Pagi menyapa
Namun, awan seolah-seolah bersedih hari ini
Rona wajahnya mendung tak bersemangat
Menambah kepiluan hari ini
Oh awan,apakah engkau mengerti perasaanku ini?
Apakah mendung mu adalah wakil dari perasaanku?
Perasaan yang kian membenci…
Mendungmu membiaskan pandanganku
Membuatku buta untuk mencari cahaya sang pangeran siang
Membuatku kehilangan kepercayaan akan adanya cahaya itu
Sejahat itukah dirimu?
Hatiku berteriak tidak percaya padamu
Tapi,teriakannya kecil tak berarti
Tak peduli dirimu dengannya
Ingin sekali aku melihat cahaya sang pangeran siang
Tapi engkau terus menghalangi dengan kejamnya
Apa yang harus ku lakukan?
Aku bingung tanpa arti
Tiba-tiba hatiku beranjak dari peraduannya
Pergi entah kemana
Namun semngat juang jelas terlukis pada dirinya
Tak lama ia kembali
Dengan senyum terindah yang bisa ia berikan padaku
Senyuman itu indah Berkilau
Begitu bersemangat
Begitu menyegarkan
Kutanya padanya mengapa ia tersenyum
Ia hanya menjawab…
“Just believe it, maybe your eyes can’t see it but my eyes can”
“And the light will come toward us”
Dan aku pun paham
Guratan semangat kembali menoreh di relung-relung diriku
Semangat untuk mencari cahaya kebenaran pun menyala
Walau sulit dan tidak mungkin
Namun,aku percaya padaNya
Dan itupun sudah cukup untuk menjadi alasanku berjuang