-ayub/'>abu ayub</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/al-fatih-sang-penakluk/'>al fatih sang penakluk</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/motivasi-hidup/'>motivasi hidup</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/motivasi-islam/'>motivasi islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/muhammad-al-fatih/'>muhammad al-fatih</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pemuda/'>pemuda</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pemuda-islam/'>pemuda islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syabab/'>syabab</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=500&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/untuk-mereka-yang-muda-merasa-tua-dilarang-membaca-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adirioarianto.files.wordpress.com/2010/05/camp-pemuda-remaja3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan Besar dalam Hidup</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/pertanyaan-besar-dalam-hidup-2/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/pertanyaan-besar-dalam-hidup-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 18:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhir zaman]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sesudah mati]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[sesudah islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam itu indah]]></category>
		<category><![CDATA[komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Manusia dan hidup             Dua hal yang tidak pernah bisa dipisahkan, manusia dan hidup. Dua hal ini lah yang kemudian memiliki hubungan yang sangat erat dalam tatanan yang ada di sekitar kita ini. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang kemudian &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/pertanyaan-besar-dalam-hidup-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=496&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/80x20-student.gif?w=347&#038;h=431" alt="" width="347" height="431" />Manusia dan hidup</strong></p>
<p><strong>            </strong>Dua hal yang tidak pernah bisa dipisahkan, manusia dan hidup. Dua hal ini lah yang kemudian memiliki hubungan yang sangat erat dalam tatanan yang ada di sekitar kita ini. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang kemudian memiliki kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa daripada makhluk hidup lainnya. Kemuliaan yang dimiliki manusia adalah ketika ia dianugerahi akal oleh Allah yang tidak pernah dianugerahkan Allah kepada makhluk ciptaanNya yang lain. Kemudian hidup yang tentunya menyimpan rahasia yang sungguh sangat hebat dan misterius, dari hidup lah semuanya bermula. Manusia dan hidup, terkadang manusia menjadi subjek pelaku adanya hidup bahkan juga terkadang ia bisa menjadi objek untuk berjalannya hidup.</p>
<p>Akal yang diberikan Allah kepada seorang manusia bukan hanya pemberian sia-sia semata, akal dihadirkan Allah sebagai sebuah jalan bagi manusia untuk menemukan berbagai rahasia kehidupan yang telah disediakan oleh Allah. Akal pun diberikan Allah agar manusia mampu meresapi berbagai fakta yang ada di kehidupannya, terlebih akal menjadi sangat penting agar manusia mampu memahami perintah pencipta dirinya mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidup ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Uqdatul Kubra, fitrah manusia</strong></p>
<p><strong>            </strong>Menjadi sebuah kewajaran yang merupakan akibat dari adanya akal pada diri manusia, ia akan senantiasa membuat pertanyaan dan juga mencari jawaban mengenai kehidupan yang saat ini tengah berlangsung dan berhubungan dengan dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang kemudian akan menentukan cara dirinya hidup, cara dia membangun ranah pemikirannya, cara ia memutuskan suatu hal, dan cara-cara lainnya yang berhubungan dengan hidupnya.</p>
<p>Setidaknya ada tiga pertanyaan kunci yang akan membuka dan mengawali lembaran hidup seorang manusia. Pertanyaan yang sudah coba dijawab semenjak dahulu, tentunya dengan berbagai jawaban dan juga berbagai dasar yang melandasi jawaban-jawaban tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Darimana manusia berasal?</li>
<li>Untuk apa manusia hidup di dunia?</li>
<li>Kemana manusia akan pergi setelah kehidupannya?</li>
</ol>
<p>Ketiga pertanyaan inilah yang kemudian akan menentukan bagaimana cara hidup seorang manusia. Yang akan senantiasa menjadi landasan hidup manusia dalam seluruh aspek kehidupannya.</p>
<p>Dan setidaknya, di dunia ini ada tiga pemikiran besar pula yang sudah mencoba menjawab ketiga pertanyaan besar dalam kehidupan manusia tersebut (<em>Uqdatul Kubra</em>). Tiga pemikiran besar tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Pemikiran sosialis-komunis</li>
<li>Pemikiran kapitalis-sekularis</li>
<li>Pemikiran islam</li>
</ol>
<p>Ketiga pemikiran besar ini telah berhasil menjawab ketiga pertanyaan besar dalam hidup tadi –<em>terlepas apakah benar atau salah</em>- yang kemudian akan mempengaruhi bagaimana cara mereka dalam menjalani hidup ini. Mereka akan berekonomi, berpolitik, melakukan kegiatan sosial berdasarkan hasil dari jawaban mereka tadi, bahkan lebih jauh mereka akan mengajak orang lain untuk mengikuti apa yang sudah mereka tentukan dalam menjawab pertanyaan besar tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemikiran Sosialis-Komunis</strong></p>
<p><strong>            </strong>Kebesaran dan kekuasaan pemikiran ini ditandai dengan sebuah negara besar atau imperium besar bernama Rusia atau Uni Soviet. Pemikiran ini sendiri mulai diterapkan sejak 07 November 1917, yang kemudian runtuh bersamaan dengan runtuhnya negara Rusia pada tahun 1991. Pemikiran ini menitikberatkan pada tidak adanya kepemilikan individu sehingga seluruh sumber kekayaan dimiliki oleh negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Dan ciri khusus lainnya adalah pemikiran ini sangat membatasi agama pada rakyatnya, karena bagi mereka agama itu merupakan sebuah racun yang menjauhkan mereka dari pemikiran yang rasional dan nyata.</p>
<p><span id="more-496"></span>Pemikiran ini pun sudah pernah menjawab ketiga pertanyaan besar dalam hidup manusia tadi. Untuk pertanyaan pertama, dari mana manusia berasal? Mereka menjawab bahwa manusia berasal dari materi, atau tanah lebih tepatnya. Kemudian pertanyaan kedua, untuk apa manusia hidup di dunia ini? Jawabnya tentu untuk bersenang-senang karena manusia tercipta dari materi maka wajarlah jika manusia juga mencintai materi. Dan pertanyaan terakhir, kemana manusia akan berakhir? Jawabnya adalah kembali menjadi materi, lebih tepatnya tanah seperti asal mula manusia ada.</p>
<p>Ketiga jawaban tadi memiliki ciri khas tersendiri, bagi mereka yang tidak percaya sama sekali dengan adanya Tuhan terlebih Allah, maka hidup ini diatur oleh keinginan dari diri mereka sendiri. Mereka hidup sesuka hati karena yakin tidak ada yang lebih kuat dan pintar serta mulia daripada manusia.</p>
<p>Wajarlah antara jawaban pertama dan kedua tidak ada jembatan penghubung karena mereka tidak percaya Tuhan dan kemudian selanjutnya antara jawaban kedua dan ketiga pun sama-sama tidak ada jembatan penghubung yang dikarenakan tidak ada efek atas keberadaan Tuhan yang tidak pernah mereka akui tersebut. Semenjak awal, mereka memang berpegang teguh bahwa Tuhan itu tidak pernah ada.</p>
<p>Anggapan tidak adanya Tuhan ini yang membuat mereka berpikir bahwa manusia lah yang kemudian memiliki jagat raya ini, manusia makhluk terhebat, makhluk termulia, dan tidak ada lagi apapun yang melebihinya. Dengan membunuh fitrah manusia untuk mengkultuskan sesuatu, maka inilah yang menjadi landasan berpikir pemikiran ini.</p>
<p>Manusia bisa mandiri dan tak perlu bergantung pada apapun, justru semua hal yang ada di dunia dan jagat raya inilah yang harus menggantungkan hidupnya pada manusia. Tumbuhan, hewan, bumi, dan lainnya adalah sesuatu yang jauh lebih rendah dan jauh lebih lemah daripada manusia.</p>
<p>Inilah gambaran sederhana dari pola kehidupan dan pemikiran dari Sosialis-Komunis. Hasil dari jawaban ketiga pertanyaan besar itu lah yang kemudian membuat pendapat dan pemikiran mereka tentang hidup menjadi seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemikiran Kapitalis-Sekularis</strong></p>
<p><strong>            </strong>Jika Sosialis-komunis erat kaitannya dengan Rusia maka jika berbicara tentang Kapitalis-sekularis akan sangat erat kaitannya dengan Amerika Serikat. Lambang kekuasaan juga kebesarannya ditandai dengan eksistensi dari Amerika Serikat itu sendiri. Pemikiran ini hadir sebagai sebuah solusi alternatif atau bisa dikatakan sebagai sebuah pengganti dari pemikiran Sosialis-komunis. Sejatinya eksistensi pemiiran ini ada semenjak hilangnya pengaruh pemikiran Sosialis-komunis di dunia. Walau sebenarnya, runtuhnya pemikiran itu tidak lain karena berbagai intervensi dan juga serangan dari berbagai aspek oleh para pengusung pemikiran Kapitalis-sekularis itu sendiri, walau tidak bisa dipungkiri pula ada beberapa aspek internal yang kemudian membawa pemikiran Sosialis-komunis tersebut kepada kehancuran.</p>
<p>Pemikiran ini pun sudah mencoba menjawab pertanyaan besar dalam kehidupan ini. Pertanyaan pertama, dari mana manusia berasal? Mereka menjawab bahwa manusia berasal dari Tuhan, diciptakan oleh Tuhan. Kemudian kedua, untuk apa manusia hidup? Mereka menjawab untuk bersenang-senang dan kemudian untuk pertanyaan terakhir, kemana manusia akan berakhir? Mereka menjawab kembali kepada Tuhan.</p>
<p>Perbedaan paling mendasar antara pemikiran Sosialis-komunis dengan pemikiran Kapitalis-sekuler ini adalah dalam hal kepercayaan kepada Tuhan. Jika Sosialis-komunis tidak percaya akan eksistensi dan keberadaan Tuhan, maka Kapitalis-sekularis percaya dengan adanya Tuhan. Namun sayang, walau mereka percaya kepada Tuhan tapi mereka menekankan bahwa Tuhan tidak punya hak apapun terhadap diri mereka, ciptaanNya atau dalam hal ini manusia itu sendiri. Bagi mereka Tuhan selayaknya pembuat jam, ketika jam itu selesai dibuat, maka pembuatnya tidak perlu mengawasi jam itu lagi karena jam itu sudah mampu bergerak sendiri.</p>
<p>Wajarlah jawaban mereka ketika ditanya untuk apa hidup di dunia, maka mereka menjawab untuk bersenang-senang karena bagi mereka Tuhan tidak punya hak apa-apa terhadap kehidupan mereka dan mengatur kehidupan mereka. Kebebasan untuk berbuat apapun, melakukan apapun, mengambil peran apapun, membuat peraturan yang seperti apapun, dan lainnya menjadi ciri khas pemikiran mereka. Bebas sebebas-bebasnya karena tidak ada Tuhan yang mengatur mereka, dan memang mereka menekankan Tuhan sama sekali tidak punya hak untuk mengatur kehidupan mereka. Walau mereka memang yakin akan kembali kepada Tuhan, namun mereka tidak mengakui akan adanya hisab atau pertanggung jawaban terhadap Tuhan atas apa-apa yang telah mereka kerjakan di dunia.</p>
<p>Bentuk model kehidupan ini, paling jelas bisa kita lihat di Amerika Serikat. Kebebasan individu menjadi ciri khasnya, individu bebas melakukan apapun yang menjadi keinginannya. Bebas bersuara apapun, berpendapat, dan melakukan apapun tanpa ada larangan dan kecaman. Karena itulah kebebasan menurut mereka, kebebasan tanpa batas.</p>
<p>Landasan lainnya yang menjadi dasar dari pemikiran ini juga sangat bergantung bahkan menuhankan materi. Pemikiran kapitalis yang meninggikan materi, uang, modal di atas segalanya membuat aspek ekonomi sangat penting bagi mereka. Tidak ada yang salah bagi mereka jika ingin mendapatkan uang yang lebih banyak dengan berbagai cara yang bahkan bisa dikatakan tidak manusiawi. Kita berbicara tentang bagaimana intervensi-intervensi yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada negeri-negeri di Timur Tengah yang notebene mempunyai banyak cadangan minyak, semuanya semata-mata adalah untuk menjaga kekuatan ekonomi mereka secara umum dan persediaan minyak mereka secara khusus. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekayaan yang lebih dan lebih lagi, apakah itu dengan jalan mengangkat senjata atau hanya sekedar permainan retorika kata-kata semata.</p>
<p>Bahkan, begitu tingginya materi, uang bagi pemikiran ini, hukum pun mampu diperjualbelikan. Kebenaran dan kebatilan pun mampu diputar balikkan dengan mudah, asalkan ada uang yang cukup maka semuanya bisa dilakukan. Contoh nyata adalah apa yang terjadi di Indonesia, bagaimana kasus Gayus yang membuat malu seluruh elemen hukum Indonesia, Bank Century, dan lainnya. Inilah bukti kecil betapa uang, kekayaan mampu membeli hukum, mampu memutar balikkan kebenaran dan kebatilan.</p>
<p>Dan terakhir, tentu karena ketidakpercayaan terhadap aturan Tuhan, maka mereka menekankan bahwa agama tidak boleh dibawa ke ranah publik. Agama hanya boleh ada di tempat-tempat ibadah, hanya boleh berinteraksi antara manusia dan Tuhan saja. Tapi tak pernah sekalipun mereka mengakui bahwa agama boleh ada pada ranah publik, ranah muamalah, dan lainnya. Tidak boleh ada agama dalam ranah politik, ekonomi, sosial dan budaya. Agama hanya boleh ada pada ranah spiritual semata, di tempat-tempat ibadah saja, dan hanya boleh ada pada interaksi antara manusia dengan Tuhannya, tidak antara manusia dengan manusia.</p>
<p>Inilah sedikit gambaran sederhana tentang pemikiran Kapitalis-sekularis, yang benar-benar memisahkan agama dari kehidupan dan membebaskan segala macam kehidupan manusia tanpa ada aturan dari Tuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemikiran Islam</strong></p>
<p><strong>            </strong>Pemikiran ini ada semenjak Rasulullah diutus Allah untuk menyebarkan agama ini. Yang mana setelah beliau wafat maka kemudian banyak Khalifah yang meneruskan tugas beliau sebagai seorang kepala negara dan juga ketua spiritual, bukan sebagai nabi rasul. Pemikiran inilah yang kemudian memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia, dan terlebih pemikiran ini pula yang mengalami kemajuan paling pesat dalam segala aspek kehidupan dari pemikiran apapun yang ada di dunia ini.</p>
<p>Pemikiran ini pun sudah menjawab pertanyaan paling besar dan juga mendasar dalam hidup. Pertanyaan besar pertama, dari mana manusia berasal? Jawaban mereka tentulah berasal dari Allah. Kemudian pertanyaan kedua, untuk apa manusia hidup? Maka mereka menjawab semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. Dan pertanyaan terakhir, kemana manusia akan pergi? Jawabnya adalah kembali kepada Allah.</p>
<p>Perbedaan paling mendasar dan terlihat jelas pada pemikiran ini adalah pada jawaban dari pertanyaan kedua, yakni untuk apa manusia hidup di dunia! Jika dua pemikiran lainnya menjawab untuk bersenang-senang di dunia, namun Islam menjawab dengan jawaban khas yaitu untuk beribadah kepada Allah semata. Jawaban yang tidak pernah dikeluarkan oleh pemikiran apapun dan juga dari agama manapun.</p>
<p>Hal lain yang kemudian memberikan ciri khas dari pemikiran ini adalah penghubung antara masing-masing jawaban yang berhubungan erat dengan eksistensi pencipta yakni Allah. Antara jawaban pertama dan jawaban kedua ada sebuah jembatan bernama aturan hidup dari Allah yang kemudian kita sebut sebagai syariat Islam. Allah mempunyai hak penuh untuk mengatur kehidupan makhluk ciptaanNya, sama sekali aneh jika seorang pencipta tidak diperbolehkan mengatur ciptaanNya atau justru aneh pula jika makhluk ciptaan tidak mau diatur oleh makhluk ciptaanNya.</p>
<p>Dan juga antara pertanyaan kedua dan ketiga, ada sebuah jembatan penghubung bernama hisab atau pertanggung jawaban terhadap Sang Pencipta, Allah! Apapun yang diperbuat manusia, makhluk ciptaan Allah yang mempunyai akal ini di dunia, maka semua itu pasti harus dipertanggung jawabkan kepada Allah hingga kemudian ia akan menerima pembalasan dari Allah yakni tempat terakhirnya apakah di surga yang penuh dengan kenikmatan atau neraka yang penuh dengan kesengsaraan.</p>
<p>Karena itulah ciri khas dari pemikiran ini adalah bahwa aturan Allah, syariat Islam itu berada di atas apapun. Manusia wajib mentaatinya baik dalam keadaan suka ataupun tidak karena semua aturan dari Allah tidak pernah membuat manusia sulit tapi memberikan jalan yang terbaik bagi manusia dalam mengarungi kehidupan ini. Inilah kemudian yang menjadi rahasia mengapa pemikiran inilah yang paling berpengaruh dan paling mengalami perkembangan pesat di segala aspek kehidupan sepanjang sejarah dunia. Sederhana sekali rahasianya, mereka hanya patuh dan tunduk pada aturan yang telah Allah berikan dan juga meneladani apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Pemikiran inilah yang kemudian benar-benar memanusiakan manusia, bukan justru menghewankan manusia seperti apa yang telah dilakukan oleh pemikiran Sosialis-komunis dan juga Kapitalis-sekularis.</p>
<p>Pada intinya, dalam Islam sudah jelas bahwasanya seluruh aturan kehidupan itu berasal dari Allah, tidak diperbolehkan walau sekecil atom pun bagi seorang manusia terlebih seorang muslim yang mengatakan dirinya beriman untuk mengambil hukum aturan lain selain aturan Allah dalam kehidupannya. Dari bangun tidur hingga bangun negara, juga dari masuk toilet hingga masuk surga, Islam memiliki dan menyediakan semua aturan yang berhubungan dengannya. Dan aturan itu ada untuk membuat manusia menjadi makhluk yang benar-benar mulia, bukan justru malah menghinakannya seperti yang telah dilakukan dua pemikiran sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fitrah kita, pertanyaan bagi kita</strong></p>
<p><strong>            </strong>Itulah tadi ketiga pemikiran yang kini tengah eksis di dunia. Seperti yang dikatakan pada awal artikel ini bahwa jawaban dari ketiga pertanyaan besar dari pemikiran manapun akan secara alami menentukan bagaimana cara seseorang menjalani kehidupannya. Dengan mengambil pemikiran Sosialis-komunis maka ia akan menjalani kehidupannya dengan tidak percaya kepada Tuhan dan hidup hanya untuk bersenang-senang semata, sedangkan dengan mengambil pemikiran Kapitalis-sekularis maka ia akan senantiasa menjalani kehidupannya dengan berorientasikan kepada materi pula hanya saja ia percaya dengan adanya Tuhan namun baginya Tuhan tidak ada hak, sama sekali tidak boleh mengatur kehidupannya dalam ranah publik, dan terakhir jika ia mengambil pemikiran Islam untuk menjalani hidup maka ia akan senantiasa mengorientasikan kehidupannya untuk beribadah kepada Allah dan meyakini sepenuhnya bahwa hidup di dunia harus mentaati peraturan dari Allah dan tentunya akan ada pertanggung jawabkan yang harus diberikan kepada Allah selama hidup di dunia.</p>
