Cinta Dalam Hening

Maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah ? Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..? Maka bacalah…!

Saat ku jatuh cinta.. Tak akan ku berucap.. Tak akan ku berkata.. Namun ku hanya akan diam..

Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan. Tak akan ku menggoreskan.. Yang ku lakukan hanyalah diam..

Continue reading

Maukah Kamu Menikahiku?

Gadis itu datang dengan rasa malu yang membuncah di dadanya, kemudian perlahan ia menghampiri pria itu, seorang pria yang gagah lagi tampan, serta idola orang-orang. Gadis itu menundukkan kepalanya lalu berkata, “Aku menyerahkan diriku padamu..”

Siapa gadis itu dan siapa pria itu? Jangan salah paham, penggalan cerita di atas bukan diambil dari novel remaja dan bukan pula dari cerita roman, apalagi cerita ’17 tahun ke atas’. Penggalan cerita di atas bukan fiktif, itu kisah nyata yang dinukil oleh orang-orang mulia nan jujur. Tahukah Anda siapa gadis itu dan siapa pria itu?

Continue reading

Menjadi Istimewa itu Sulit, tapi Kamu Pasti Bisa !

Tulisan ini bermula ketika aku dan dua temanku, (sebut saja “I” dan “M”) berkunjung ke sebuah rumah sakit yang cukup ternama di kota ini. Kedatangan kami bertiga kesana adalah untuk menjenguk salah seorang saudara yang dirawat di tempat itu (Ya ealah, masa ke rumah sakit mau kemping : )…). Sayang kami semua dilarang masuk (Bukan karena dikira pengemis loh !), rupanya saat itu bukan jam besuk untuk pasien.. Sehingga dengan perasaan sedikit kecewa, kami kembali menuju tempat parkir rumah sakit.. Ngambil motor.. bukan jadi tukang parkir : )

“Am.. Am.. Favorit antum tuh..” Ujar akhi “M” sambil matanya menunjuk ke samping kirinya. ”Apa ?”, jawabku sambil menoleh kearah yang dimaksudnya. Seorang akhwat (perempuan) berkerudung biru muda langit tampak melintas berlawanan arah dari kami. Ia mengenakan baju kurung panjang dan longgar berwarna biru laut sehingga seluruh auratnya, mulai kepala hingga kaki tertutup. Tampaknya ia mau menjenguk seseorang (Ya ealah.. masa mau kemping juga : )… ).

 

IRONI NEGERI BERPENDUDUK MUSLIM

 

Sosok yang saya dan teman-teman saksikan pada kejadian di atas adalah seorang sosok yang cukup jarang ditemukan di lingkungan masyarakat kota-kota besar, termasuk kota tempat saya tinggal sekarang. Mereka adalah sosok-sosok minoritas yang jumlahnya terlampau kecil, bila dibandingkan dengan jumlah total wanita di negeri yang berpenduduk mayoritas muslim ini. Sosok yang dapat dengan mudah kita identifikasi bahwa dia adalah seorang muslimah.

 

Continue reading

Trend Memeluk Islam di Inggris dan Mitos Penindasan Islam

Meningkatkanya wanita berpendidikan di Inggris yang memeluk Islam menghancurkan mitos penindasan Islam atas kaum wanita

Masuk Islamnya Adik ipar mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair, Lauren Booth, menjadi bahan pembicaraan hangat di Inggris. Brice, dari Swansea University, mengatakan setiap perempuan kulit putih yang masuk Islam punya cerita yang berbeda, tapi memiliki satu tema yang sama yaitu persepsi bahwa Islam menawarkan perlindungan terhadap perempuan dan memberikan rasa identitas.

Kevin Brice, seorang pakar Swansea University yang meneliti orang kulit putih yang masuk Islam di Inggris, menemukan wanita kulit putih terdidik lebih cenderung masuk Islam daripada kelompok-kelompok lain. Kevin Brice mengatakan ada sekitar 60 banding 40 yang mendukung perempuan masuk Islam, dan mereka cenderung menampilkan “profil pendidikan yang lebih baik” daripada populasi rata-rata. Terdapat pula peningkatan jumlah perempuan muda yang berpendidikan universitas yang masuk Islam di usia dua puluhan dan tiga puluhan. “Mereka mencari spiritualitas, arti kehidupan yang lebih tinggi, dan cenderung menjadi pemikir yang mendalam,” ujar Brice

Continue reading

Jilbab, Lambang Kebebasan Hakiki

Hari gini jilbab masih saja digugat. Beberapa negara di dunia, masih memberlakukan larangan jilbab. Seperti di Turki, Jerman, Perancis, Italia, dll. Katanya negara liberal yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, tapi muslimahnya tidak dibebaskan berjilbab. Padahal itu merupakan hak muslimah untuk taat kepada Rabb-nya. Ironi.

Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim, jilbab sudah menjadi pemandangan biasa. Namun anehnya, masih juga ada yang berani mengusik. Terbaru, datang dari Human Rights Watch (HRW) yang melontarkan tudingan, bahwa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Istimewa Aceh tentang Pelarangan Khalwat dan Kewajiban Mengenakan Pakaian Muslimah bagi warga Muslim di Aceh merupakan aturan yang melanggar HAM. HRW pun mengopinikan agar perda itu dicabut atau diamandemen.

Kebebasan Hakiki

Di Indonesia, jilbab sudah menjadi pemandangan biasa. Bukan semata-mata sebagai negara berpenduduk muslim terbesar bila jilbab begitu mudah dikenakan di negeri ini, lebih karena meningkatnya kesadaran kaum muslimah akan ketakwaan.

Jilbab adalah identitas kebanggaan muslimah shalehah. Mereka yang istiqomah mengenakan pakaian takwa ini, bebas beraktivitas di ruang publik tanpa halangan. Belanja, ke salon, tamasya, kuliah, bekerja dan bahkan berenang tetap bisa dilakukan. Termasuk menyopir mobil sendiri atau mengendarai motor, sudah biasa dilakukan muslimah berjilbab.

Continue reading

SEBARKAN = Solusi Islam Mengatasi HIV/AIDS

Sebanyak 51 dari 100 remaja perempuan tidak lagi perawan. Itulah hasil survey Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).  Rentang usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah antara 13-18 tahun.

“Berdasar data yang kami himpun dari seratus remaja, 51 di antaranya sudah tak lagi perawan,” ujar Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, ketika ditemui dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11).

Temuan serupa terjadi di kota-kota besar lain di Indonesia. Di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen dan Jogjakarta 37 persen. Menurut dia, data ini dikumpulkan BKKBN sepanjang kurun waktu 2010 saja. Entahlah, berapa persentasenya jika survey dilakukan di kalangan remaja laki-laki. Penulis yakin, remaja laki-laki yang sudah tidak lagi perjaka sebelum menikah, pasti lebih besar persentasenya.

Continue reading

Distorsi Makna “Jilbab” di Universitas Brawijaya

Awalnya…

Pagi itu, seperti biasa sekitar jam 07.00 pagi, aku mulai berangkat dari rumah kontrakanku menuju ke kampus. Hari itu kebetulan aku ada jadwal kuliah pagi sekitar jam 07.30 pagi sehingga harus membuatku berangkat pagi-pagi seperti ini.

Melewati jalan seperti biasanya, dari arah Perum Joyogrand kemudian menuju Merjosari dan akhirnya sampai di persimpangan Toserba Sardo Gajayana. Selanjutnya mengambil jalan pintas melewati sebuah gang kecil bernama Kertoasri, dan melaju lurus menuju Ketawang Gede dan keluar di jalan besar M. T. Haryono. Dari depan gang Ketawang Gede, aku memilih langsung membelokkan kendaraan tersayangku ke kanan dan masuk ke kampus melalui –yang sering disebut- pintu gerbang teknik. Setelah membayar tiket masuk ke universitas –karena tidak ada stiker universitas- seharga Rp 1000, aku pun melaju mengikuti jalan yang ada hingga sampai di sebuah pertigaan teknik, tepat dimana Kafetaria atau kantin teknik berada. Di pertigaan ini, tujuanku adalah belok kiri, menuju jalan utama dari Universitas Brawijaya, namun ketika hendak belok kiri sesaat mataku menangkap sebuah spanduk yang sepertinya baru saja ditempel. Dalam waktu yang amat singkat itu, sempat kulihat kata-kata yang menjadi primadona dari sekian banyak kata-kata yang ada di spanduk itu yakni kata “JILBAB”. Bahkan kata-kata itu dicetak dalam huruf tebal dan warna tersendiri yang berbeda dari kata-kata yang lainnya. Spanduk yang berbicara tentang jilbab!

Waktu itu sebenarnya aku memang tidak terlalu memperhatikan isi spanduk yang ada karena memang singkat saja aku melihatnya, namun aku bisa menebak dan mengira bahwa spanduk itu adalah buatan Lembaga Dakwah Kampus yang di sini diberi nama sebagai UAKI (Unit Aktivitas Kerohanian Islam). Kemudian, setelah beberapa kali melewati daerah yang sama dan melihat lebih seksama spanduk itu akhirnya aku memahami bahwa isinya adalah sebuah arti dari ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang jilbab dan mengajak para muslimah di Brawijaya untuk memakai jilbab, terakhir di bawahnya terdapat lambang seluruh SKI (Sie Kerohanian Islam) atau sering disebut LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) di Universitas Brawijaya, dan tentu tidak ketinggalan dari UAKI sendiri. Artinya spanduk itu merupakan pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat kampus di Brawijaya dari seluruh Lembaga Dakwah universitas tersebut. Mungkin merupakan peran nyata dari Lembaga Dakwah di sini…

Berpikir…

“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab : 59)

Continue reading