<p>Itulah kira-kira ciri-ciri umum dari orang yang telah mengambil baik secara sadar ataupun tidak sadar suatu pemikiran dalam kehidupan. Pertanyaan sekarang, pemikiran yang mana yang akan kita ambil? Sebelum menjawab hal tersebut tentu kita harus mengetahui yang mana pemikiran yang benar dan tentunya memenuhi fitrah manusia. Karena dalam tulisan ini kita belum akan membahas pemikiran mana yang benar,  kita belum akan membahas pemikiran mana yang memang sesuai dengan fitrah manusia dan kemudian layak diambil sebagai pemikiran bagi kehidupan manusia. Insya Allah pembahasan tentang hal tersebut akan ada pada tulisan berikutnya. <em>Wallahu a’lam bi ash shawab.</em>[]</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Malang, 10 Apr 2011 pukul 6.51 AM</strong></p>
<p><strong>By : Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/akhir-zaman/'>akhir zaman</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hidup/'>hidup</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hidup-sesudah-mati/'>hidup sesudah mati</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ideologi/'>ideologi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam-itu-indah/'>islam itu indah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/kapitalisme/'>kapitalisme</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/komunisme/'>komunisme</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/manusia/'>manusia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pertanyaan/'>pertanyaan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/sesudah-islam/'>sesudah islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/sosialisme/'>sosialisme</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=496&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/pertanyaan-besar-dalam-hidup-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/11/80x20-student.gif?w=241" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah, antara Pelecehan Islam dan Kebebasan Beragama?</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/ahmadiyah-antara-pelecehan-islam-dan-kebebasan-beragama-2/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/ahmadiyah-antara-pelecehan-islam-dan-kebebasan-beragama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 18:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bentrok warga]]></category>
		<category><![CDATA[susilo bambang yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[cikeusik]]></category>
		<category><![CDATA[cikeusik ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Warga v.s. Ahmadiyah             Masih hangat dalam ingatan kita akan kejadian bentrok antara warga dengan penganut Ahmadiyah di Cikeusik yang kemudian menewaskan tiga orang penganut Ahmadiyah dan juga melukai banyak sekali warga. Kasus yang kemudian disinyalir sebagai sebuah bukti bahwa &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/ahmadiyah-antara-pelecehan-islam-dan-kebebasan-beragama-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=493&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.hidayatullah.com/berita/gal384763053.jpg" alt="" width="500" height="332" />Warga v.s. Ahmadiyah</strong></p>
<p><strong>            </strong>Masih hangat dalam ingatan kita akan kejadian bentrok antara warga dengan penganut Ahmadiyah di Cikeusik yang kemudian menewaskan tiga orang penganut Ahmadiyah dan juga melukai banyak sekali warga. Kasus yang kemudian disinyalir sebagai sebuah bukti bahwa Islam tidak mempunyai sikap tolerir dan sikap beragamanya identik dengan kekasaran dan pemaksaan ataupun ekstrimis. Pencitraan terhadap Islam yang entah darimana mulai mencuat pasca kejadian ini. Berbagai pihak yang kental sekali sikapnya yang memusuhi Islam dan mendukung Ahmadiyah memanaskan isu ini, mereka sangat setuju bahwa Islam pantas untuk di cap sebagai agama yang tidak tolerir, keras, ekstrimis, dan kejam. Terhitung orang-orang pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal) yakni Ulil Abshar Abdalla, Yenny Wahid anak sulung Gus Dur sekaligus Direktur Eksekutif The Wahid Institute, juga orang-orang dari Setara Institute dan HRWG (Human Right Watch Group) sangat mengamini cap jelek namun tak beralasan terhadap Islam ini.</p>
<p>Padahal bentrokan yang terjadi lebih karena adanya beberapa pihak dari Ahmadiyah sendiri yang kemudian memulai bertindak kasar dan membahayakan warga. Sejak awal, warga sudah jengah dengan kegiatan Ahmadiyah yang dipimpin Suparman karena Suparman tetap saja meneruskan aktivitasnya untuk menyebarkan pemahaman-pemahaman Ahmadiyah. Warga pun berniat mendatangi rumah Suparman untuk meminta baik-baik kepadanya agar menghentikan aktivitasnya. Untuk menghindari bentrokan, aparat mengosongkan rumah Suparman. Suparman, istri, dan sekretarisnya pun dievakuasi ke Polres Pandeglang. Namun, ternyata datang sekitar 17 orang anggota Ahmadiyah dari Jakarta, Bogor, dan lainnya. Mereka membawa peralatan perang berupa batu-batu, golok, samurai, panah, ketapel, serta alat dokumentasi berupa kamera video. Aparat datang untuk meminta mereka kembali pulang, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Namun, mereka tidak mau pergi dan malah menantang. Salah satunya malah berkata, “Jika bapak-bapak tidak bisa mengamankan kami, biarkan kami menjaga diri kami sendiri hingga mati!”</p>
<p>Polisi pun kembali datang dengan didampingi Sarta, warga setempat. Tujuannya adalah membujuk mereka agar mau dievakuasi. Terjadilah cekcok mulut. Kemudian salah satu anggota Ahmadiyah itu membacok lengan Sarta hingga luka parah. Sarta berteriak kesakitan dan terdengar oleh Ujang, keponakan Sarta. Mereka yang mendengar pun datang hendak menolong Sarta. Namun, ketika sampai di depan rumah Suparman, mereka diberondong batu oleh para anggota Ahmadiyah. Salah seorang dari anggota Ahmadiyah itu mendemonstrasikan golok di halaman rumah Suparman. Lalu warga mundur karena kekuatan tidak seimbang. Selang beberapa waktu kemudian datanglah warga dari berbagai pelosok mengepung rumah Suparman dan terjadilah bentrokan hingga menewaskan tiga orang anggota Ahmadiyah dan banyak lainnya yang terluka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pelecehan atau Kebebasan Beragama?</strong></p>
<p><strong>            </strong>Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah akan sangat wajar jika menimbulkan kemarahan bagi umat muslim. Dimana-mana, mereka pasti akan marah jika tahu bahwa apa yang mereka yakini dengan tentunya dalil dan dasar yang kuat bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para nabi yang kemudian dipungkiri Ahmadiyah dengan adanya nabi setelah Nabi Muhammad yakni Mirza Ghulam Ahmad. Ditambah lagi ketika mereka mengacak-acak ayat Al-Qur’an yang kemudian dikumpulkan dalam Tadzkirah, kitab suci mereka. Bahkan dalam kehidupan bermasyarakat, Ahmadiyah sampai membuat mesjid khusus jamaah Ahmadiyah, tidak mewajibkan jihad dan lainnya.</p>
<p><span id="more-493"></span>Jika apa yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah ini bukan sebagai pengacak-acakan konsep Islam lalu disebut apa? Jelas sekali apa yang mereka lakukan sebenarnya memungkiri konsep dasar aqidah Islam yang justru sangat penting dan mendasar dalam kehidupan seorang muslim. Mereka menyebut diri mereka sebagai bagian dari umat muslim, dari umat Islam padahal Rasulullah pun tidak pernah mengajarkan seperti ini, beliau sudah menekankan bahwa beliau, Muhammad Saw adalah penutup para nabi dan rasul. Dan hal ini pun sudah termaktub jelas dalam Al-Qur’an dan juga hadits, tidak terbantahkan lagi kebenarannya.</p>
<p>Meski demikian, para jamaah Ahmadiyah tetap bersikeras dengan apa yang kini mereka yakini. Bahkan mereka tidak mengindahkan SKB Tiga Menteri yang dahulu pernah dibuat dan disahkan sebagai respon dan tindakan akan eksistensi Ahmadiyah. Mereka masih saja berani beraktivitas di tengah-tengah masyarakat, menyebarkan pemahaman mereka tentang Islam yang sudah jelas-jelas sesat, dan beribadah menurut apa yang mereka pahami.</p>
<p>Eksistensi mereka inipun didukung oleh para aktivis liberal yang menginginkan umat Islam ini pecah dan berantakan. Jelas sekali berbagai tindakan, perkataan dari para aktivis yang sangat mendukung eksistensi Ahmadiyah seperti para aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal), Wahid Institute, Setara Institute, dan Human Right Watch Group (HRWG).</p>
<p>Sebelumnya, aktivis JIL – Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa Ahmadiyah hanyalah berbeda dalam konsep kenabian, sementara mereka tetap menjalankan semua rukun Islam yang lima. Di mata Ulil, Ahmadiyah hanyalah sebuah sekte dalam Islam. Karena itulah keberadaannya tak perlu dipermasalahkan bahkan ia menganggap bahwa keinginan untuk mengeluarkan Ahmadiyah dari Islam adalah sebagai sebuah kebodohan. Hal serupa dikemukakan Direktur Eksekutif Wahid Institute Yenny Wahid, menurutnya penetapan Ahmadiyah sebagai agama baru tidak akan menyelesaikan masalah tindak kekerasan terhadap pengikutnya. Ia berdalih, urusan sesat menyesatkan bukan urusan manusia namun urusan Tuhan.</p>
<p>Setali tiga uang dengan Ulil dan Yenny, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan, pembubaran Ahmadiyah bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beragama, berserikat, dan berkumpul. Ia meminta masyarakat tak alergi terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah. Azyumardi percaya Ahmadiyah tak merusak agama Islam.</p>
<p>Dedengkot liberal Indonesia, Johan Effendy, menilai negara tak boleh terlibat dalam kontroversi keyakinan. Sesat ataupun tak sesat adalah urusan yang bersangkutan dengan Tuhan, “ Kami menolak agama ikut mengurusi hati dan keyakinan warganya.” Kata Johan.</p>
<p>Ya, begitulah argumentasi <em>ngawur </em>para pembela Ahmadiyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Demokrasi menyuburkan pelecehan terhadap Islam</strong></p>
<p><strong>            </strong>Kebingungan mungkin menghinggapi kita, ingin mengatakan apa yang dilakukan Ahmadiyah adalah sebuah pelecehan agama namun di sisi lain hal tersebut hanyalah sebuah kebebasan beragama, kebebasan berpendapat. Lalu, jika seperti ini bagaimana? Siapa yang salah? Dan dimanakah posisi Ahmadiyah?</p>
<p>Sederhana sebenarnya, namun kita harus memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Ahmadiyah jelas adalah pelecehan dan penodaan agama Islam, karena konsep beragama yang ada padanya jelas-jelas menyimpang dari pokok ajaran Islam yakni terkait masalah aqidah. Maka tidak bisa tidak, apa yang dilakukan Ahmadiyah memang benar adalah sebuah pelecehan, penodaan terhadap satu agama tertentu di Indonesia ini yang dalam hal ini adalah Islam.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kebebasan beragama atau berpendapat? Inilah kemudian yang menjadi masalah. Konsep kebebasan beragama dan berpendapat yang dilahirkan dari diterapkannya sistem kehidupan bernama demokrasi inilah yang kemudian menjadi titik masalah. Sistem yang sejak awal tidak pernah pro dan juga mendukung keberadaan agama Islam dan umatnya, sistem yang memang sejak awal ingin agar para umat muslim, umat Islam tidak mampu bangkit dari keterpurukannya, sistem yang sejak awal memang ingin memberangus dan menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya.</p>
<p>Walau bagaimanapun, karena apa yang dilakukan Ahmadiyah adalah menyerang pokok-pokok ajaran Islam maka negara harus melidungi ajaran Islam dan menindak Ahmadiyah, idealnya memang seperti itu. Karena pun ada aturan yang kemudian tidak boleh menyerang dan melecehkan pokok-pokok ajaran suatu agama di Indonesia. Namun sayangnya, hal itu tidak terjadi.</p>
<p>Negara demokrasi Indonesia ini justru terlihat seperti mengamini keberadaan Ahmadiyah penista agama Islam ini. Tidak ada langkah real yang benar-benar real untuk menindak apa yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah dan kemudian menyelamatkan aqidah kaum muslim. Bahkan para wakil rakyat, pemerintah, terlebih presiden tidak berbuat banyak bahkan acuh tak acuh terhadap hal ini.</p>
<p>Pasca kejadian bentrok di Cikeusik yang sebenarnya sudah didahului oleh kejadian bentrok-bentrok lainnya, tidak pernah ada ketegasan dari presiden terutama, untuk menindak para aktivis Ahmadiyah. Padahal presiden memiliki kekuasaan penuh dan pasti mampu menindak Ahmadiyah ini dan menyelamatkan aqidah umat muslim. Tapi faktanya sampai sekarang pun seolah presiden dan kabinetnya menutup mata akan hal ini.</p>
<p>Negara yang notabene dihuni oleh mayoritas kaum muslim, pemimpinnya pun muslim, wakil rakyatnya pun muslim ternyata sama sekali tidak mau melakukan tindakan apapun yang lebih real untuk menindak Ahmadiyah dan menyelamatkan aqidah kaum muslim. Sistem di negara ini pun tidak pernah pro dan peduli serta mendukung eksistensi Islam, sistem yang bernama demokrasi yang telah ada pasca reformasi 1998 dahulu. Lalu, masihkah kita percaya dengan sistem di negara ini dengan konsekuensi tidak akan pernah selesainya masalah Ahmadiyah dan umat muslim akan selalu dihinakan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Malang, 10 Apr 2011 pukul 6.32 PM</strong></p>
<p><strong>By : Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/'>Analisis</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/politik-analisis/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ahmadiyah/'>ahmadiyah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ahmadiyah-di-indonesia/'>ahmadiyah di indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/bentrok-warga/'>bentrok warga</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cikeusik/'>cikeusik</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cikeusik-ahmadiyah/'>cikeusik ahmadiyah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/dakwah-2/'>dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/perjuangan/'>perjuangan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/sby/'>sby</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/susilo-bambang-yudhoyono/'>susilo bambang yudhoyono</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariat-islam/'>syariat islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/493/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=493&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/ahmadiyah-antara-pelecehan-islam-dan-kebebasan-beragama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hidayatullah.com/berita/gal384763053.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Loh? Kok takut dengan Islam?</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/loh-kok-takut-dengan-islam/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/loh-kok-takut-dengan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 18:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrimisme]]></category>
		<category><![CDATA[hukum Allah]]></category>
		<category><![CDATA[nii]]></category>
		<category><![CDATA[phobia]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme di indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Isu-isu hangat kok aneh?             Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak sekali berbagai kejadian di Indonesia yang jika kita hubungkan dengan keberadaan dan eksistensi Islam di sini tentu lah akan menghasilkan suatu kesimpulan yang memang bisa dikatakan sebagai sebuah hal &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/loh-kok-takut-dengan-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=491&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong><img class="aligncenter" src="http://bkldkub.files.wordpress.com/2011/11/pp_logo.jpg?w=500&#038;h=257" alt="" width="500" height="257" /></strong></strong></p>
<p><strong>Isu-isu hangat kok aneh?</strong></p>
<p><strong>            </strong>Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak sekali berbagai kejadian di Indonesia yang jika kita hubungkan dengan keberadaan dan eksistensi Islam di sini tentu lah akan menghasilkan suatu kesimpulan yang memang bisa dikatakan sebagai sebuah hal yang aneh. Isu-isu seperti terorisme, pengeboman, kekerasan, dan lainnya selalu dihubungkan dengan Islam. Isu terorisme atau bom misalnya, langsung saja tanpa analisa yang bersifat intelektual kemudian dihubungkan dengan Islam sebagai sebuah agama keras, kejam, dan lainnya. Bahkan definisi dari jihad pun menjadi terdistorsi hingga dianggap sebagai sebuah hal yang sangat mengerikan. Banyak lagi berbagai isu dan juga kejadian yang notabene membuat Islam menjadi tersudutkan.</p>
<p>Belum lagi kasus NII yang kemudian mencuat setelah bertahun-tahun tidak muncul. NII KW 9 atau lebih tepatnya NII palsu ini memang sebuah isu yang sengaja dipelihara oleh pemerintah untuk mengalihkan perhatian rakyat Indonesia dari berbagai kejadian yang seharusnya mendapat perhatian serius dari rakyat seperti misalnya korupsi, Gayus, dls. NII memang sengaja dibangkitkan kembali isunya oleh pemerintah sebagai sebuah <em>counter attack </em>akan perkembangan Islam yang sungguh sangat luar biasa dewasa ini, terlebih lagi masyarakat semakin sadar bahwa Islam lah yang satu-satunya bisa menjadi solusi praktis dalam setiap permasalahan hidup yang ada sekarang. Isu yang dibawa NII, yakni Negara Islam Indonesia adalah sebuah isu yang memang sengaja dibawa dan diangkat juga sebagai <em>counter attack </em>atas mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menegakkan Syariat dan Khilafah atau Negara Islam, Daulah Khilafah Rasyidah Min Haj Nubuwwah Ats Tsaniyah. Tentu bukan yang dimaksud dengan Negara Islam versi NII, namun Negara Islam dalam bentuk Daulah Khilafah Rasyidah Min Haj Nubuwwah Ats Tsaniyah yang tidak hanya menjadi pemersatu bagi kaum muslim di Indonesia saja tapi juga di seluruh dunia.</p>
<p>Isu-isu seperti terorisme, pengeboman, dan lainnya. Juga isu NII KW 9 yang akibat tindakannya dalam hal menculik, memeras, bahkan berzina dan lainnya membuat satu blunder yang sungguh sangat tidak baik di masyarakat khususnya kalangan mahasiswa. Akibatnya para masyarakat Indonesia terlebih mahasiswa pasca mendengar kejadian mahasiswa-mahasiswa yang diculik oleh NII KW 9 itu menjadi takut dan phobia dengan Islam. Bahkan hanya sekedar ikut pengajian umum saja takut, terlebih ikut kajian khusus atau intensif. Kelompok-kelompok studi Islam ditakuti keberadaannya bahkan ada yang langsung mem-<em>black list</em> kelompok-kelompok ini. Lebih jauh, masyarakat termasuk kalangan mahasiswa pun semakin takut dan juga menjauh terhadap agamanya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Islam, Cinta berkawan!</strong></p>
<p><strong>            </strong>Benarkah wajah Islam begitu mengerikannya? Begitu menakutkannya? Begitu kejam dan beringasnya?</p>
<p>Lalu bagaimana dengan AS yang telah membantai ratusan bahkan jutaan muslim di Irak, Pakistan, pun di Palestina?</p>
<p>Bagaimana dengan Israel yang pun juga melakukan hal yang sama?</p>
<p>Atau mungkin Densus 88 yang tidak kenal siapapun, dalam keadaan apapun langsung main tembak saja? Tidak peduli orang yang dimaksud atau bukan? Pokoknya asalkan sudah membunuh orang, mereka sudah puas!</p>
<p>Pertanyaannya, siapa yang lebih pantas disebut teroris? Islam atau mereka?</p>
<p>Kita semua harus mengerti bahwa tidak semua pemberitaan di media yang ada itu proporsional dengan fakta sebenarnya, bahkan bisa jadi salah. Sebagai seorang muslim, dalam statusnya sebagai seorang mahasiswa tentu harus mampu bersikap kritis dan cerdas termasuk mampu memilih yang mana berita yang memang isinya bisa kita ambil dan yang tidak.</p>
<p><span id="more-491"></span>Termasuk kasus terorisme misalnya, yang kerap kali dihubungkan dengan Islam. Memang orang-orang yang melakukan tindakan terorisme, pengeboman, dan lainnya kadang kala mengatakan ini adalah sebuah jihad, perjuangan Islam dan lainnya. Namun, kita semua perlu paham disini bahwa mereka semua, belum tentu bergerak dengan inisiatif sendiri, biasanya selalu ada oknum intelektual dibalik itu semua. Atau kalau pun mereka semua bergerak sendiri, tentulah ada sebuah proses perubahan paradigma, pemikiran terhadap orang-orang tersebut tentang Islam. Karena dalam penyebarannya, perjuangannya, dan seruannya, Islam tidak pernah sekalipun melalui jalan kekerasan, seperti apa yang dicontohkan Rasulullah. Perjuangan Rasulullah menyebarkan Islam hanya lewat pemikiran, hujjah tidak pernah melalui jalur kekerasan, dan sejenisnya. Karenanya, tindakan seperti itu pun, yakni menyebarkan Islam dengan jalan kekerasan sama sekali bertentangan dengan Islam.</p>
<p>Jadi, tidak pernah sekalipun Islam dalam metode dakwahnya melakukan kekerasan dan sejenisnya, kalaupun berbicara tentang jihad, tentunya ada beberapa aturan yang memang diatur sedemikiran rupa oleh Islam. Ini yang sangat harus kita pahami.</p>
<p>Islam, ia merupakan suatu agama yang sempurna. Ia mengatur urusan manusia dalam segala hal dan aspek. Dari bangun tidur hingga bangun negara, dari masuk toilet hingga masuk surga. Semuanya diatur oleh Islam. Tidak terlepas sekalipun.</p>
<p>Tidak hanya berbicara tentang ibadah mahdah atau hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan tapi juga ia berbicara tentang hubungan antar sesama manusia, dalam hal muamalah. Ibadah mahdah, mekanisme dan sistematikanya sangatlah logis dan masuk diakal, memahami eksistensi Allah dari jalan pemikiran, dari jalan pemahamannya terhadap eksistensi manusia, kehidupan, dan alam semesta yang ada di sekitarnya (dalil aqli) serta hujjah yang berasal dari sana yang memang tidak terlihat secara kasat mata (dalil naqli).</p>
<p>Selain itu, Islam juga mengatur kehidupan manusia dalam segala aspek dengan mengatur kehidupan manusia berdasarkan aturan Sang Pencipta semata. Karena tentulah aturan tersebut tidak ada cacat dan kesempurnaan saja yang ada padanya. Karena Allah, Sang Pencipta sangat mengerti tentang makhluk ciptaanNya. Dan aturanNya bukan untuk membuat manusia susah, tapi justru membuat manusia  menjalani kehidupan di dunia ini dengan benar dan juga sesuai dengan fitrahnya manusia. Hingga kemudian manusia akan mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. Karena memang hukum Allah yang diterapkan atas manusia itu adalah untuk kebaikan manusia pula.</p>
<p>Kemudian jika kita berbicara bagaimana Islam mengembangkan kemajuan dalam berbagai bidang di dunia ini, maka tentu kita akan menemukan berbagai hal yang luar biasa. Bagaimana kemudian Ibnu Sina atau Avicenna yang dijuluki sebagai bapak kedokteran dunia meletakkan dasar-dasar kedokteran yang kemudian kitabnya dipakai berabad-abad oleh dunia kedokteran. Atau betapa hebatnya Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Kota Heraklius – Konstantinopel yang dalam umurnya yang masih sangat muda yakni 21 tahun, ia menjadi seorang Panglima Perang dan memimpin pasukan terbaik sepanjang masa merebut Kota Konstantinopel yang sudah sangat dirindukan pembebasannya selama beratus-ratus tahun. Ada pula Umar bin Abdul Azis, seorang Khalifah, kepala negara dalam Negara Islam atau Khilafah Islamiyah yang kemudian dalam masa pemerintahannya ia mampu menyejahterakan seluruh kaum muslim yang ada di sana, hingga tidak ada satupun masyarakat yang pantas untuk diberikan zakat karena semuanya sudah makmur dan sejahtera.</p>
<p>Masih begitu banyak peradaban-peradaban gemilang yang telah dilahirkan oleh diterapkannya aturan Islam. Dan memang semua itu adalah sebuah fitrah yang akan terjadi ketika seluruh hukum Allah diterapkan dan Islam menjadi sebuah <em>view of life</em> dalam kehidupan manusia dalam bidang apapun, dalam keadaan apapun, dan dalam waktu yang seperti apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jangan takut, Bunuh Phobia itu!</strong></p>
<p><strong>            </strong>Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk takut pada Islam bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat mengerikan dan kejam. Wajah Islam yang seringkali dibilang kejam, menakutkan dan lainnya, semua itu tidak lain adalah sebagai sebuah hasil dari usaha musuh-musuh Islam dan Allah untuk menjauhkan Islam dan memonsterisasi Islam terlebih kepada kaum muslim sendiri. Isu-isu yang ada sekarang, terlebih media yang berkembang saat ini sedikit sekali yang bersedia memberikan pandangan objektif tentang Islam, justru kebanyakan adalah pandangan-pandangan yang sinis dan mendiskriditkan Islam.</p>
<p>Walau begitu, Islam sama sekali bukan sesuatu yang harus ditakuti dan dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan. Karena memang dalam semua konsepnya sama sekali tidak ada yang mengerikan ataupun berbahaya. Pun dalam hal penerapannya. Ia hadir sebagai sebuah <em>problem solver </em>bagi semua permasalahan yang ada di dunia. Permasalahan-permasalahan yang disebabkan karena tidak diterapkannya hukum-hukum Allah!</p>
<p>Dan dengan menerapkan seluruh hukum-hukum Allah itu dalam setiap aspek kehidupan tanpa terkecuali, maka yakinlah pasti Allah akan benar-benar menjadikan berbagai macam kebaikan bertebaran di dunia ini. Dan memang dengan itulah Islam akan benar-benar menjadi Rahmatan lil Alamin. <strong><em>So, don’t be afraid and let’s be the true muslim with Islam as our view of life!</em></strong><em> </em>Wallahu a’lam bi ash shawab&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>by : Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ekstrimisme/'>ekstrimisme</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hukum/'>hukum</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hukum-allah/'>hukum Allah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/nii/'>nii</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/phobia/'>phobia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/teroris/'>teroris</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/terorisme-di-indonesia/'>terorisme di indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=491&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/11/18/loh-kok-takut-dengan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bkldkub.files.wordpress.com/2011/11/pp_logo.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu Kotor Itu Baik(?)</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/28/pemilu-kotor-itu-baik/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/28/pemilu-kotor-itu-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 06:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[baik dan buruk demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu kotor itu baik]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; &#8220;Pemilu tidak bersih!&#8221;. Wah ada apa? Jika pernyataan itu keluar dari mulut rakyat kecil di warung kopi barangkali sudah biasa. Namun bagaimana jika pernyataan itu terlontar dari mulut seorang Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD? Beberapa hari yang &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/28/pemilu-kotor-itu-baik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=481&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://images.detik.com/content/2011/07/26/103/pemilu2-dalam.jpg" alt="Pemilu Kotor Itu Baik(?)" width="285" height="285" /><br />
<strong> </strong></div>
<div>
</div>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; &#8220;Pemilu tidak bersih!&#8221;. Wah ada apa? Jika pernyataan itu keluar dari mulut rakyat kecil di warung kopi barangkali sudah biasa. Namun bagaimana jika pernyataan itu terlontar dari mulut seorang Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD?</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, Mahfud MD memang mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, &#8220;Anda jangan mimpi bahwa pemilu itu akan bersih 100 persen, kapan pun dan di mana pun. Pasti ada satu atau dua, maka di undang-undang itu disebut, pelanggaran yang signifikan terhadap angka&#8221;, sebagaimana dikutip dari berita online, okezone.com (11/7/2011).<br />
Kecurangan pemilu sendiri sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Masyarakat sendiri menyaksikan dan merasakan kecurangan-kecurangan itu secara nyata. Para peserta pemilu yang kebetulan kalah pun juga kadang melaporkan adanya kecurangan dalam pemilu. Meski peserta yang kalah juga melakukan kecurangan. Singkatnya, kecurangan dalam pemilu sudah menjadi rahasia umum.</p>
<p>Pernyataan dari Mahfud MD sendiri dapatlah mempertegas bahwa pemilu lima tahunan selama ini jauh dari kejujuran dan kata bersih. Hanya sebuah mimpi, kata beliau, jika mengharap pemilu 100 persen bersih dan jujur. Sebabnya, kecurangan pemilu dilakukan oleh samua partai secara random.</p>
<p><span id="more-481"></span>Kecurangan pemilu yang umum terjadi dilakukan dengan memanipulasi daftar pemilih tetap, serangan fajar, hingga saat penghitungan suara. Kecurangan-kecurangan ini kerap terjadi baik pada pemilukada, maupun pemilu legislatif dan eksekutif tingkat nasional. Apalagi kasus pemalsuan keputusan MK yang terkuak belakangan ini kian menambah keraguan terhadap kualitas pemilu yang selama ini berlangsung.</p>
<p><strong>Pemilu Demokrasi yang Korup</strong></p>
<p>Dalam perpolitikan sekuler, kecurangan demi kecurangan yang ada dapat dikatakan hal yang wajar dan dimaklumi. Sebabnya sedikit sekali mengedepankan etika politik. Doktrin Machiaveli agar meraih dan mempertahankan kekuasaan dengan segala cara masih menjadi acuan di alam perpolitikan sekuler. Tanpa terkecuali untuk memenangkan pemilu.<br />
Apalagi dalam sistem demokrasi, biaya (modal) besar harus dikeluarkan oleh peserta pemilu jika ingin menang. Dari sinilah kemudian tunas korupsi mulai tumbuh. Biaya yang besar itu sendiri bisa diperoleh dari pemodal-pemodal dengan deal-deal tertentu kalau berhasil menang. Bahkan dari negara atau lembaga asing sekalipun, seperti desas-desus belakangan terkait Sri Mulyani.</p>
<p>Selanjutnya kalau berhasil menang, deal-deal atau proyek hitam pun disikat. Tak mengapa tidak amanah, toh itu akad dengan pemodal. Korupsi? Tak apa-apa haram, asalkan modal kampanye kembali. Lha gimana lagi kalau gaji selama lima tahun belum cukup kembalikan modal. Lho?</p>
<p>Ketidakjujuran selama pemilu pun berimbas ketika para pemenang pemilu menempati kursi pemerintahan. Kasus-kasus korupsi yang melibatkan para anggota legislatif dan kepala pemerintahan daerah menjadi buktinya. Peneliti korupsi politik ICW, Abdullah Dahlan mengungkapkan, kasus-kasus korupsi yang melibatkan politisi dalam suatu pembangunan proyek ini sudah dirancang atau &#8216;by design&#8217; oleh partai politik.</p>
<p>Bagaimana output pemilu yang ada? Kontribusi &#8216;orang-orang terpilih&#8217; yang disaring melalui pemilu bagi rakyat? Ternyata tidak juga menggembirakan. Dari gedung wakil rakyat misalnya, sejak era reformasi hingga sekarang telah lahir 76 undang-undang yang berlaku sekarang ternyata dibuat oleh konsultan asing seperti IMF, Bank Dunia dan USAID. Dengan kata lain, para anggota legislatif hanya tinggal setujui saja. Tidak sedikit dari peraturan dan UU yang dibuat kontrapoduktif dengan cita-cita negara. Bahkan hingga Juni kemarin ada sekitar 158 kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi (antaranews, 25/6/2011)</p>
<p>Padahal dana pemilu menyita biaya yang begitu besar agar memiliki penyelenggara negara yang handal. Padahal rakyat pun sudah capek bergumul dengan problematika seperti kemiskinan, pengangguran, putus sekolah dsb. Tetapi ternyata? Pemilu dalam sistem demokrasi yang menagih biaya besarlah penyebabnya. Demokrasi seperti kata Samuel Huntington (1998) tidaklah selalu menjadi pilihan terbaik, karena ia dapat menimbulkan inefisiensi dan ketidakpastian.</p>
<p>Persoalannya adalah apakah kecurangan pemilu yang terjadi dimaklumi begitu saja? Sehingga jika ke depan kerap kali terulang, pemilu yang curang tetap (harus) dimaklumi (lagi). Kalau begitu bagaimana kita bisa memiliki penyelenggara negara yang amanah, bila dalam pemilunya saja sudah dipenuhi kecurangan. Padahal selama ini kita begitu mendambakan aparat-aparat pemerintahan yang kapabel, dan amanah.</p>
<p>Pemilu memang tidak masalah, tetapi orientasi &#8216;haus kekuasaan&#8217; itulah yang menjadi penyebabnya. Sekali lagi, kita tidak menyalahkan pemilu sebagai sebuah cara rekrutmen penyelenggara negara. Sebabnya dalam Islam pun mekanisme pemilihan/rekrutmen penyelenggara negara dengan pemilu juga ada.</p>
<p>Hal yang kita sayangkan adalah ketika kekuasaan dijadikan tujuan. Sehingga ketika duduk empuk di kursi kekuasaan, tugas mengurus rakyat pun terabaikan. Bahkan kekuasaan dapat membuat lupa diri, lupa rakyat, bahkan lupa iman. Sampai-sampai penjajahan gaya baru pun diperkenankan masuk dan mengobrak-abrik kedaulatan negara dari sebagaimana mestinya.</p>
<p>Para pembaca tentu pernah mendengar jingle iklan sebuah deterjen yang berbunyi &#8220;Kotor itu baik&#8221;. Tentu kedengaran konyolnya ketika menilai pemilu yang tidak bersih dengan mengatakan &#8220;Pemilu tidak bersih itu baik&#8221;. Sangat miris sekali.</p>
<p>Bagaimana juga, (kecurangan) pemilu tidak lepas dari sistem demokrasi yang berlaku sekarang. Menarik melihat pertanyaan mendiang Ignatius Wibowo mengenai demokrasi. Beliau meragukan validitas teori bahwa demokrasi adalah penyelamat segala bentuk kebobrokan di Indonesia saat ini pun patut diperhatikan oleh semua pihak. Bahkan ungkap Ignatius, demokrasi malah memunculkan masalah baru yang sebelumnya tidak pernah ada seandainya demokrasi tidak diterapkan.</p>
<p>Apalah ternyata, demokrasi yang digadang-gadang mampu menjadi solusi ternyata tidak manjur. Bahkan jauh panggang dari api. Demokrasi tidak mampu menjembatani negeri ini ke cita-citanya: mensejahterakan rakyat dan melindungi negara dari penjajahan yang dalam bahasa BJ. Habibie, &#8216;VOC berbaju baru&#8217;.</p>
<p><em><strong>*) Fadlan Hidayat</strong> tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Email: ibnu_1409@yahoo.com</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/'>Analisis</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/politik-analisis/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/baik-dan-buruk-demokrasi/'>baik dan buruk demokrasi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/demokrasi/'>demokrasi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pemerintah-indonesia/'>pemerintah indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pemilu/'>pemilu</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pemilu-kotor-itu-baik/'>pemilu kotor itu baik</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/penguasa/'>penguasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=481&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/28/pemilu-kotor-itu-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.detik.com/content/2011/07/26/103/pemilu2-dalam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pemilu Kotor Itu Baik(?)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NU, NKRI dan Khilafah</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/nu-nkri-dan-khilafah/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/nu-nkri-dan-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 15:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah mengancam?]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI terancam?]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[selamatkan dengan syariah khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Utsmaniyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[KH Mutawakkil ‘Alallah &#8212; kebetulan nama beliau sama dengan salah satu gelar seorang Khalifah Bani Abasiyah &#8212; Ketua PW NU Jatim menegaskan, bahwa siapapun dan apapun ormasnya yang mengganggu asas Pancasila dan keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU. Pernyataan &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/nu-nkri-dan-khilafah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=479&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.eramuslim.com/img/pemudamahasiswa.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>KH Mutawakkil ‘Alallah &#8212; kebetulan nama beliau sama dengan salah satu gelar seorang Khalifah Bani Abasiyah &#8212; Ketua PW NU Jatim menegaskan, bahwa siapapun dan apapun ormasnya yang mengganggu asas Pancasila dan keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU.</p>
<p>Pernyataan keras ini disampaikan sebagaimana dinukil<em>eramuslim</em> dari situs on-line NU oleh Kyai tersebut pada acara Harlah NU di Jombang. Ia juga dengan tegas meminta Negara bertindak tegas kepada pengusung ide Khilafah. Peryataan ini tentu mengandung ironi di tengah gagasan penegakan Khilafah yang semakin kuat mendapatkan sambutan hangat dari seluruh komponen ummat – tentu termasuk ummat Nahdliyin.</p>
<p>Bahkan SETARA Institute – sebuah LSM Liberal &#8212; dibuat kaget oleh hasil surveynya sendiri di akhir tahun 2010 ini, bahwa ternyata gagasan Khilafah yang semula asing itu sudah didukung oleh 34,6 % responden. Pernyataan di atas juga tak perlu direaksi secara emosional oleh para pejuang Khilafah, namun cukup ditanggapi secara arif dan argumentative berkepala dingin. Malah sebaiknya menurut kata hikmah Imam Syafii rahimahullah, FA KHOIRU MIN IJABATIHI AS SUKUUT, jawabnya lebih baik diam.</p>
<p>Sebagai respon atas kegelisahan Struktur Nahdliyin (karena tidak semua Nahdliyin menolak Khilafah), maka berbagai fakta empiris historis dan sejumlah narasi normative dari sumber turats Islam klasik serta kuatnya opini syariah dan khilafah di tengah ummat, dapat kiranya dijadikan bahan masukan para pihak penolak Khilafah. Dengan ini mudah-mudahan mampu memberikan bayan (klarifikasi) atas kesalahfaman mereka kepada gagasan tersebut, yang kesemuanya akan diurai secara ringkas di bawah ini.</p>
<p><strong><span id="more-479"></span>Sejarah Jejak Keterkaitan Nusantara dengan Khilafah</strong></p>
<p>Adalah sikap ahistoris menolak ide khilafah mengingat ditemukan sejumlah bukti sejarah yang terhubung sangat erat melalui peran Khilafah dengan sejarah lahirnya umat Islam di negeri ini. Terutama masuknya Islam di tanah Jawa tidak bisa dilepaskan peran Khilafah Utsmaniyah Sultan Muhammad I. Khalifah ini secara bergelombang mengutus dai-dai transnasional ke tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam.</p>
<p>Tersebutlah Maulnana Malik Ibrahim (pakar tata negara Turki), Syaikh Jumadil Kubro-Mesir (dimakamkan di komplek Trowulan), Syaikh Maulana Israil, Syaik Ahmad Subakir, Syaikh Samarkand (Asmarokondi), dsb. Dilanjutkan gelombang kedua yang dikenal dengan Wali Songo, diantaranya Sayyid Ja’far Shodiq Al Quds (Sunan Qudus/Ahli Militer) dan Syarif Hidayatullah.</p>
<p>Tokoh-tokoh diatas tak dipungkiri lagi dalam komunitas Nahdliyin dikenal sebagai Waliyullah yang sangat dihormati. Fakta sejarah lain bisa disimak berikut ini:</p>
<ul>
<li>Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah <em>Syamatiirah</em>(Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.</li>
<li>Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.</li>
<li>Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi.</li>
<li>Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.</li>
<li>Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.</li>
<li>Gelar Sultan Kesulatanan Islam di nusantara dinyatakan sah apalbila telah ditetapkan oleh Syarif Makkah. Syarif Makkah adalah pejabat Khilafah Utmaniah setingkat wali/ Gubernur yang diberi kewenangan mengankat para Sultan.Pada era kolonialisme gelar Sultan amat sangat ditakuti Belanda. Karenaya tidak mengherankan jika Pangeran Diponegoro menyematkan gelarnya: “<em>Senopati Ing Alogo Sultan Abdul Hamid Erucokro Amirul Mukminin Tanah Jowo Sayidi Panotogomo</em>”. Sultan Abdul Hamid adah nama Khalifah Utmaniyah dan Erucokro adalah Sultan Mataram saat itu.</li>
<li>Dalam peran internasionalnya NU juga tidak bisa dipisahkan dari perjuangan penegakan Khilafah yang menjadi agenda penting umat Islam saat itu. Sebagai respon terhadap keruntuhan khilafah sebuah komite didirikan di Surabaya pada tanggal 4 Oktober 1924 diketuai oleh Wondosoedirdjo (kemudian dikenal sebagai Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan wakil ketua KHA. Wahab Hasbullah(salah satu pendiri NU). Tujuannya untuk membahas undangan kongres khilafah di Kairo.</li>
</ul>
<p>Pertemuan ini ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan Kongres Al-Islam Hindia III di Surabaya pada tanggal 24-27 Desember 1924, Keputusan penting kongres ini adalah melibatkan diri dalam pergerakan khilafah dan mengirimkan utusan yang harus dianggap sebagai wakil umat Islam Indonesia ke kongres dunia Islam. Kongres ini memutuskan untuk mengirim sebuah delegasi ke Kairo yang terdiri dari Suryopranoto (SI), Haji Fakhruddin (Muhammadiyah) dan KHA. Wahab dari kalangan tradisi.</p>
<p><strong>Khilafah: Salah satu Prinsip Aswaja</strong></p>
<p>Definisi <em>Ahlus Sunnah wal Jamaah</em>, menurut Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, adalah golongan kaum muslimin yang berpegang dan mengikuti As-Sunnah (sehingga disebut ahlus sunnah) dan bersatu di atas kebenaran (<em>al-haq</em>), bersatu di bawah para imam (khalifah) dan tidak keluar dari jemaah mereka (sehingga disebut wal jamaah). (Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Rumusan Praktis Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Solo : Pustaka Istiqomah, 1992, hal. 16). Definisi yang seumpamanya disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani di dalam kitabnya <em>Al-Ghaniyah</em>, yang menjelaskan tentang ahlus sunah sebagai perbuatan yang mengikuti segala yang ditetapkan Nabi SAW (<em>maa sannahu rasulullah SAW</em>).</p>
<p>Dan disebut wal jamaah, kerana mengikuti ijma’ sahabat mengenai keabsahan kekhilafahan empat khalifah dari Khulafa` Rasyidin) (<em>maa ittifaqa ‘alaihi ashhabu rasulillah fi khilafah al-a`immah al-arba’ah al khulafa` ar-rasyidin</em>). (Balukia Syakir, Ahlus Sunnah wal Jamaah, Bandung : Sinar Baru, 1992, hal. 31)</p>
<p>Dari pengertian Ahlus Sunah Wal Jamaah di atas, jelas sekali bahwa perjuangan menegakkan Khilafah dengan sendirinya sangat sinonim dengan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah. Ini kerana, Khilafah berkati rapat dengan istilah wal jamaah. Jadi, jamaah di sini maksudnya adalah kaum muslimin yang hidup di bawah kepimpinan khalifah dalam negara Khilafah. Khilafah merupakan prinsip dasar yang sama sekali tidak terpisah dengan Ahlus Sunah Wal Jamaah.</p>
<p>Kesatuan Ahlus Sunah Wal Jamaah dan Khilafah ini akan lebih dapat dipastikan lagi, jika kita menelaah kitab-kitab yang membahaskan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam kitab-kitab aqidah itu, semuanya menetapkan wajibnya Khilafah. Dalam kitab Al Fiqhul Akbar (Bandung : Pustaka, 1988), karya Imam Abu Hanifah (w. 150 H) dan Imam Syafi’i (w. 204 H), terdapat fasal yang menegaskan kewajiban mengangkat imam (khalifah) (fasal 61-62).</p>
<p>Dalam kitab <em>Al-Farqu Baina Al-Firaq</em>, karya Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi (w. 429 H) menerangkan 15 prinsip Ahlus Sunah Wal Jamaah. Prinsip ke-12 adalah kewajiban adanya Khilafah (Imamah). Kata Abdul Qahir al-Baghdadi,”<em>Inna al-imaamah fardhun ‘ala al-ummah</em>.” (sesungguhnya Imamah [Khilafah] fardhu atas umat). (Lihat Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi, Al-Farqu Baina Al-Firaq, Beirut : Darul Kutub Al-Ilmiah, 2005, hal. 270). Dalam kitab <em>Al-Masa`il Al-Khamsuun fi Ushul Ad-Din </em>hal. 70, karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) beliau mengatakan, “Mengangkat Imam [khalifah] adalah wajib ke atas umat Islam.” Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya ‘<em>Ilmu Al-Kalam ‘Ala Mazhab Ahlis Sunnah wal Jamaah</em> hal. 94 pada bab Mas`alah fi Al-Imamah.</p>
<p>Hal yang sama juga terdapat dalam kitab <em>Al-Hushuun Al-Hamidiyah Lil Muhafadhati ‘Ala al ‘Aqaidi al Islamiyah</em>, karya Sayyid Husain Efendi, hal.189, beliau mengatakan,”Ketahuilah bahawa wajib atas kaum muslimin secara syara’ untuk mengangkat seorang Khalifah…” (<em>i’lam annahu yajibu ‘ala al-muslimin syar’an nashb Imamin…</em>). Kitab ini termasuk jenis Kitab Tauhid yang wajib diajarkan di Pesantren Salaf. Bab Khilafah sengaja diletakkan di bagian akhir sebagai pamungkas lantaran Khilafah adalah institusi paling penting untuk menjaga Aqidah Islam, penegak hudud, dan pengatur segala urusan politik dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Selain dalam kitab-kitab aqidah seperti dicontohkan di atas, dalam kitab-kitab tafsir, hadis, atau fiqih akan ditemukan kesimpulan serupa bahawa Khilafah memang kewajiban syar’i menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah. Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Qurthubi (1/264) menyatakan,”Tidak ada perbezaan pendapat mengenai wajibnya yang demikian itu (Khilafah) di antara umat dan para imam, kecuali yang diriwayatkan dari Al-Asham, yang memang asham (tuli) dari syariah (<em>laa khilaafa fi wujubi dzaalika baina al-ummah wa laa baina al-aimmah illa maa ruwiya ‘an al-asham haitsu kaana ‘an asy-syariah asham</em>…). Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (12/205) berkata,”Ulama sepakat bahawa wajib atas kaum muslimin mengangkat seorang khalifah.” (<em>ajma’uu ‘alaa annahu yajibu ‘ala al-muslimin nashbu khalifah</em>).</p>
<p>Imam Mawardi dalam <em>Al-Ahkam As-Sulthoniyah </em>hal. 5 berkata,”Mengadakan akad Imamah bagi orang yang melaksanakannya di tengah umat, adalah wajib menurut ijma’.” (<em>aqdul imamah liman yaquumu bihaa fi al-ummah waajibun bil ijma</em>’). Jelaslah, bahawa Khilafah adalah memang ajaran asli dan murni Ahlus Sunah Wal Jamaah dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Khilafah adalah wajib menurut Ahlus Sunah Wal Jamaah.</p>
<p>Dengan demikian adalah sungguh aneh bin ajaib jika ada individu atau kelompok yang mengaku penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah, tetapi mengingkari atau bahkan menolak Khilafah. Pengingkaran penganut Ahlus Sunah Wal Jamaah terhadap Khilafah adalah batil. Ini jelas-jelas upaya keji dan jahat untuk membinasakan, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Ahlus Sunah Wal Jamaah dari prinsip dasarnya.</p>
<p>Maka kepada para pihak penghadang khilafah, sebagian narasi teks di atas harus dibantah lebih dahulu sebelum mengeluarkan statemen menolak ide khilafah. Bentuknya harus berupa hasil kajian <em>Bahtsul Masaail</em> yang dipublkasikan dan diuji dalam forum intelektual yang kredibel. Tetapi ini akan sulit dilakukan, sebab ide khilafah apalagi tathbiq as-syariah itu termaktub dalam lembar demi lembar Kitab-kitab kuning yang terlanjur menjadi maraji’, maqayis (standarisasi) dan qanaat (keyakinan) komunitas Ulama dan santri.</p>
<p>Jadi secara ‘fitrah’ dan fikrah, dunia pesantren akan lebih mudah mengadopsi ide Khilafah daripada menolaknya. Menolak ide ini berarti harus ‘membakar’ dan men-Delet kemapanan aqwal, fatwa dan ijtihad para Ulama Salaf. Tentu bila mengambil langkah ini, kita akan ‘kualat’ dan pasti dikutuk oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya …“KAMATSALI AL HIMARI YAHMILU ASFAARA”.</p>
<p><strong>Dinamika Opini Syariah dan Khilafah</strong></p>
<p>Majalah Gatra edisi 25; Mei 2006 dengan cover menyolok NEGERI SYARIAH TINGGAL SELANGKAH”, memuat Laporan Utama berbunyi “Gelora Syariah Mengepung Kota” menyimpulkan bahwa saat ini Indonesia memang telah masuk dalam kategori “Negeri Syariah &amp; Insya Alloh ‘Negara syariah’ hanya tinggal selangkah lagi. BBC News, 25/04/2007 menulis “In solving all the problems of the curret wordl today, muslim in muslim countries agree to reestablish/restore Islamic State.</p>
<p>Sementara PPIM UNIS Syahid, melaporkan bahwa di tahun 2002 67 % responden setuju pemerintahan berdasarkan Syariat islam adalah yang terbaik buat Indonesia. Pada tahun 2003 angkanya meningkat menjadi 75 %.</p>
<p>Ketum GMPI M. Danial Nafis pada penutupan Konggres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 03/032008 mengungkap hasilsurvey yang dilakukan gerakan nasionalis pada tahun 2006, sebanyak 80 % mahasiswa dari kampus ternama meliputi UI,ITB, UGM, Unair dan Unibraw, memilih Syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Wajarlah kemudian jika engamat sekaligus pakar ekonomi &amp; politik internasional Northwestern University Prof. Jeffrey A. Winter ketika berbicara di UK Atmajaya Jakarta 22/4/2009 menyatakan bahwa saat ini telah sangat jelas terlihat adanya fenomena gerakan yang mampu masuk ke grassroot dalam upaya menjawab berbagai masalah dan merubah politik di Indonesia kea rah lebih bernuansa islami hingga menjadi Negara Islam dalam tempo 5 – 25 tahun mendatang.</p>
<p>Bahkan AM Hendropriyono mantan Kepala BIN dengan terbuka menyatakan: “semestinya setelah thesis Liberal-Kapitalisme gagal mensejahterkan dunia, Kekhalifahan seharusnya muncul sebagai penggantinya. Karenanya, Islam perlu menjawab tantangan globalisasi dengan membangun Kekhalifahan Universal. Hanya system ini yang bisa mengatur dan mensejahterkan dunia, karena tatanan Sekuler-Kapitalisme telah gagal”. (Sabili No. 19/Th XVI, 9/4/2009).</p>
<p>Dinamika di atas mestinya membuat kita semakin antusias untuk menyambut abad The New Wordl Order di bawah naungan Khilafah. Arus Khilafah tak terbendung lagi, maka siapapun yang tidak mau mengambil bagian dalam arus ini akan terbuang dan terkubur dalam sampah sejarah.</p>
<p>Oleh karena itu begitu semangatnya para Ulama Akherat menyambut abad khilafah terucaplah suara hati dari lisan yang bersih dan mulia seorang Abah Hideung, Pimpinan Ponpes an-Nidzamiyah Cicurug Sukabumi Jabar pada Liqa’ Besar Alim Ulama Penegak Syariah dan Khilafah di Surabaya. Beliau dengan nada bergetar menyatakan, “Maka tampaklah kepada dunia konsep kehidupan yang telah dicontohkan oleh Rasul serta para Khalifah sesudahnya. Kini dunia tengah menunggu system baru. Percayalah, sebentar lagi –menurut ukuran sejarah, malam akan berganti siang. Sekali biji tertanam, akar akan terhujam, batang akan merindang, pohon Khilafah dan Syariah akan panen di setiap ruang dan waktu di ujung akhir nafas sejarah, dengan sezin Allah SWT”.</p>
<p><strong>NKRI Yang Tersandera dan Terjajah</strong></p>
<p>Adalah fakta dan problema internal NKRI hari ini telah direspon secara tegas dalam KUII ke V 7 .s.d 10 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, yang dihadiri oleh sekitar 800 utusan MUI seluruh Indonesia, berbagai Lembaga &amp; Badan serta ORmas Islam telah melahirkan Deklarasi Jakarta 2010 yang menyatakan: “Pentingnya kepemimipinan umat sebagai perwujudan perjuangan menerapkan amar makruf nahi munkar dalam rangka menegakkan Syariah islam pada seluruh asepk kehidupan bangsa dan Negara. Seiring itu pranata system hokum warisankolinial Belanda dan yang bertentangan dengan Syariah Islam harus diperbaharui, dmeikian juga produk hokum yang mengandung Sekularisme, Liberalisme dan Kapitalisme harus ditangkal”. (www.mui.or.id)</p>
<p>Statemen di atas menggambarkan dengan tegas NKRI tersandera dan terjajah oleh sekularisme, libelarilme dan kapitalisme. Jika pada Era Orde Lama Negeri ini jadi objek eksperimen Demokrasi Liberal (RIS), Demokrasi Terpimpin dan Sukarnoisme (Nasakom) dengan poros Soviet-Peking. Maka era Orde Baru arus Sosialime-Komunisme diputarbalik ke arah kapitalisme Sekuler dengan poros AS.</p>
<p>Namun di era reformasi AS terpaksa mengikuti kehendak public untuk melengserkan rezim diktaktor ala Suharto. AS pun dengan cepat mendukung public guna reformasi wajah alias operasi plastik dengan mengganti rezim baru yang lebih demokratis. Yakni sebuah rezim yang lebih pro AS, mengadopsi neo-liberalisme dalam ekonomi, Demokrasi Sipil dalam politik, permisiv dalam budaya barat (pornografi-aksi), pluralism agama dan keyakinan, dan layanan public yang semakin kapitlistik.</p>
<p>Arena politIk yang mestinya sarat perjuangan untuk membela hak-hak rakyat kini berubah jadi ajang bisnis. Para politisi agar bisa duduk di singasana kekuasaan membutuhkan modal milyaran bahkan trilyunan untuk kursi yang lebih tenggi. Agar balik modal para politisi itu berlomba jadi makelar proyek disamping makelar undang-undang.</p>
<p>Konon tarif per undang-undang saat ini bisa mencapai 11 milyar. Penyebabnya kelompok kepentingan baik dalam negeri maupun asing untuk menjalankan agenda busuknya sangat membutuhkan payung hukum. Tidak ada cara lain kecuali mereka harus menyuap para legislator. Para legislator akhirnya bermandikan uang, sementara rakyat harus mengerang menahan lapar bernasib malang.</p>
<p>Era reformasi membawa negeri ini berlayar tanpa visi dan jatidiri. Harga dirinya tergadaikan. Kemandirian, kemerdekaan dan kepercayaan diri musnah. Benarlah curhat Prof. Habibie pada peringatan lahirnya Pancasila, bahwa negeri ini dikendalikan oleh Neo-VOC. Beliau juga bersedih melihat 48.000 insinyur dengan well-educated lari mencari pekerjaan di luar negeri. Sebab industry dirgantara harus bubar demi mengikuti LOI IMF.</p>
<p>Belum lagi SDA berupa minyak, gas, mas dan mineral lain nyaris semua jatuh ke Multinasional Corparation. Ini semua konsekuensi kebijakan liberalisasi sector migas, dan UU Minerba. Regulasi ini lahir dari konspirasi jahat para kapitalis dan kompradornya melalui parlemen hasil pesta demokrasi.</p>
<p>Liberalisasi di sektor budaya melahirkan life style baru westomania. Remaja dugem, pesta narkoba hingga perilaku sex bebas mengancam generasi negeri ini. Ditemukan data dan fakta mengerikan bahwa lebih dari 50 % remaja putrid di kota-kota besar mengakui sudah tidak virgin lagi.</p>
<p>Angka kriminalitas pasca reformasi mengalami peningkatan luar biasa. Kejahatan di ibukota hitunganya tidak lagi menit namun sudah per detik. Inilah pengaruh langsung ideology Kapitalisme Sekuler. Jenis Ideologi transasional seperti inilah biang keladi masalah dan ancaman riel negeri ini. Jadi mana yang lebih berbahaya bagi NKRI, Kapitalisme-Sekuler atau Khilafah-Syariah? Wallahu A’lam.</p>
<p><strong><em><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pemuda-mahasiswa/baedlowi.jpg" alt="" /></em></strong></p>
<p><strong><em>Al-Faqir A. Baedlowi An-Nawy </em></strong>(<em>Alumni Ponpes Salafiyah Al Huda Oro-oro Ombo Madiun)<br />
Alamat: Wonorejo, Kedungalar, Ngawi</em></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/a-baedlowi-an-nawy-alumni-ponpes-al-huda-madiun-nu-nkri-dan-khilafah.htm">http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/a-baedlowi-an-nawy-alumni-ponpes-al-huda-madiun-nu-nkri-dan-khilafah.htm</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ht/'>HT</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah/'>khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah-mengancam/'>Khilafah mengancam?</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/nkri-terancam/'>NKRI terancam?</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/nu/'>NU</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ormas/'>Ormas</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pancasila/'>Pancasila</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/selamatkan-dengan-syariah-khilafah/'>selamatkan dengan syariah khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariah/'>syariah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/utsmaniyah/'>Utsmaniyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=479&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/nu-nkri-dan-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.eramuslim.com/img/pemudamahasiswa.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pemuda-mahasiswa/baedlowi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waduh, NU Jatim Minta Pemerintah Bubarkan Ormas Penganjur Khilafah</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 15:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bubarkan Ormas Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah meminta pemerintah bersikap tegas terhadap organisasi kemasyarakatan yang tidak berasas Pancasila. Kalau perlu dibubarkan, karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan ketua PW NU saat hadir dalam Harlah NU &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=477&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/nu11.jpg" alt="" /></p>
<p>Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah meminta pemerintah bersikap tegas terhadap organisasi kemasyarakatan yang tidak berasas Pancasila. Kalau perlu dibubarkan, karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>Hal ini disampaikan ketua PW NU saat hadir dalam Harlah NU ke 85 yang digelar PC NU Jombang di GOR Merdeka Jombang, Ahad (10/7) yang juga dihadiri ketua PBNU H Saifullah Yusuf yang juga wakil Gubernur Jawa Timur.</p>
<p>Dikatakan Mutawakkil, sekarang ini marak bemunculan ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui adanya asas Pancasila. ”Mereka menginginkan NKRI diganti khilafah, jika Indonesia ingin makmur,” ujarnya dihadapan ribuan jamaah.</p>
<p><span id="more-477"></span>Menjamurnya gerakan khilafah ini, lanjut KH Mutawakkil, karena pemerintah tidak tegas menyikapi. Disamping itu masih banyaknya warga yang dalam kondisi miskin terutama masyarakat bawah serta penegakan hukum yang kurang memicu aliran radikal ini.</p>
<p>”Selama persoalan kemiskinan, hukum masih seperti sekarang, aliran radikalisme semacam ini akan terus berkembang,” ujarnya seraya mengatakan faham ini sekarang juga sudah merambah Jawa Timur yang merupakan basis NU.</p>
<p>Selama ini, lanjut pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini mengatakan, pemerintah belum berani melakukan tindakan atau pembubaranan. Padahal undang-undang keormasan yang merupakan konstitusi bersama sudah tegas mengatur.” Mengapa itu (membubarkan) tidak berani dilakukan. Itu yang kita sayangkan,” pungkasnya.</p>
<p>Karenanya, Ketua PWNU Jawa Timur ini meminta pemerintah tegas untuk menindak bahkan membubarkan ormas yang jelas-jelas menolak asas pancasila. Dikatakannya, karena berada di Indonesia maka setiap ormas harus berasakan Pancasila.</p>
<p>”Jika tidak, maka harus ditutup karena melanggar undang-undang. Dan yang telah berasaskan pancasila juga harus mendapatkan pengawasan,” tandas pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini juga mengingatkan.</p>
<p>KH Mutawakkil menegaskan, bahwa siapapun dan apapun ormasnya yang mengganggu asas pancasisla dan keutuhan NKRI, maka akan berhadapan dengan NU. ”Siapaun mengganggu Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan berhadapan dengan NU,” tukasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan harlah NU yang dihadiri Bupati Suyanto dan Wakil Bupati Widjono Soeparno juga digelar donor darah. Tidak kurang 50 jamaah dari Banser Ansor, IPNU dan IPPNU melakukan donor darah. (pz/nu-online)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah.htm">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah.htm</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/bubarkan-ormas-khilafah/'>Bubarkan Ormas Khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ht/'>HT</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah/'>khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/nu/'>NU</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pancasila/'>Pancasila</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariah/'>syariah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=477&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/waduh-nu-jatim-minta-pemerintah-bubarkan-ormas-penganjur-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/nu11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ismail Yusanto: Dulu Kita Merdeka Atas Nama Allah, Kenapa Sekarang Meninggalkan Tuntunan Allah?</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 06:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ismail yusanto]]></category>
		<category><![CDATA[KOnferensi Rajab]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Ra’jab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah. &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=474&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/ismail_yusanto_ermus.jpg" alt="" /><br />
Pada bulan Ra’jab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.</p>
<p>Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.</p>
<p>“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.</p>
<p>Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.</p>
<p>”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.</p>
<p>Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.</p>
<p><em><strong><span id="more-474"></span>Hizbut Tahrir sudah beberapa kali melakukan Konferensi tentang Khilafah, apakah masyarakat semakin sadar butuh Khilafah?</strong></em></p>
<p>Iya kami merasa seperti itu. Setiap dua tahun sekali, terakhir tahun 2010, kami meng-<em>hire </em>perusahaan riset untuk melakukan survey nasional tentang berbagai isu penting. Diantaranya mengenai Syariah dan Khilafah. Nah, hasilnya pendukung Syariah itu diatas 73 % dari 1300 responden di 30 kota besar. Kemudian pendukung Khilafah malah lebih besar lagi, yakni 83%. Itu penelitian yang kami <em>hire</em>.</p>
<p>Sementara Setara Institute juga pernah melakukan survey sikap masyarakat untuk Pluralisme, Toleransi, tapi di dalamnya ada pertanyaan mengenai Khilafah. Nah, ternyata di Jabotabek ada 34,6 % yang mendukung Khilafah. Di Bogor lebih besar lagi, yakni yang mendukung 46 % dan yang menolak 41 %. Kemudian di Depok antara yang mendukung dengan yang tidak, hasilnya <em>fifty-fifty.</em> Nah jadi, selain kami terjun langsung ke <em>grasroot</em> bertemu dengan para ulama dan umat, kami merasakan bagaimana dukungan itu makin hari, makin besar.</p>
<p><em><strong>Ide Khilafah ini sangat besar, sementara masyarakat Indonesia masih rendah Keimanannya. Apa mereka bisa diajak menegakkan Khilafah</strong></em>?</p>
<p>Nah ini yang sering disalah pahami banyak orang. Seolah-olah ketika Hizbut Tahrir mengajak umat mendirikan Khilafah lantas melupakan hal-hal yang bersifat esensial dan elementer. Seruan kami mengajak untuk tegaknya Syariah dan Khilafah itu ibarat <em>vision and mission statement</em>. Yang namanya Visi itu pasti menyangkut sesuatu yang besar, jauh kedepan, dan diharapkan mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi.</p>
<p>Tetapi di dalam pelaksanaannya, coba perhatikan apa yang dilakukan Hizbut Tahrir? Kita memulainya dengan melakukan pembinaan/<em>halaqoh</em>. Dan di dalam <em>halaqoh</em> itu dijelaskan mengenai aqidah, keterikatan seorang muslim kepada syariah, termasuk dalam ibadah. Maka Insya Allah, dari pengalaman kami selama ini, mereka-mereka yang ikut dalam pembinaan bersama Hizbut Tahrir, justru keterikatan kepada Syariah termasuk di dalam ibadah semakin hari semakin meningkat.</p>
<p><em><strong>Bahkan lebih Syumul (Sempurna)?</strong></em></p>
<p>Iya jadi lebih <em>syumul.</em> Karena kemudian dia melihat, mana persoalan pribadi, persoalan ibadah, akhlak, akidah, atau<em>muamalah.</em> Jadi mereka tahu ibadahnya dan <em>muamalah</em>-nya bagus, termasuk juga dawah.</p>
<p><em><strong>Gerakan-gerakan Islam memiliki Visi dan Misinya masing-masing, Bagaimana Hizbut Tahrir menyatukan mereka semua? Mengingat Ide Khilafah menaungi semua golongan</strong></em></p>
<p>Sebenarnya dalam dialog kami dengan berbagai kelompok Islam, itu tidak ada perbedaan esensial terhadap Syariah dan Khilafah. Syariah dan Khilafah itu disetujui oleh seluruh gerakan Islam. Bahkan kita datang ke pesantren, ke ulama, ke pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, mereka juga mendukung (Syariah dan Khilafah). Karena mereka menyadari, bahwa Khilafah adalah ide Islam, bukan hanya ide Hizbut Tahrir.</p>
<p>Yang berbeda adalah pada metode atau<em> thoriqoh</em>perjuangannya. Nah kalau sudah menyangkut metode atau<em>thoriqoh </em>perjuangan, hal itu kembali pada diri masing-masing. Bukan lagi hak kami untuk mencampuri. Namun kami mengambil sisi positifnya bahwa ini memang keragaman yang tidak bisa dielakkan terjadi di tengah-tengah umat. Tapi yang paling penting adaah semuanya mengarah kepada visi dan misi yang sama, yakni tegaknya Syariah dan Khilafah.</p>
<p><em><strong>Isu Transnasional sekarang menjadi sasaran Densus. Hizbut Tahrir Indonesia masih mau jalan terus?</strong></em></p>
<p>Insya Allah kita akan jalan terus. Apa pun hambatan dan rintangan yang kita hadapi, hal itu tidak akan membuat kita surut sejengkal pun. Karena perjuangn memang sudah sunatullah seperti itu. Tapi kita juga perlu mencermati, bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya hambatan itu harus sebisa mungkin kita cegah. Seperti RUU Intelejen, kita juga berdialog dengan berbagai komponen masyarakat. Baik itu di dalam tubuh umat Islam maupun yang ada di luar. Termasuk kami juga berdialog dengan komponen yang ada di parlemen, ternyata tidak hanya Hizbut Tahrir yang menolak itu, tapi hampir semuanya menolak RUU itu. Karena RUU ini mengancam mereka juga. Karena dalam RUU intelejen ada kewenangan menyadap, kalau sudah ada kewenangan menyadap siapapun bisa menyadap. Ada kewenangan menangkap tanpa bukti awal, maka siapapun juga bisa ditangkap.</p>
<p>Nah karena itu, dengan dialog dan komunikasi yang kami lakukan, insya Allah kekuatan yang menolak munculnya RUU itu semakin hari semakin besar.</p>
<p><em><strong>Dalam pandangan Hizbut Tahrir, bagaimana cara menegakkan Khilafah? Apakah dengan Demokrasi, Jihad, atau Dakwah Tauhid?</strong></em></p>
<p>Hizbut Tahrir menolak demokrasi, karenanya Hizbut Tahrir tidak akan menempuh cara demokrasi, karena demokrasi itu berarti kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan Hizbut Tahrir meyakini kedaulatan itu di tangan Allah SWT. Tetapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir mengharamkan pemilihan umum. Karena pemilihan itu hanya cara untuk memilih <em>wakil</em>dan ini masuk dalam bab <em>Wakalah</em>. <em>Wakalah</em> itu ada empat unsur, ada<em> wakil,</em> <em>muwakkil, ijab qabul</em>, dan ada <em>amal</em> yang harus dilakukan oleh <em>wakil</em> atas perintah <em>muwakkil.</em></p>
<p>Nah, dari empat unsur ini yang menjadi persoalan adalah amal. Amal apakah yang dilakukan <em>wakil</em> atas perintah<em>muwakkil</em>? Kalau amalnya sesuai aqidah dan syariah maka amal itu kita terima. Kalau bertentangan, maka kita tolak.</p>
<p>Nah kembali kepada metode, lantas dengan metode apa Hizbut Tahrir menegakkan Khilafah? Maka kami mengatakan dengan metode Rasulullah SAW, yakni dengan pembinaan dan pengkaderan.</p>
<p>Kemudian, melakukan interaksi di tengah masyarakat. Kita bergerak di tengah masyarakat menjelaskan Islam lalu mereka faham, maka muncullah <em>Al way’ul ‘am</em>, (kesadaran umum tengan Islam). <em>Al Way’ul siyasi </em>(kesadaran politik tentang Islam). Kita juga melakukan kontak kepada <em>ashabul fa’aliyat</em> (mereka yang memiliki pengaruh), <em>ahlul quwwah</em>(pemiliki kekuatan). Sampai akhirnya, sebagaimana Rasulullah SAW dia didukung oleh <em>ahlun nusroh </em>(pemegang kekuatan penentu), maka tegaklah daulah Islam pertama di Madinah. Kira-kira begitu secara ringkas.</p>
<p>Nah mengenai jihad, Hizbut Tahrir dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa kami melakukan dakwah non kekerasan. Kenapa? Karena dakwah itu tujuannya adalah merubah pemikiran seseorang. Merubah pemikiran harus dengan pemikiran, tidak bisa dengan kekerasan. Kedua, kami melakukan dakwah <em>siyasi</em>(politik)untuk perubahan politik.</p>
<p>Tapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir kemudian menolak Jihad, karena Jihad adalah ajaran Islam. Jihad itu bisa dilakukan pada waktunya. Nah kapan Jihad itu dilakukan? Satu, ketika umat Islam diserang. Maka wajib umat Islam membela diri seperti terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan,di Ambon dan juga Poso dulu.</p>
<p>Dan yang kedua adalah jihad <em>hujumi</em>. Ini jihad ofensif untuk<em>futuhat (</em>pembebasan<em>)</em>. Nah ini terjadi jika umat Islam dipimpin oleh seorang Kholifah.</p>
<p><em><strong>Lalu, kira-kira kapan Khilafah Tegak?</strong></em></p>
<p>Khilafah tegak itu sangat tergantung kepada <em>nashrullah (</em>pertolongan Allah). Dan <em>nashrullah</em> itu <em>qodho</em> (ketetapan) dari Allah, kita tidak tahu, <em>Allahua’lam</em>. Tetapi banyak analis dari Barat khususnya, seperti NIC (National Intelligence Council), pada konferensi tahun 2005 memperkirakan bahwa tahun 2020 kemungkinan Khilafah bisa berdiri.</p>
<p><em><strong>Apa Indikasinya?</strong></em></p>
<p>Nah indikasinya mereka mengkaji tren global, misalnya kenaikan dan kekuatan dunia Islam. Baik dari segi populasi, sumber daya alam, geografis, politis, kesadaran ideologi umat Islam, meningkatnya keberagamaan dan lain sebagainya. Nah pada saat yang sama, terjadi tendensi penurunan kekuatan di Negara-negara barat. Kita ketahui dari segi populasi, masyarakat Eropa mengalami pertumbuhan penduduk 0%, bahkan negatif. Ekonomi Amerika sekarang turun, bahkan dililit hutang yang luar biasa. Maka itu mereka kemudian membuat <em>mapping globalization</em> dan diantaranya kemungkinan tahun 2020 Khilafah akan tegak.</p>
<p>Mengenai 2020, bukan hanya NIC, bahkan mantan Wakil Ketua Parlemen Rusia (Michael Buriyev, red.), juga memperkirakan tahun 2020 Khilafah akan berdiri. Sementara Hizbut Tahrir sendiri tidak pernah memperkirakan kapan Khilafah tegak. Karena kita yakin Khilafah itu <em>fardhullah</em> juga<em>wa’dullah</em>, janji Allah.</p>
<p><strong><em>Beberapa waktu lalu, SBY menyerukan persatuan Dunia Islam. Apa SBY juga bisa diajak untuk menegakkan Khilafah?</em></strong></p>
<p>Oh bisa saja kenapa tidak? Selagi dia manusia, siapapun dia bisa berubah. Jangankan Pak SBY, Umar bin Khaththab saja yang dulu sangat keras mementang Islam, bisa menjadi pembela Islam yang luar biasa. Ini berpulang kepada beliau, apakah beliau mau menjadi pembela Islam atau tidak. Kalau beliau mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. Dan seruan untuk dunia Islam bersatu adalah seruan yang sudah sering sekali kita dengar dari banyak pihak. Cuma persoalannya adalah bagaimana kita bersatu?</p>
<p>Nah inilah ironinya. Ketika Hizbut Tahrir menyerukan tegaknya Khilafah yang akan memungkinkan terjadinya persatuan dunia Islam, kenapa kemudian ditolak? Dan ini berarti tidak cocok antara seruan dengan tindakan. Itulah yang sering diucapkan oleh tokoh-tokoh di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh umat.</p>
<p>Menurut kami hal ini tidak boleh diteruskan. Jadi, jika menyerukan persatuan Islam di seluruh dunia Islam harus konsisten. Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah khilafah.</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/pesawat_daulah_khilafah.jpg" alt="" /></p>
<p><em><strong>Apa pesan Ustadz kepada Umat?</strong></em></p>
<p>Saya kira saat ini, kita tidak punya pilihan setelah sosialisme dan kapitalisme terbukti gagal. Bahkan semakin nyata kebobrokonnya. Bagaimana Krisis Ekonomi mulai melanda dunia, Yunani, Amerika, dan lain sebagainya. Nah, pertanyaannya kemana kita akan mengadu selain kepada Islam? Inilah saatnya kita kembali kepada Islam. Kita diberikan negeri yang luar biasa barokah dari Allah. Kita sendiri juga mengakui kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah, tapi kenapa kita mengelola negeri yang dulu merdeka atas nama Allah, justru sekarang meninggalkan tuntunan Allah? Nah ini harus dihentikan, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada <em>Al haqq</em>, yaitu kepada Syariah.</p>
<p>Dan jika betul-betul kita mau menjadi <em>khoiru ummah</em>, maka tidak mungkin tidak kita harus bersatu, dan persatuan itu hanya mungkin terjadi dengan Khilafah. (pz)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/bincang/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah.htm">http://www.eramuslim.com/berita/bincang/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah.htm</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hti/'>HTI</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ismail-yusanto/'>ismail yusanto</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/konferensi-rajab/'>KOnferensi Rajab</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syariah-khilafah/'>Syariah Khilafah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=474&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/ismail-yusanto-dulu-kita-merdeka-atas-nama-allah-kenapa-sekarang-meninggalkan-tuntunan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/ismail_yusanto_ermus.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/pesawat_daulah_khilafah.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puncak Konferensi Rajab 1432 H Hizbut Tahrir Indonesia</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 06:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[ismail yusanto]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[KOnferensi Rajab Puncak]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak Bulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai acara pamungkas dari kegiatan Konferensi Rajab 1432 H yang berlangsung di 29 kota di Indonesia, DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar Perhelatan Akbar pada Rabu(29/6) di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sekitar 25 ribu orang hadir dalam acara tersebut. &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=472&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht1.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebagai acara pamungkas dari kegiatan Konferensi Rajab 1432 H yang berlangsung di 29 kota di Indonesia, DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar Perhelatan Akbar pada Rabu(29/6) di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht2.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht3.jpg" alt="" /><span id="more-472"></span></p>
<p>Sekitar 25 ribu orang hadir dalam acara tersebut. Mereka datang dari berbagai penjuru Jabodetabek, bahkan dari Jawa Barat dengan membawa bendera Laa Ilaha illa Allah .</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht4.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht5.jpg" alt="" /><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht8.jpg" alt="" /></p>
<p>Berbagai atraksi dipertontonkan oleh para kader HTI. Mereka bertakbir sambil mengangkat tangan kanan mereka. Mereka larut dalam gempita penerapan syariah Islam dalam naungan khilafah.</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht6.jpg" alt="" /></p>
<p>HTI menawarkan solusi syariah dan khilafah ini sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT dan kecintaan terhadap Indonesia. Penerapan syariah secara kaffah di bawah naungan daulah Khilafah mutlak diperlukan sebagai jalan penyelesaian atas berbagai persoalan yang melanda negeri ini.</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht7.jpg" alt="" /></p>
<p>&#8220;Konferensi ini merupakan sarana untuk mencerdaskan dan mencerahkan umat dan diadakan untuk memompakan semangat dan optimisme akan keberhasilan perjuangan penegakan kembali syariah dan khilafah,&#8221; ujar Ismail Yusanto, juru bicara HTI. MZS</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/foto/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia.htm">http://www.eramuslim.com/berita/foto/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia.htm</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hti/'>HTI</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ismail-yusanto/'>ismail yusanto</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/jakarta/'>jakarta</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/khilafah/'>khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/konferensi-rajab-puncak/'>KOnferensi Rajab Puncak</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/lebak-bulus/'>Lebak Bulus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=472&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/puncak-konferensi-rajab-1432-h-hizbut-tahrir-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ab/ht7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Konferensi Rajab HTI : Hutang Indonesia 3 Juta Kali Lipat Luas Stadion Lebak Bulus</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-3-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-3-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 06:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[HUtang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KOnferensi Rajab]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak Bulus]]></category>
		<category><![CDATA[rajab conference]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kesempatan Konferensi Rajab yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kemarin, Ketua DPP HTI, MR. Kurnia mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dengan membacakan makalah berjudul “Indonesia Dalam Cengkeraman Kapitalisme Global”, ia menyatakan hutang Indonesia saat ini &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-3-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=470&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/261502_10150222583530658_175817530657_7734944_5933951_n.jpg" alt="" /><br />
Dalam kesempatan Konferensi Rajab yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kemarin, Ketua DPP HTI, MR. Kurnia mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan.</p>
<p>Dengan membacakan makalah berjudul “<em>Indonesia Dalam Cengkeraman Kapitalisme Global</em>”, ia menyatakan hutang Indonesia saat ini sudah mencapai angka Rp. 1117 Triliun. Maka lewat hitungannya, ia memprediksi hutang Indonesia akan berjuta kali lipat luas lapangan sepak bola Lebak Bulus.</p>
<p>“Hutang Indonesia 3.357.504 kali kipat (luas) stadion Lebak Bulus.” Ujarnya secara rinci lagi berapi-api.</p>
<p>Menurutnya lagi, akibat cengkeraman hutang Indonesia maka tiap bayi di Indonesia akan membawa beban hutang sebesar 7,5 juta rupiah. Sedangkan dalam bidang moral, omset bisnis pornografi di Indonesia mencapai Rp. 18 juta per detik.</p>
<p><span id="more-470"></span>Kapitalisme Global, kata beliau, tidak lepas dari peran intervensi Amerika Serikat di Indonesia. Serangkaian isu terorisme tidak lain adalah pesan sponsor asing yang ingin mendikte Indonesia.</p>
<p>“Kini muncullah UU Anti terorisme dan RUU Intelejen,” tambahnya.</p>
<p>“Akhirnya Indonesia tersungkur dalam cengkeraman Kapitalisme Global,” sambungnya.</p>
<p>Sedangkan dalam kesempatan sebelumnya, Jubir HTI, Muhammad Ismail Yusanto menyatakan bahwa kebutuhan umat Islam atas Khilafah Islamiyah sudah sangat mendesak. “Tegaknya Khilafah akan menyatukan seluruh umat Islam di seluruh dunia,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengatakan aksi HTI yang melaksanakan Konferensi Rajab bukan dimaksudkan sebagai ajang unjuk kekuatan. “Karena kekuatan hanya milik Allah.” jelasnya</p>
<p>“Tapi dukungan itu (tegaknya khilafah, red) ada dimana-mana sebagaimana terlihat dari antusiasme peserta saat ini,” tambahnya disambut takbir puluhan ribu peserta.</p>
<p><img src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/269688_10150222540985658_175817530657_7734464_2809560_n.jpg" alt="" /></p>
<p>Konferensi Rajab ini dihadiri 25.000 kader Hizbut Tahrir Indonesia. Dalam pantauan Eramuslim.com, peserta tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga luar Jabotabek seperti Sukabumi, Karawang, dan beberapa kota di sekitar. Sepanjang acara berlangsung, yel-yel tegaknya Khilafah dan takbir membahana seisi stadion.</p>
<p>Acara ini sendiri dipandu oleh salah satu mantan Rocker era 80-an Harry Moekti, yang kini aktif di jalur dakwah. Orasi diisi silih berganti yang datang dari DPP HTI seperti Farid Wadjdi, Hafizh Abdurahman, Tun Kelana Jaya, Anwar Iman, serta ulama dan perwakilan mahasiswa.</p>
<p>Pegelaran yang dimulai pada pagi pukul 08.00 ini pun diakhiri pada pukul 12.30. Setelah itu, lalu lintas di sekitar daerah Lebak Bulus dan Pondok Indah padat merayap akibat antrean bus peserta untuk menuju kediaman masing-masing. (pz)</p>
<p>Foto: Komunitas Rindu Syariah dan Khilafah</p>
<p>sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-tiga-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus.htm">http://www.eramuslim.com/berita/nasional/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-tiga-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus.htm</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hti/'>HTI</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hutang-indonesia/'>HUtang Indonesia</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/konferensi-rajab/'>KOnferensi Rajab</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/lebak-bulus/'>Lebak Bulus</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/rajab-conference/'>rajab conference</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=470&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/07/15/konferensi-rajab-hti-hutang-indonesia-3-juta-kali-lipat-luas-stadion-lebak-bulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/261502_10150222583530658_175817530657_7734944_5933951_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aksiHT/269688_10150222540985658_175817530657_7734464_2809560_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kritik, Baqo, dan Pantai Balekambang</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/06/08/kritik-baqo-dan-pantai-balekambang/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/06/08/kritik-baqo-dan-pantai-balekambang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 00:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ardi]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[baqo]]></category>
		<category><![CDATA[buletin]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah kampus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[taat pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[           Teman-teman, pernah ga ketika kalian sudah menyelesaikan suatu amanah dakwah dengan susah payah dalam sebuah organisasi dakwah kemudian menyerahkannya kepada ketua organisasi, tiba-tiba hasil kerjaan kita itu dikritik dengan berbagai macam kritikan, dan lainnya hingga membuat hati kita panas &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/06/08/kritik-baqo-dan-pantai-balekambang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=463&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/06/140520112941.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-464" title="Pantai Balekambang" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/06/140520112941.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>           Teman-teman, pernah ga ketika kalian sudah menyelesaikan suatu amanah dakwah dengan susah payah dalam sebuah organisasi dakwah kemudian menyerahkannya kepada ketua organisasi, tiba-tiba hasil kerjaan kita itu dikritik dengan berbagai macam kritikan, dan lainnya hingga membuat hati kita panas dan dongkol?</p>
<p>Hmm, saya pernah mengalami hal seperti  itu. Merasakan kritik yang sangat tidak mengenakkan di telinga, kemudian hati yang marah dan seterusnya. Nah, hal itulah yang akan saya bagi kepada teman-teman sekalian. Perasaan saya dan cara menyikapi ala “Ardi” serta barang tentu hikmah yang Insya Allah dapat diambil.</p>
<p>Awal cerita begini, ketika itu jum’at pagi, dan pagi itu sebelum shalat jum’at, sebuah amanah dakwah yang dibebankan kepada saya harus sudah selesai karena deadlinenya adalah sebelum shalat jum’at. Akhirnya setelah bangun tidur dan shalat subuh berjamaah, saya pun mulai berkutat dengan amanah itu di notebook kesayangan saya. Amanah yang harus saya selesaikan adalah membuat desain sekaligus isi buletin organisasi dakwah saya mengenai NII yang saat ini tengah marak isunya di masyarakat. Rencana awal malam sebelumnya ingin mencoba menyelesaikan amanah ini, tapi karena rasa lelah yang luar biasa, akhirnya hanya bisa terkulai lemas di atas kasur. Wajar, karena dari pagi sampai sorenya saya juga harus mengerjakan aktivitas dakwah yang berbagai macam jenis. Pokoknya tiada hari, tiada jam, tiada menit, dan tiada detik tanpa dakwah. Karena itulah baru subuhnya buletin itu bisa mulai dikerjakan, mungkin terlihat gampang dan mudah mengerjakannya tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Memikirkan desain dan juga isinya sekaligus bagi saya yang bukan merupakan desainer tulen akan cukup sulit, apalagi jika ide sedang mandek-mandeknya, udah deh, bakalan bingung. Kalau masalah isi mungkin tidak akan terlalu sulit karena memang saya sudah cukup terlatih dalam masalah tulis menulis. Tapi, ada juga faktor lain yang membuat saya cukup tidak bisa membuat konsentrasi, yakni ada satu amanah lagi yang juga harus selesai sebelum shalat jum’at, amanah untuk membuat surat-surat undangan kepada para tokoh, alim ulama, dst untuk acara pada hari minggunya, jadilah pikiran terbagi kepada dua hal ini. Namun, pada akhirnya saya memutuskan untuk mengerjakan amanah pertama, membuat buletin terlebih dahulu.</p>
<p><span id="more-463"></span>            Lama berkutat dengan proses pembuatan buletin, ditemani notebook kesayangan yang mengalunkan musik akhirnya amanah pertama selesai tepat setengah jam sebelum adzan shalat jum’at. Tapi perjuangan belum berakhir, kemudian buletin di print dan saya serahkan kepada seorang teman satu kontrakan untuk selanjutnya dieksekusi. Sementara saya, melanjutkan kepada amanah kedua untuk menyelesaikan masalah surat menyurat yang pada akhirnya selesai setelah beberapa menit adzan shalat jum’at berakhir. Yang jelas hari ini sebenarnya ada dua kuliah, masing-masing 1 sks, namun sengaja saya tidak masuk untuk mengerjakan amanah ini karena memang tidak ada waktu lagi dan kalau tidak mengorbankan salah satu seperti ini maka tidak akan bisa selesai. Usai amanah surat menyurat selesai, saya pun bergegas pergi ke mesjid di dekat rumah kontrakan, meninggalkan satu amanah mingguan di kampus dan membiarkan adik tingkat saya yang mengerjakannya.</p>
<p>Selesai shalat jum’at, berbagai kegiatan dan amanah dakwah lainnya masih menunggu untuk dilakukan dan diselesaikan, hingga malamnya pun masih ada amanah dakwah yang juga harus dituntaskan. Nah, pada malam harinya lah terjadi hal itu. Sebelum liqo persiapan sebuah acara besar, saya mampir ke kontrakan teman, untuk menyerahkan sebuah form pada ketua organisasi dakwah saya. Saat itu, teman saya yang tadi pagi sebelum shalat jum’at saya minta tolong untuk membereskan penyebaran buletin yang saya buat juga ada di sana.</p>
<p>Teman saya itu kemudian menyerahkan kepada ketua organisasi dakwah saya, buletin yang saya buat itu. Awalnya beliau belum melihatnya dengan seksama karena sibuk dengan form-form yang ada di depannya. Dalam hati aku berpikir dan bersyukur, untunglah bisa selesai tepat waktu, kalau tidak aku bisa dicap sebagai seorang aktivis dakwah yang lalai terhadap amanah. Sambil santai membaca sebuah artikel di sebuah majalah, tiba-tiba saya mendengar beberapa kalimat dari ketua organisasi dakwah saya tadi yang kemudian langsung membuat baqo saya naik dan menjadi emosi. Kata-kata yang mengkritik buletin buatan saya, dan menurut saya cara mengkritik dan kata-katanya tidaklah ahsan.</p>
<p>Saya pun secara alami membela diri, kemudian salah seorang teman saya yang juga kebetulan ada di sana justru mengatakan berbagai macam hal yang bukannya memperbaik suasana namun justru membuat keruh suasana, mengatakan berbagai macam hal kepada saya bahwa saya ini, itu, dan sebagainya. Terang saja hati yang awalnya sedikit panas malah bertambah panas dan emosi mendengar perkataan teman saya tadi, sedangkan ketua organisasi dakwah saya tadi hanya diam dan tidak berkata-kata apapun lagi. Akhirnya kejadian itu diakhiri dengan keluarnya aku dari rumah kontrakan karena harus pergi liqo. Setelah sebelumnya menyalami semua orang yang ada di sana, termasuk kedua orang teman saya yang dari tadi dengan sukses telah membuat hati saya panas dan emosi.</p>
<p>Di liqo saya kembali berpikir dan merenung, kok bisa terjadi hal seperti itu tadi? Perasaan sakit, marah, kesal, dan lainnya bercampur baur dalam hati. Rasanya semua hal yang telah saya lakukan sia-sia, dan perasaan jenuh mulai bermunculan. Memang merasa aneh juga, kok bisa saya yang biasanya pembawaannya santai, semangat, dan selalu tersenyum bahkan jika dikritik selalu saya terima dan tidak pernah ada masalah, terlepas apakah kritik itu benar ataupun salah, justru bisa menjadi seperti itu. Aneh memang!</p>
<p>Pada akhirnya di tengah liqo saya pun mengirimkan sms kepada dua orang teman saya tadi yang telah sukses membuat saya kesal dan marah, sebuah sms permintaan maaf atas perkataan yang tidak ma’ruf dan ahsan. Walau dengan hati yang masih diliputi dengan kekesalan, saya tetap melakukannya. Untungnya secara alami memang sifat ini ada pada diri saya dan tidaklah hilang walau dalam keadaan seperti itu, sifat untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada orang lain yang sedang berseteru dengan diri saya terlepas apakah saya yang benar atau teman saya yang salah. Hanya saja, perasaan sakit dan kesal, marah dan sebagainya masih saja ada pada diri saya, masih saja berada di dalam hati saya, bahkan hingga selesai liqo dan saya harus hadir dalam liqo yang lain pun masih tetap ada, hanya saja kali ini lebih bisa santai dalam pembawaan dan jika dilihat dari luar namun masih tetap saja di dalam hati perasaan itu masih ada.</p>
<p>Ketika sampai di rumah, perasaan itu masih ada hingga akhirnya saya pun memutuskan untuk melakukan sebuah cara yang biasanya selalu saya lakukan jika dalam keadaan stress, kesal, dan lainnya. Cara itu adalah pergi ke suatu tempat yang sepi sendirian dan memikirkan, merenungkan tentang semua hal yang terjadi. Pada akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai di Malang Selatan yakni Pantai Balekambang. Jika di Banjarmasin, biasanya saya pergi ke sebuah jembatan dan duduk santai di bawahnya sambil mengamati kapal-kapal kecil yang lalu lalang di Sungai Martapura atau pergi menempuh perjalanan selama 45 menit dan menemui ummi tercinta dan berbicara, bercerita, berbagi kisah kepada beliau. Itu kalau di Banjarmasin, kalau di Malang saya memutuskan untuk menempuh perjalanan selama 1 jam 30 menit menuju Pantai Balekambang.</p>
<p>Maka jadilah besoknya, pada hari Sabtu saya memutuskan pergi ke Pantai Balekambang, sendiri. Apalagi acara saya untuk mengajak jalan-jalan guru dan adik kelas saya yang kebetulan sedang berada di Malang juga dibatalkan, daripada tidak ada kegiatan dan tidak jadi jalan-jalan, lebih baik saya membuat acara sendiri. Pikiran sederhana tapi menyenangkan!</p>
<p>Jadilah sekitar jam 10 pagi saya melanjutkan perjalanan menuju Pantai Balekambang, bersama partner setia perjalanan semenjak 4 tahun lalu, kendaraan saya, Satria F 150. Inilah kehebatan saya, jika banyak orang yang lebih suka berkumpul bersama teman-teman, tapi terkadang saya lebih suka untuk sendiri, karena terkadang hal itu justru lebih menyenangkan daripada keberadaan seorang sahabat sekalipun. Sesampainya di Pantai Balekambang, seperti biasa, saya pun berjalan-jalan di bibir pantainya setelah sebelumnya memarkirkan kendaraan terlebih dahulu.</p>
<p>Kala itu suasana di sekitar pantai tidak terlalu penuh dengan orang, jadi sangat mudah bagi saya untuk mencari suatu tempat untuk menyendiri dan menikmati keindahan ciptaan Allah tanpa harus diganggu oleh celoteh-celoteh dan keributan orang lain. Duduk di hamparan pasir putih, sambil menatap ombak-ombak yang berlomba-lomba dalam usahanya untuk berjumpa dengan bibir pantai. Sejenak duduk, saya pun menuju bibir pantai, tepat di perbatasan antara air dan pasar. Terkadang bermain-main dengan ombak yang melaju menuju bibir pantai, berusaha agar ia nya tidak membasahi kaki saya, walau pada akhirnya saya tahu hal itu sia-sia.</p>
<p>Setelah merasa puas, saya pun melepas alas kaki yang saat itu saya pakai dan melanjutkan perjalanan menelusuri bibir pantai menuju sebuah pulau kecil yang di atasnya berdiri sebuah pura. Sambil sesekali mengamati anak-anak kecil yang sedang bermain dengan senangnnya. Dan tak lupa, mengambil foto-foto dari berbagai sisi. Untuk sampai di pura, saya harus melewati sebuah jembatan kecil yang cukup panjang dan tepat berada di atas bibir pantai yang berbatasan dengan air laut.</p>
<p>Tentunya saya tidak masuk pura, tapi hanya berada di luarnya tepatnya di sebelah kanannya yang menyajikan pemandangan jauh lebih bagus daripada dari bibir pantai. Sambil duduk saya merenung, tentang berbagai macam hal sambil menikmati suguhan pemandangan yang disajikan oleh alam ciptaan Allah ini. Menemukan kepinga-kepingan diri terbaik yang dulu pernah hadir dan selalu bersemangat. Saya merenungi semuanya, tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan. Saya sadar sekali apa yang terjadi saat ini, diri saya yang ada ini adalah hasil dari pilihan saya di masa lalu, sangat sadar sekali. Sungguh tidak ada penyesalan dalam diri saya untuk menjadi seorang hamilud dakwah dan berkecimpung dalam segala hal tentang dakwah. Saat ini, yang menjadi pikiran saya adalah bagaimana membuat dakwah ini berhasil khususnya di tempat saat ini saya sedang berdomisili. Setidaknya saya ingin meninggalkan jejak legenda yang tidak akan pernah terlupakan dan bertahan lama di tempat saya saat ini tinggal, berdomisili, serta berdakwah. Banyak hal-hal di masa depan yang harus saya rencanakan, sangat banyak, tersusun di perpustakaan masa depan yang tidak akan pernah mati dan berakhir.</p>
<p>Lama merenung sambil sesekali saya mengambil foto pemandangan dan juga foto diri, saya pun akhirnya memutuskan untuk turun dan bersiap untuk pulang. Sambil berjalan santai, saya pun masih saja tidak bosan-bosannya menikmati pemandangan yang ada dan tentunya mengambil fotonya. Dalam perjalanan turun menuju bibir pantai, saya melihat berbagai macam tipe orang, sifat, pemikiran dan lainnya. Saya sadar sekali bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang beragama Islam, yang bersyahadat seperti layaknya syahadat yang saya ucapkan tapi kemudian banyak dari mereka-mereka, kita, atau siapapun yang kemudian tidak terlihat sebagai seorang muslim padahal agamanya adalah Islam.</p>
<p>Karena itulah tidak pernah ada kata futur dalam dakwah, tidak pernah ada kata lelah dalam berdakwah, dan tentunya tidak ada kata menyerah dalam dakwah. Ianya hadir sebagai sebuah pembuktian bahwa sesungguhnya inilah bukti keimanan seorang muslim yang paling besar. Dan apa yang saya yakini ini adalah sebuah keyakinan tanpa batas yang tidak akan tergoyahkan oleh apapun, keyakinan bahwa sesungguhnya syariat dan khilafah adalah sebuah janji Allah dan pasti akan terealisasi dengan atau tanpa adanya diri saya. Namun, tentu saya tidak mau menjadi seorang yang merugi yang tidak ikut dalam barisan perjuangan ini. Pasti!</p>
<p>Tidak ada waktu untuk memikirkan perasaan diri, permasalahan diri, dan mengegoiskan diri. Umat menunggu gerak, perjuangan, bukti nyata dan kontribusi dari diri ini. Jawaban itu saya temukan, sederhana memang, jawaban yang selalu bisa memberikan hal yang terbaik bagi diri saya. Saya akan terus berjuang dan melakukan yang memang perlu dilakukan untuk dakwah. Harta, tenaga, pikiran bahkan nyawa sekalipun. Saya tidak akan pernah memperdulikan suara-suara aneh, sinis, pesimis dari mereka para penentang dakwah, orang-orang yang tidak mengerti atau mungkin para hamilud dakwah itu sendiri yang bisa jadi belum mengerti tentang ini. Silahkan kritik, saran, hujatan, perkataan apapun disandingkan pada diri ini, tentu jika itu baik akan saya ambil, jikapun tidak tentunya ada berkah tersembunyi di sana.</p>
<p>Tidak peduli apa kata orang, siapapun tentang diri ini! Karena ianya akan senantiasa bergerak, berjuang tanpa batas yang terbaik untuk dakwa ini. Dan suatu saat biarlah keberhasilan dakwah itu yang membuktikannya kepada mereka! Yakinlah itu!</p>
<p><strong>By : Ardiannur Ar-Royya</strong></p>
<p><strong>Minggu, 29 Mei 2011 Pukul 09.59 pagi dihadapan hamparan tanah luas dan sebuah burung raksasa yang beranjak pergi meninggalkan aku.</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/kampus/'>Kampus</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ardi/'>Ardi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/balekambang/'>Balekambang</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/baqo/'>baqo</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/buletin/'>buletin</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/dakwah-kampus/'>dakwah kampus</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hikmah/'>hikmah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/taat-pemimpin/'>taat pemimpin</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=463&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/06/08/kritik-baqo-dan-pantai-balekambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/06/140520112941.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Balekambang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/05/25/455/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/05/25/455/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 02:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ardi]]></category>
		<category><![CDATA[ardiannur ar-royya]]></category>
		<category><![CDATA[Basic Islamic Leadership Training]]></category>
		<category><![CDATA[BILT]]></category>
		<category><![CDATA[BKLDK UB]]></category>
		<category><![CDATA[MTFUNA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Lewatkan, BILT ke-2 by MTFUNA UB dan BKLDK UB Temukan sesuatu yang lain daripada training motivasi biasa dan lejitkan potensi diri, maksimalkan kemampuan tersembunyi dalam diri kita. Tagged: Ardi, ardiannur ar-royya, Basic Islamic Leadership Training, BILT, BKLDK UB, MTFUNA, &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/05/25/455/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=455&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_456" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/05/bilt-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-456" title="BILT in Saturday, Mei 28 2011" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/05/bilt-2.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" width="300" height="217" /></a><p class="wp-caption-text">BILT Universitas Brawijaya by MTFUNA dan BKLDK</p></div>
<h1></h1>
<h1><span style="color:#ff0000;">Jangan Lewatkan, BILT ke-2 by MTFUNA UB dan BKLDK UB</span></h1>
<h1><span style="color:#ff0000;">Temukan sesuatu yang lain daripada training motivasi biasa dan lejitkan potensi diri, maksimalkan kemampuan tersembunyi dalam diri kita.</span></h1>
<br /> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ardi/'>Ardi</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ardiannur-ar-royya/'>ardiannur ar-royya</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/basic-islamic-leadership-training/'>Basic Islamic Leadership Training</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/bilt/'>BILT</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/bkldk-ub/'>BKLDK UB</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/mtfuna/'>MTFUNA</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/universitas-brawijaya/'>Universitas Brawijaya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=455&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/05/25/455/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/05/bilt-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BILT in Saturday, Mei 28 2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Mimbar Dakwah ke Mimbar Porno</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/dari-mimbar-dakwah-ke-mimbar-porno/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/dari-mimbar-dakwah-ke-mimbar-porno/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 15:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[arifinto]]></category>
		<category><![CDATA[bobrok]]></category>
		<category><![CDATA[harapan umat]]></category>
		<category><![CDATA[kader PKS melihat film porno]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[PKS tragis]]></category>
		<category><![CDATA[siyasah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Ketika awal masuk parlemen, Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin memberikan taujih  (arahan) kepada kader-kadernya yang duduk di parlemen untuk menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah. Menyampaikan nilai-nilai dakwah illallah, dan mengajak serta mengarahkan parlemen menjadi wasilah (sarana) untuk melakukan ishlah &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/dari-mimbar-dakwah-ke-mimbar-porno/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=451&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/04/arifianto-pks.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-452" title="arifianto-pks" src="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/04/arifianto-pks.jpg?w=593" alt=""   /></a>Ketika awal masuk parlemen, Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi  Aminuddin memberikan taujih  (arahan) kepada kader-kadernya yang duduk  di parlemen untuk menjadikan parlemen sebagai mimbar dakwah.</p>
<p>Menyampaikan nilai-nilai dakwah illallah, dan mengajak serta  mengarahkan parlemen menjadi wasilah (sarana) untuk melakukan ishlah  (reformasi) terhadap kehidupan bernegara. Sehingga, tercipta perbaikan  terhadap negara, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti yang  dicita-citakan.</p>
<p>Alih-alih melakukan ishlah (reformasi) terhadap kehidupan bernegara  seperti yang dicita-citakan, sehingga kehidupan negara dan bangsa  bersuaian dengan nilai dan prinsip Islam, tetapi  sesudah menjelang  memasuki periode kedua (2009-2014), PKS bukan hanya  tidak  berhasil  mengubah kondisi dan kehidupan yang ada, justru kadernya mengukir  sejarah yang hitam kelam dalam parlemen Indonesia. Di mana salah satu  anggota parlemen yang merupakan kader PKS membuka situs porno, saat  paripurna yang akan membahas masalah yang sangat peka dan menjadi  perdebatan masyarakat yaitu pembangunan gedung baru DPR yang akan  menelan biaya Rp 1.123 triliun.</p>
<p><span id="more-451"></span>Anggota parlemen yang merupakan Kader PKS itu,  tak lain, adalah  Arifinto  dengan nonor anggota 72, tertangkap kamera seorang wartawan,  saat paripurna sedang mengutak-atik gambar-gambar porno. Sangat tragis.</p>
<p>Siapa Arifinto? Arifinto adalah anggota majelis syuro dua kali  periode 2000-2005, dan periode 2009-2014. Arifinto juga menjadi anggota  majelis pertimbangan partai (MPP) dua periode. Artinya Arifinto bukan  orang baru dalam partai. Ia termasuk orang-orang yang bisa disebut  sebagai &#8220;assabiquna awwalun&#8221; (orang yang awal terlibat dalam  partai/gerakan dakwah). Arifinto pernah menjadi bendahara, sebelum era  partai, dan kemudian digantikan oleh Luthfi Hasan Ishaq, yang kini  menjadi presiden PKS. Artinya, Arifinto bukan orang kemarin sore, dan  sudah bergelut lama dengan PKS/gerakan dakwah.</p>
<p>Mengapa Arifinto yang merupakan &#8220;assabiqunal awwalun&#8221; itu tidak cukup  imune secara moral, ketika masuk di parlemen, dan  masuk ke dalam  &#8220;mihwar siyasi dan dauli&#8221; (masuk ke dalam phase politik dan  negara),  dan kemudian nilia-nilai ideologi yang ditanamkan ke dalam dirinya, yang  berlangsung berpuluh tahun itu, seakan sirna  hanya dalam hitungan  waktu detik dan menit? Godaan kehidupan dunia, berupa pangkat, jabatan,  dan harta, akhirnya menjadikan Arifinto  orang yang &#8220;hina&#8221;.</p>
<p>Seperti Allah Ta&#8217;ala katakan, &#8220;In ahsantum ahsantum li anfusikum wa  in asaktum falaha&#8221;. (Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbaik untuk  dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan)  itu untuk dirimu sendiri). (QS : al-Isra&#8217; : 7)</p>
<p>Di mana letak nilai-nilai iman dan aqidah yang penah ditanamkan  dalam-dalam ke dalam dirinya itu? Sayyid Qutb pernah memberikan sebuah  tawaran bagi aktivis dakwah agar memiliki jiwa yang imune, disaat dia  sudah bermuamalah (berinteraksi) dengan berbagai tipologi dan karakter  manusia, agar jiwanya tetap tsabat (kokoh), dan tidak goyah oleh  berbagai terpaan dan godaan. Dengan prinsip &#8220;Yakhtalitun walakin  yatamayazun&#8221; (bercampur/berbaur, tetapi tetap tidak berubah). Artinya,  seorang aktivis dakwah, tidak akan larut dan bercampur dengan siapapun  dan apapun saat berinteraksi dengan orang lain. Tidak mengalami &#8220;ijabah&#8221;  (pelarutan) ke dalam kehidupan jahiliyah dan munkarat.</p>
<p>Tetapi, PKS yang sekarang sudah menjadi partai terbuka, dan nampaknya  tidak mampu lagi bertahan dan mempertahankan karakter dan ideologinya,  dan menjadi bukti nyata, adanya sosok pribadi Arifinto, yang merupakan  &#8220;assabiquna awwalun&#8221; terperosok ke dalam kehidpan jahilayah, dan yang   tidak dapat dimengerti oleh siapapun. Tindakan itu seakan tidak dapat  dipercaya bahwa itu di lakukan oleh seorang yang masuk dalam jajaran  lapisan &#8220;qiyadah&#8221; (pemimpin) dalam elite PKS. Selama ini para kader  PKS  selalu membanggakan terhadap mereka yang duduk di lembaga majelis  syuro, yang merupakan lembaga tertinggi partai, dan selalu ditaati dan  didengar oleh para kader semua keputusannya.</p>
<p>Paripurna yang akan mengambil keputusan tentang pembangunan gedung  baru DPR itu, berlangsugn hari Jum&#8217;at, dan menjelang shalat Jum&#8217;at,  sudah pukul 11.39.23. Mengapa Arifinto yang merasa jenuh,  sebagai  &#8220;qiyadah&#8221; PKS itu tidak membaca wirid, berdzikir, atau membaca mush&#8217;ab  al-Qur&#8217;an? Seharusnya  tangannya digunakan untuk memutar tasbih dan  membuka lembar-lembar halaman al-Qur&#8217;an, tetapi justru gunakan untuk  membuka gambar-gambar porno di gatgetnya? Naudzubillah mindzalik.</p>
<p>PKS sebagai sebuah gerakan dakwah ternyata tidak mampu bertahan di  era demokrasi (kebebasan dan keterbukaan), dan bahkan tidak mampu  memperjuangkan cita-citanya yang mula-mula sebagai partai dakwah  memiliki jargon &#8220;bersih, peduli, dan profesional&#8221;, dan sekarang  terjerumus ke dalam berbagai munkarat, yang dapat mendatangkan murkanya  Allah. Inilah sebuah fakta hari ini yang sangat memukul kaum muslimin.</p>
<p>PKS yang awalnya dengan gambaran sebagai partai dakwah, yang dianggap  akan membawa kehidupan baru, dan menjadi solusi dan alternatif, di  tengah-tengah keterpurukan berbagai entitas politik yang ada, termasuk  keterpurukan negara dan bangsa yang terus menuju ke arah dekaden, dan  sangat mengharapkan PKS sebagai solusi mereka, tetapi justru PKS gagal  mempertahankan jati dirinya, dan terperosok ke dalam kehidupan  jahiliyah. Seharusnya dengan iklim kebebasan yang ada PKS lebih berani  memperjuangkan cita-citanya yang ideal dengan penuh tekad, dan memiliki  sikap yang kuat, dan tidak mudah larut dalam kehidupan yang ada  sekarang.</p>
<p>Sekarang tidak cukup hanya dengan pengunduran diri Arifinto sebagai  anggota perlemen, dan permintaan maaaf kepada kader dan rakyat.  Langkah  yang harus diambil PKS, sebaiknya membubarkan diri, dan memohon ampun  kepada Allah Azza Wa Jalla secara kolektif, dan kembali jalan dakwah  illallah, dan mencari ridho-Nya, serta tidak melanjutkan perjuangannya  melalui ranah partai.</p>
<p>Karena terbukti para qiyadah (pemimpin) dan kader-kader PKS tidak  cukup mampu mempertahankan nilai-nilai dan prinsip yang dimilikinya,  sebagai sebuah cita-cita dakwah, dan larut ke dalam kehidupan yang  dilarang oleh Allah Rabbul Alamin.</p>
<p>Pilihan yang terbaik adalah kembali ke jalan dakwah dan melakukan  amal Islami, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.  Meninggalkan partai politik yang menjadi wasilah perjuangan menegakkan  cita-cita, yang justru ternyata membuat seluruh kaum muslimin dan umat  Islam menanggung malu, akibat berbagai langkah, kebijakan yang tidak  membawa izah dan kemuliaan bagi kaum Muslimin.</p>
<p>Kasus Arifinto itu telah membuat  hitam kelam sejarah Gerakan Islam,  yang belum pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya. Inilah episode yang  paling tragis bagi sebuah &#8220;Harakah Islamiyah&#8221; di Indonesia.  Wallahu&#8217;alam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a title="PKS Tragis" href="http://www.eramuslim.com/editorial/dari-mimbar-dakwah-ke-mimbar-porno.htm" target="_blank">eramuslim.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/'>Analisis</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/analisis/politik-analisis/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/arifinto/'>arifinto</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/bobrok/'>bobrok</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/harapan-umat/'>harapan umat</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/kader-pks-melihat-film-porno/'>kader PKS melihat film porno</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/manhaj-dakwah/'>manhaj dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pks/'>PKS</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pks-tragis/'>PKS tragis</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/siyasah/'>siyasah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=451&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/dari-mimbar-dakwah-ke-mimbar-porno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardiroyya.files.wordpress.com/2011/04/arifianto-pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arifianto-pks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak-anak Dibantai, Ini Dia Bukti Kebiadaban Zionis Israel</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/anak-anak-dibantai-ini-dia-bukti-kebiadaban-zionis-israel/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/anak-anak-dibantai-ini-dia-bukti-kebiadaban-zionis-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 14:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak palestina dibantai]]></category>
		<category><![CDATA[israel biadab]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pembantaian]]></category>
		<category><![CDATA[perang al furqan]]></category>
		<category><![CDATA[syahid]]></category>
		<category><![CDATA[zionis biadab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak korban kebiadaban Israel REPUBLIKA.CO.ID,GAZA&#8211;Dengan sombongnya para pemimpin Zionis mengatakan, tidak ada pengecualian bagi siapapun yang tinggal di Gaza. Pernyataan mereka diikuti dengan langkah nyata dengan membantai anak-anak, wanita dan rumah-rumah warga sipil, untuk menegaskan pada dunia, sejauh mana kebiadaban &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/anak-anak-dibantai-ini-dia-bukti-kebiadaban-zionis-israel/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=445&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/anak-anak-korban-kebiadaban-israel-_110413200757-280.jpg" alt="Anak-anak Dibantai, Ini Dia Bukti Kebiadaban Zionis Israel" width="333" height="217" /></p>
<div><strong>Anak-anak korban kebiadaban Israel</strong></div>
<div id="newsdate"></div>
<div id="newstext">
<p>REPUBLIKA.CO.ID,GAZA&#8211;Dengan sombongnya para  pemimpin Zionis mengatakan, tidak ada pengecualian bagi siapapun yang  tinggal di Gaza. Pernyataan mereka diikuti dengan langkah nyata dengan  membantai anak-anak, wanita dan rumah-rumah warga sipil, untuk  menegaskan pada dunia, sejauh mana kebiadaban mereka yang telah  menguasai akal serta hati mereka. Anak-anak yang masih bau kencur,  dibabat habis dengan rudal serta roket, tak disisakan sedikitpun.</p>
<p>Menurut  data resmi yang berhasil dilansir pusat informasi Palestina dari komite  emergency Palestina menyebutkan, jumlah syuhada yang gugur sejak awal  tahun ini mencapai 50 orang. Tujuh diantaranya adalah anak-anak di bawah  tujuh tahun. Sementara yang terluka mencapai 185 orang, 40 di antaranya  adalah anak-anak atau setara dengan 40 % dari jumlah yang terluka.</p>
<p><span id="more-445"></span>Jubir  komite emergency Palestina, Adham Abu Salmiyah dalam pernyataanya pada  pusat informasi Palestina menjelaskan, jumlah syuhada yang meninggal  dalam agresi Zionis terakhir mencapai 18 orang. Satu di antaranya anak  yang sedang bermain bola di lapangan, Mahmud Al-Jarwa.</p>
<p>Kemudian  Abu Salmiyah menceritakan tentang kejahatan nyata Zionis terhadap  anak-anak, terutama dalam agresinya terakhir. Kejahatan mereka terhadap  anak-anak bukan hanya terjadi pada keluarga Al-Halawi dimana tiga bocah  yang masih bau kencur gugur syahid, diterjang rudal Zionis yang membuat  tubuh mereka tercerai-cerai berai, disebelah timur Syujaeya.</p>
<p>Sebagaimana  terjadi pada Mahmud All-Jarwa yang sedang main bola di depan rumahnya,  tiba-tiba diterjang rudal Zionis hingga tubuhnya hancur berantakan.</p>
<p>Jubir  emergency ini meminta masyarakat internasional untuk bergerak  secepatnya menyelamatkan anak-anak Palestina dari kebiadaban agresi  Zionis. Karena tindakan mereka jelas-jelas bertentangan dengan semua  undang-undang internasional dan kesepakatan Jenewa ke 4.</p>
<p><strong>Perang Al-Furqan</strong><br />
Pada  perang Al-Furqan yang digelar di Gaza telah menewaskan 1440 syuhada,  420 syuhada terdiri dari anak-anak dibawah umur, 105 wanita serta 110  usia senja dan manula 60 tahunan lebih.</p>
<p>Dalam agresinya tersebut,  Zionis membantai 14 petugas medis dan melukai 5500 orang. 1600  diantaranya adalah anak-anak, kebanyakanya luka bakar, akibat bom  phospore yang dilarang di dunia internasional. Sementara  rumah yang  hancur akibat serangan ini mencapai 20 ribu unit. 4000 diantaranya rata  dengan tanah.</p>
<p>Tinggal satu pertanyaan, apakah dunia masih perlu  pada data yang lainnya untuk menjelaskan kejahatan Zionis terhadap hak  sipil Palestina, terutama anak-anak dan wanita, agar mereka mau bergerak  menghentikan kejahatan Zionis?</p>
<p>sumber : <a title="Kebiadaban Zionis Israel" href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/04/13/ljldtm-anakanak-dibantai-ini-dia-bukti-kebiadaban-zionis-israel?utm_source=twitterfeed&amp;utm_medium=twitter" target="_blank">republika.co.id</a></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/anak-anak-palestina-dibantai/'>anak-anak palestina dibantai</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/israel-biadab/'>israel biadab</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/palestina/'>palestina</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/pembantaian/'>pembantaian</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/perang-al-furqan/'>perang al furqan</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/syahid/'>syahid</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/zionis-biadab/'>zionis biadab</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=445&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/anak-anak-dibantai-ini-dia-bukti-kebiadaban-zionis-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/anak-anak-korban-kebiadaban-israel-_110413200757-280.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak-anak Dibantai, Ini Dia Bukti Kebiadaban Zionis Israel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Timur Tengah: Umat Tidak Diam Terhadap Kezaliman Diktator</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/revolusi-timur-tengah-umat-tidak-diam-terhadap-kezaliman-diktator/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/revolusi-timur-tengah-umat-tidak-diam-terhadap-kezaliman-diktator/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 06:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi publik malang ht]]></category>
		<category><![CDATA[faqih syarif]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sejahtera di bawah nanungan khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[ismail yusanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jubir HTI]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Malang- HTI Press. Revolusi Timur Tengah yang telah dan sedang terjadi kini semakin jelas tidak mengarah pada perubahan sistem. Hanyalah akumulasi kemuakan rakyat pada rezim semata. Menurut Ismail, jubir HTI yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi publik bertajuk Hidup Sejahtera &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/revolusi-timur-tengah-umat-tidak-diam-terhadap-kezaliman-diktator/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=443&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Malang- HTI Press</em></strong>. Revolusi Timur  Tengah yang telah dan sedang terjadi kini semakin jelas tidak mengarah  pada perubahan sistem. Hanyalah akumulasi kemuakan rakyat pada rezim  semata. Menurut Ismail, jubir HTI yang hadir sebagai pembicara dalam  diskusi publik bertajuk Hidup Sejahtera Dalam Naungan Khilafah Islamiyah  di Aula Sport Center UIN Maliki Malang, ini menjadi bukti bahwa umat  tidak diam dengan ulah kezaliman para rezim diktator.</p>
<p>Pada titik klimaks kemarahannya, rakyat akan melampiaskan kekecewaan  dan kebenciannya kepada para rezim diktator dan pemerintahan yang korup  dengan menggulingkannya. Penguasa zalim pasti tumbang.</p>
<p>Dalam kesempatan diskusi publik pada Ahad (10/4) itu Ismail juga  menegaskan betapa hipokritnya Barat. Ia memberi contoh penolakan  Perancis atas permohonan suaka presiden Tunis Ben Ali. Penolakan  Perancis dan Amerika atas permohonan suaka Presiden Mesir Husni Mubarak.  Bahkan Amerika membajak citra revolusi Mesir dengan mendatangkan  Hilllary Clinton ke lapangan Tahrir Mesir.</p>
<p><span id="more-443"></span>Ketika ditanya oleh Fakih Syarif, selaku Host, metode apakah yang  harus ditempuh umat Islam untuk sampai pada tegaknya Khilafah, Ismail  memberikan tiga langkah yang harus terus ditempuh untuk menuju tegaknya  khilafah. Pertama harus terus diupayakan kederisasi untuk membentuk  pribadi pribadi bersyakhsyiyah Islamiyah dan syakhshiyah pengemban  dakwah.</p>
<p>Tahap kedua menurutnya adalah dengan sosialisasi dakwah yang terarah.  Melakukan proses penyadaran umat dengan berbagai cara dan media. Bisa  melalui buletin seperti al Islam yang naik cetak 1,2 juta exsemplar tiap  minggunya, melalui situs web, radio dan lainnya.</p>
<p>Adapun tahap ketiga menurutnya dengan <em>inqilabiyah </em>yaitu  pernyerahan kekuasaan secara suka rela dari pihak yang memiliki kekuatan  terutama militer. “Kekuatan yang kita punya sesungguhnya ada pada umat  itu sendiri”, tandasnya. (LI HTIMalang 12/04)</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00762.jpg"><img title="dsc00762" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00762.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00772.jpg"><img title="dsc00772" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00772.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00773.jpg"><img title="dsc00773" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00773.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00775.jpg"><img title="dsc00775" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00775.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00781.jpg"><img title="dsc00781" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00781.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00793.jpg"><img title="dsc00793" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00793.jpg" alt="" width="448" height="252" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/reportase-kegiatan/'>Reportase Kegiatan</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/diskusi-publik-malang-ht/'>diskusi publik malang ht</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/faqih-syarif/'>faqih syarif</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hidup-sejahtera-di-bawah-nanungan-khilafah/'>hidup sejahtera di bawah nanungan khilafah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/hti/'>HTI</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/ismail-yusanto/'>ismail yusanto</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/jubir-hti/'>Jubir HTI</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/malang/'>malang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=443&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/13/revolusi-timur-tengah-umat-tidak-diam-terhadap-kezaliman-diktator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00762.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00762</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00772.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00772</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00773.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00773</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00775.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00775</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00781.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00781</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/04/dsc00793.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00793</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta Memukau; Memaknai Arti Cinta yang Sebenarnya</title>
		<link>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/10/kisah-cinta-memukau-memaknai-arti-cinta-yang-sebenarnya/</link>
		<comments>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/10/kisah-cinta-memukau-memaknai-arti-cinta-yang-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 14:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardiannur Ar-Royya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[memaknai cinta]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai karena Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiroyya.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah &#8230; <a href="http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/10/kisah-cinta-memukau-memaknai-arti-cinta-yang-sebenarnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=439&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://keepfight.files.wordpress.com/2011/04/renungan.jpeg"><img class="alignright" title="renungan" src="http://keepfight.files.wordpress.com/2011/04/renungan.jpeg?w=150&#038;h=121&#038;h=121" alt="" width="150" height="121" /></a>Syahdan,  di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid.  Dikenal sebagai  pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam  hal ibadahnya  termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan  finansial,  ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah  dianggap  mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah.  Beberapa kali  ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh  pihak orang  tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.</p>
<p>Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.</p>
<p>“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.</p>
<p>Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:</p>
<p>“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”</p>
<p>“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah,   putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan keshalihannya, dan   hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.”</p>
<p>“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.</p>
<p>“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.</p>
<p>Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan</p>
<p>“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.</p>
<p>“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.</p>
<p>“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada   putriku.” Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu   wahai putriku?”</p>
<p><span id="more-439"></span>Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh   Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi   istrinya.”</p>
<p>Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.</p>
<p>Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” Duhai Dinda yang di   wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan   selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”</p>
<p>Jawab istrinya, “Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang   meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku.   Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para   pengantin.”</p>
<p>Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian   terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu.   Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di   masjid, panggilan berjihad dalam perang.</p>
<p>Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.</p>
<p>“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku,   demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk   berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhaanmu sebelum   keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah   jalan hidup kita ini.”</p>
<p>Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya   kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar   kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhaku menyertaimu”</p>
<p>***</p>
<p>Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke   medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan   berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia   bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat   Tauhid. Ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat   dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha   menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa   dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai   terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan   korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah   kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya   bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya.   Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan   dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang   baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya   tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya   sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari   bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum   menghiasinya. Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.</p>
<p>***</p>
<p>Senja datang. Angin mendesau, sepi. Pasir-pasir beterbangan. Berputar-putar…</p>
<p>Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam   perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang   tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah   zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.</p>
<p>Tanpa dimandikan… Tanpa dikafankan… Tanah terakhir ditutupkan ke atas   makam Zulebid. Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut. Para   sahabat terdiam membisu. Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah   seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang dari pelupuk mata   beliau. Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke   atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang   keheranan sahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke   samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.</p>
<p>Akhirnya keadaan kembali seperti semula. Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.</p>
<p>“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”</p>
<p>Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo… Zulebid,   pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau   pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau   sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para  pengantin.”</p>
<p>“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.</p>
<p>“Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit   dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang   hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.</p>
<p>“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.</p>
<p>“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat,   saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya   berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun   dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya.”</p>
<p>***</p>
<p><em><br />
Jikalau memang Allah telah menakdirkan.<br />
Terlalu istimewa yang Allah hadiahkan atas kehadiranmu untukku.<br />
Hingga kupikir,,,<br />
terlalu tamak jika kelak memilikimu seorang diri selamanya.<br />
Suatu saat nanti…<br />
Jikalau kau siap,<br />
carikanlah Mujahidah Sejati yang juga pantas dapatkan cintamu,<br />
untuk kujadikan sahabat dirumah kita,,,</em></p>
<p><em>Subhanallah….<br />
kubayangkan berbagi itu begitu indah…<br />
sebuah keluarga yang berporos pada DAKWAH…<br />
Wahai calon mujahidku, disini ku menunggumu…<br />
Sambil menghias seindah mungkin rumah kita…<br />
Kurasakan angin mengantar debu atas derap langkah pacuan kudamu…<br />
Ku yakin kau kan segera tiba… wahai Jundullah…<br />
</em></p>
<p>******</p>
<p>Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali.   Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang Ilahi Rabbi,   Pencipta segala Maha Karya. Malam menjelang. Terlelap ia, sejenak berada   dalam keadaan setengah mimpi dan nyata. Lamat-lamat ia seperti melihat   Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan   kesedihan pula.</p>
<p>Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku   menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini   apabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu. Dan kan   kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.”</p>
<p>Istri Zulebid, terdiam. Matanya basah. Ada sesuatu yang menggenang   disana. Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi. Dan   bayangan suaminya yang baru saja hadir. Ia menggerakkan bibirnya.   “Suamiku, aku mencintaimu. Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi   kita. Aku ikhlas.”</p>
<p>***</p>
<p><em>Somewhere over the rainbow, way up high<br />
There’s a land that I heard of once on a lullaby<br />
Somewhere over the rainbow, skied are blue<br />
And the dreams that you dare to dream<br />
really do come true.</em></p>
<p><em>Dan,<br />
Akan kemanakah kumbang terbang<br />
Pada siapa rindu mendendam<br />
Kekasih yang terkasih<br />
Pencinta dan yang dicinta<br />
Semua berurai air mata<br />
Sedih, ataukah bahagia</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a title="Ann Fauziana" href="http://keepfight.wordpress.com/2011/04/04/kisah-cinta-memukau-memaknai-arti-cinta-yang-sebenarnya/#more-3276" target="_blank">keepfight.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/category/dakwah/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/cinta-sejati/'>cinta sejati</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/memaknai-cinta/'>memaknai cinta</a>, <a href='http://ardiroyya.wordpress.com/tag/mencintai-karena-allah/'>mencintai karena Allah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiroyya.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiroyya.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiroyya.wordpress.com&amp;blog=8435485&amp;post=439&amp;subd=ardiroyya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiroyya.wordpress.com/2011/04/10/kisah-cinta-memukau-memaknai-arti-cinta-yang-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fd2021f19f2a66418040c6cc6a7f5b1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ardiannur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keepfight.files.wordpress.com/2011/04/renungan.jpeg?w=150&#038;h=121" medium="image">
			<media:title type="html">renungan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
